UNTUK INDONESIA
Para Pendukung Airlangga vs Bamsoet jadi Ketum Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersaing dengan Bamsoet, untuk menjabat lagi. Keduanya memiliki basis pendukung kuat.
Ilustrasi saling mendukung. (Foto: Pixabay/Mohamed_Hassan)

Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto punya 'saingan' jika berniat menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah nasional (Munas) Desember mendatang, yaitu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). Keduanya memiliki basis pendukung yang kuat.

Sejumlah kader yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) bahkan mendeklarasikan bahwa Bamsoet pantas menjadi ketua umum Partai Golkar selanjutnya, menggantikan Airlangga. Alasan, periode kepemimpinan Airlangga tak membawa hasil yang bagus untuk Golkar di Pemulihan Umum (Pemilu) 2019.

Sejak deklarasi BPPG pada pertengahan Juni, mulailah bermunculan dukungan serupa dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan petinggi Partai Golkar, baik pada Airlangga maupun Bamsoet.

Siapa sajakah petinggi partai yang juga menyampaikan dukungan bagi Bamsoet maupun Airlangga untuk maju menjadi ketua umum?

Pendukung Bamsoet

1. Akbar Tanjung

Akbar TanjungWakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung. (Foto:lombokita.com)

Dukungan untuk Bamsoet, datang dari Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung. Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004 itu menyampaikan sinyal-sinyal dukungan pada Bamsoet pada akhir Juni lalu.

"Saya dengar Adinda Bambang Soesatyo yang saat ini Ketua DPR ingin maju sebagai (calon) Ketua Umum Partai Golkar. Saya pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar karena kepandaian dan kemampuan saya. Jadi, kalau ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar haruslah pandai-pandai. Saya dukung karena kita sepakat kader-kader kita harus menduduki berbagai posisi penting," ujarnya saat menghadiri halalbihalal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di rumah dinas Ketua DPR, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Hanya saja, belum sampai waktu Munas, Ketua DPR ke-13 itu mengklarifikasi bahwa maksud pernyataannya bukan dukungan secara personal terhadap Bamsoet.

"Tidak benar bahwa Pak Akbar pernah menyatakan dukungan secara eksplisit terhadap Saudara Bambang Soesatyo untuk menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar," ucap Koordinator bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP  Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung dalam keterangan tertulis, Selasa 9 Juli 2019.

2. Aburizal Bakrie

Aburizal BakrieKetua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie

Dua hari sebelum deklarasi dukungan BPPG terhadap Bamsoet, beredar surat yang datang dari Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Isinya permintaan evaluasi menyeluruh untuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Salah satu evaluasi untuk DPP Partai Golkar terkait penurunan jumlah kursi legislatif di tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota pada Pemilu 2019.

"Dewan Pembina Partai Golkar berpendapat bahwa hasil yang dicapai dalam Pemilu 2019 ini dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh DPP-PG sebagaimana dimaksud dalam butir satu merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban dan menjadi bahan penilaian kinerja DPP-PG dalam Munas PG 2019," seperti dikutip Tagar dari surat Nomor: K-21/WANBIN/GOLKAR/2019 Jakarta, 25 Juni 2019, yang ditandantangi oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Hafiz Zawawi.

Surat tersebut kemudian dikait-kaitkan dengan dukungan terhadap Bamsoet karena Ical mengevaluasi kepemimpinan Airlangga. Padahal, menurut Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Ibnu Mundzir evaluasi yang dimaksud bukan terfokus pada kerja Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar melainkan evaluasi pada DPP Partai Golkar secara menyeluruh.

"Bukan evaluasi kepemimpinan Pak Airlangga," ujar Ibnu pada pekan lalu.

3. Yorrys Raweyai, dkk.

Yorrys RaweyaiPolitisi Senior Partai Golkar Yorrys Raweyai. (Foto:lintaspapua.com)

Politisi Senior Partai Golkar Yorrys Raweyai, Freddy Latumahina, Darul Siska, Samsurizal, dan Nofel Saleh Hilabi, Aziz Smaual melabuhkan dukungan terhadap Bamsoet. Menurut mereka, dalam dua tahun kepengurusan, Airlangga telah melakukan hal yang bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan peraturan organisasi.

"Dalam dua tahun kepengurusan bertentangan dengan AD/ART, masih ada sembilan Plt yang dibentuk atau ditetapkan dalam kepengurusan DPP sekarang ini, yang belum melaksanakan musyawarah daerah definitif. Ini melanggar ketentuan AD/ART," kata Yorrys saat konferensi pers di Restoran Batik Kuring SCBD, Jakarta Selatan, Minggu 7 Juli 2019.

Terlebih, Yorrys ingin adanya kaderisasi kepemimpinan dalam tubuh Golkar. Dia menyatakan kaderisasi adalah tradisi yang sudah dibangun Golkar sejak lama.

"Kepemimpinan Golkar sebagai satu kekuatan politik orang yang senantiasa melakukan kaderisasi dari waktu ke waktu secara alamiah berjenjang. Itulah tradisi Golkar yang dibangun sejak berdirinya Golkar. Ketum itu hanya sekali, tidak boleh dua kali," tuturnya.

Pendukung Airlangga Hartarto

1. Melchias Marcus Mekeng, dkk.

Melchias Marcus MekengKetua Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng. (Foto:dpr.go.id)

Jajaran elite Golkar terdiri dari Melchias Marcus Mekeng, Agus Gumiwang Kartasasmita, Adies Kadir, Roem Kono, Aziz Syamsuddin, Zainudin Amali, Lodewijk F. Paulus, Dito Ganinduto, dan Happy Bone Zulkarnain membulatkan suara mendukung Airlangga menjadi ketua umumnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng menilai Airlangga kini sudah matang dalam politik, organisasi, legislatif, dan eksekutif. Maka, Airlangga merupakan sosok yang mumpuni untuk memimpion Golkar lima tahun ke depan.

2. Ace Hasan Syadzily, dkk.

Ace Hasan SyadzilyJuru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Sumber: Instagram @ace.hasan.syadzily)

Selain jajaran elite politik Golkar atau tim sembilan, Airlangga juga jelas mendapat dukungan dari tim pendukung, yaitu Ace Hasan Syadzily, Rizal Malarangeng, Yahya Zaini, Satya Yudha, Budi Setiawan, Taufik Hidayat, dan Ahmad Doli Kurnia, dan Aziz Syamsuddin. []

Berita terkait
0
Bahaya Konsumsi Ciu untuk Kesehatan Tubuh
Ciu sudah dikenal di kalangan masyarakat luas, yang dampaknya sangat berbahaya jika sudah mengonsumsinya.