UNTUK INDONESIA
Pasar Pede Lagi, IHSG Akhir Pekan Menguat
Naiknya IHSG dipicu oleh membaiknya bursa saham global karena pelaku pasar apresiasi langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Covid-19.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (\\'trading halt\\') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 15.33 WIB karena dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01 persen. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Setelah beberapa hari terjungkal dan bahkan sempat menyentuh level berbahaya sehingga perdagangan sempat dibekukan sementara (trading halt), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan, Jumat, 20 Maret 2020 menguat. Naiknya indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu dipicu membaiknya bursa saham global karena pelaku pasar apresiasi langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan virus corona Covid-19.

IHSG ditutup menguat 89,52 poin atau 2,18 persen ke posisi 4.194,94 poin. Begitu pula kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 12,64 poin atau 2,07 persen menjadi 624,76 poin.

Pasar mengapresiasi peran pemerintah dan langkah BI

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Jumat, mengatakan, para pelaku pasar sangat mengapresiasi peran pemerintah untuk menanggulangi wabah Covid-19 di Tanah Air. Bahkan, pemesanan obat Avigan dan Chloroquine oleh pemerintah akan dilaksanakan secara besar-besaran.

"Di sisi lain, para pelaku pasar juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam rangka menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi domestik di tengah-tengah pelemahan rupiah," ujar Nafan seperti dikutip dari Antara.

Dibuka melemah, IHSG terus berada di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks berbalik menguat hingga penutupan bursa saham. Secara sektoral, delapan sektor meningkat dimana sektor konsumer naik paling tinggi yaitu 7,79 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor manufaktur masing-masing 5,75 persen dan 5,74 persen. Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor aneka industri dan sektor keuangan masing-masing 1,61 persen dan 1,4 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 794,02 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 587.949 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,62 miliar lembar saham senilai Rp 13,18 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 224 saham menurun, dan 118 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1.096 poin atau 5,05 persen ke 22.805,1 poin. Begitu pula dengan indeks Straits Times Singapura naik 117,85 poin atau 5,1 persen ke 2.428,5 poin. Sedangkan bursa saham Jepang tutup.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Sempat Terjungkal, IHSG Ditutup Naik 0,24 Persen
Setelah sempat terkoreksi tajam di atas lima persen sehingga perdagangan dihentikan sementara (trading halt), IHSG berhasil naik lagi.
Covid-19 Mengerikan, IHSG dan Bursa ASEAN Merah Lagi
Baru sehari bursa saham di Asia menikmati tren positif dengan indeks yang menghijau, hari ini kembali terjungkal.
Pasca Terjun Bebas, IHSG dan Bursa Asia Naik Lagi
Setelah terjun bebas pada hari-hari sebelumnya, bursa saham di kawasan Asia Tenggara pada penutupan perdagangan, Selasakembali rebound.
0
Lapak Berjarak Diterapkan di Pasar Bitingan Kudus
Pemkab Kudus mulai menerapkan physical distancing di Pasar Bitingan. Jarak lapak diatur sedemikian rupa agar pedagang tidak berdekatan.