Pasca Terjun Bebas, IHSG dan Bursa Asia Naik Lagi

Setelah terjun bebas pada hari-hari sebelumnya, bursa saham di kawasan Asia Tenggara pada penutupan perdagangan, Selasakembali rebound.
Ilustrasi - Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara/Reno Esnir/pd)






Jakarta -Setelah terjun bebas pada hari-hari sebelum, bursa saham di kawasan Asia Tenggara pada penutupan perdagangan, Selasa, 10 Maret 2020 kembali rebound. Menghijau kembali indeks saham dipicu oleh upaya pemberian stimulus untuk mengantisipasi dampak dari penyebaran virus corona jenis Covid-19.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjanji untuk menempuh kebijakan untuk menangkal dampak virus corona terhadap perekonomian negeri Paman Sam itu. Spekulasi pemangkasan suku bungan acuan yang dilakukan sejumlah bank sentral negara-negara utama dan kebijakan fiskal juga memberikan respon positif terhadap perilaku pelaku pasar.

"Harapan akan langkah-langkah stimulus lebih lanjut direspon positif pelaku pasar," kata Joel Ng, analis KGI Securities yang berbasis di Singapura, seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 10 Maret 2020. Kedatangan Presiden China, Xi Jiping ke pusat epidemi virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei juga mengangkat sentimen positif di bursa Asia Tenggara.

Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA mengatakan setiap langkah yang dilakukan oleh otoritas moneter dan fiskal tidak akan menjadi obat mujarab untuk penyakit yang menyapu dunia (virus corona). "Mereka hanya bisa mengurangi situasi, tidak membuatnya pergi," katanya.

Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)bangkit sejalan dengan kenaikan bursa saham Asia. IHSG ditutup menguat 84,02 atau 1,64 persen ke posisi 5.220,83 poin. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 18,72 atau 2,3 persen menjadi 832,47 poin.

"Sentimen positif bagi indeks hari ini yaitu kebijakan buyback pemerintah terhadap emiten-emiten diapresiasi market. Selain itu, kebijakan Trump untuk memotong pajak payroll pada akhirnya memperoleh apresiasi dari seluruh pelaku pasar secara global," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Dibuka menguat, IHSG nyaman berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, sembilan sektor meningkat dimana sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 2,38 persen, diikuti sektor konsumer dan sektor manufaktur masing-masing 2,19 persen dan 1,93 persen. Satu sektor terkoreksi yaitu sektor pertanian sebesar 0,04 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 856,9 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 521.637 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,82 miliar lembar saham senilai Rp 7,25 triliun. Sebanyak 255 saham naik, 145 saham menurun, dan 143 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 168,3 atau 0,85 persen ke 19.867,1 poin. Hal yang sama juga terjadi pada indeks Hang Seng Hong Kong menguat 3,52 atau 1,41 persen ke 25.392,5 poin, dan indeks Straits Times Singapura menguat 51,35 atau 1,85 persen ke 2.833,72 poin. Di bursa Manila, indeks saham naik 0,09 persen dari 6.312,61 menjadi 6.318,38 poin. Begitu pula dengan bursa Kuala Lumpur, indeks naik tipis 0,44 persen dari 1.424,16 menjadi 1.430,47 poin.[]

Baca Juga:


Berita terkait
IHSG Babak Belur, 12 BUMN Buyback Saham Rp 8 Triliun
BUMN akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham 12 perseroan pelat merah, seusai anjloknya IHSG hingga enam persen.
IHSG Melemah, OJK Izinkan Buyback Tanpa RUPS
OJK mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang sebelumnya dilepas perseroan.
IHSG Anjlok, Kementerian BUMN Pertimbangkan Buyback
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum memutuskan melakukan pembelian kembali atau buyback saham-saham perseroan pelat merah.
0
Mengenal Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud
Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud bertujuan mengembangkan keterampilan kerja agar sesuai kebutuhan Industri dan dunia usaha.