Paolo Maldini Kritik Revolusi Rangnick di AC Milan

Revolusi calon pelatih AC Milan Ralf Rangnick dikritik sang legenda Paolo Maldini. Rangnick yang andalkan pemain muda bakal bangun Milan dari nol.
Revolusi calon pelatih AC Milan Ralf Rangnick dikritik sang legenda Paolo Maldini. Rangnick yang andalkan pemain muda bakal membangun Milan dari nol. Padahal tim sudah mapan. (Foto: acmilan.com)

Jakarta - Revolusi calon pelatih AC Milan Ralf Rangnick kembali dikritik sang legenda Paolo Maldini. Rangnick yang mengandalkan pemain muda justru bakal membangun Milan dari nol lagi. Padahal, tim yang dibangun pelatih Stefano Pioli dinilai sudah mulai mapan. 

Sir Alex Ferguson pernah diledek seorang pundit sepak bola, Alan Hansen, saat Manchester United mengandalkan deretan anak muda berusia belasan tahun, Ryan Giggs, David Beckham, Gary dan Phil Neville serta Paul Scholes pada musim 2005. Hansen yang sebelum pensiun merupakan andalan Liverpool, rival Man Utd, berkata, "You can't anything with kids". Saat itu, Hansen mengomentari pertandingan Man Utd yang dihajar Aston Villa 3-1. 

Namun yang terjadi justru kebalikannya. Meski melakukan start buruk, pasukan muda Man Utd malah mendominasi Liga Premier Inggris. Bahkan The Red Devils menjadi juara liga dengan tim anak-anak. Dan selanjutnya sejarah mencatat bagaimana Man Utd menguasai Inggris pada tahun-tahun berikutnya. 

Tak ada tim yang bisa menang atau juara hanya dengan mengandalkan pemain muda

Hal sama secara tidak langsung dikatakan Maldini. Meski tidak secara langsung menunjuk pada revolusi Rangnick bila datang ke Milan, namun dirinya menilai apa yang dilakukan eks pelatih RB Leipzig itu justru sia-sia. 

Menurut Maldini, Milan tetap membutuhkan pemain senior. Ini seperti saat dirinya masuk tim senior. Maldini didampingi 2 senior, Franco Baresi dan Mauro Tassotti.

"Kami sebaiknya melupakan usia pemain. Kami sudah memiliki banyak pemain muda. Jadi kami perlu mendatangkan pemain yang berpengalaman seperti [Zlatan] Ibrahimovic dan Simon Kjaer. Mereka bisa membantu mereka berkembang," kata Maldini seperti dikutip Football Italia

"Bila tak ada Franco Baresi dan Tassotti di sisi saya saat saya memulai karier, saya tidak akan pernah mencapai apa sudah saya lakukan dalam karier ini. Pasalnya saya memang kurang percaya diri," tutur mantan bek tengah Milan dan Italia ini lagi. 

Andalkan Anak Muda, Milan Sulit Juara

Menurut Maldini bila hanya mengandalkan anak-anak muda, tim bakal sulit menang atau bahkan juara. Mantan kapten Gli Azzurri ini mengatakan saat pemain mengenakan jersey, beban mereka sudah sangat berat. 

"Tak ada tim yang bisa menang atau juara hanya dengan mengandalkan pemain muda. Lebih dari itu mengenakan jersey berarti memiliki tanggung jawab dan beban yang berat. Dalam sejarahnya, sulit mengandalkan anak muda untuk menghadapi tekanan itu," jawab Maldini lagi. 

Sikap Maldini menunjukkan dirinya tak sepakat dengan revolusi Rangnick yang memilih mengandalkan anak muda. Pemain berusia rata-rata 20 sampai 24 atau 25 akan menjadi tulang punggung Rossoneri

Ironis karena Rangick bakal merombak skuat Pioli yang sudah mapan. Apalagi para pemain Pioli mulai mencuat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. 

"Kami butuh stabilitas pada tim. Saya yakin kami meraih hasil bagus bersama pelatih Pioli. Dan itu sudah terbukti. Saya tahu tim ini bakal makin berkembang. Selama lockdown, pelatih Pioli mendapat kesempatan memberikan latihan secara intensif. Hal yang tak bisa dilakukan sebelumnya karena dia memang tak punya banyak waktu," ucap Maldini. 

"Banyak pemain baru yang bermain bagus seperti Ante Rebic, Zlatan, Ismael Bennacer. Dan ada satu pemain yang membuat saya paling terkesan, Frank Kessie. Dia pemain yang komplet dan mampu membuat perbedaan," kata dia. 

Maldini juga kembali menyatakan bila klub tidak menunjukkan sikap hormat kepada Pioli saat membuat kesepakatan dengan Rangnick. Pasalnya itu dilakukan saat Pioli masih menangani tim.  

"Perlu saya ulangi lagi, kata-kata itu tidak menunjuk pada orang tertentu. Itu lebih pada cara yang digunakan," ucap Maldini. 

Langkah Milan yang hendak mendatangkan Rangick memang dipertanyakan karena Pioli dinilai sukses mengarsiteki juara Liga Champions 7 kali ini. Mantan pelatih Fiorentina mampu membawa tim memperbaiki posisinya. Kini, Milan yang menduduki peringkat 7 bersaing dengan AS Roma dan Napoli memperebutkan tiket ke Liga Europa. []

Berita terkait
Kalahkan Parma, AS Roma Geser Napoli dan AC Milan
AS Roma menghentikan rekor buruk saat mengalahkan Parma. Kemenangan itu menjadikan Roma menggeser Napoli dan AC Milan untuk merebut peringkat 5.
Ibrahimovic Gabung Sejak Awal, Milan Raih Scudetto
Striker Zlatan Ibrahimovic menyebut dia sebagai inspirasi kemenangan AC Milan. Dia yakin bila bergabung sejak awal, Milan bisa meraih Scudetto.
Milan Vs Juventus, Mentalitas Jadi Penentu
Kekuatan mental jadi penentu kemenangan AC Milan atas Juventus. Tertinggal lebih dulu, Milan dengan mentalitas kuat bisa bangkit kalahkan Juve.
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.