UNTUK INDONESIA
Pangsa Pasar Indocement Meningkat 26 Persen Ditengah Pandemi
Pangsa pasar PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat pertumbuhan tipis pada pangsa pasar di triwulan III 2020 dari 25,7 menjadi 26 persen.
Pangsa pasar PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat pertumbuhan tipis pada pangsa pasar di triwulan III 2020 dari 25,7 menjadi 26 persen. (Foto: Tagar|Istimewa|Indocement Kompleks Pabrik Citeureup).

Jakarta - Pandemi Covid-19 berimbas pada kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Volume semen domestik pada triwulan III 2020 (Q3 2020) turun 7,7 persen atau 972 ribu ton dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi 11.627.000. Begitu pula permintaan semen domestik nasional turun 9 persen, sehingga pangsa pasar perseroan hanya meningkat tipis 25,7 persen pada Q3 2019 menjadi 26 persen di Q3 2020.

Pada sisi volume penjualan domestik (semen dan klinker) turun 9,7 persen (1,29 juta ton) menjadi 12,1 juta ton. Antonius Marcos, Direktur dan Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, pangsa pasar di Jawa meningkat 60 bps dari 34,2 persen menjadi 34,8 persen dan di luar Jawa meningkat 80 bps dari 14,6 persen menjadi 15,4 persen. Peningkatan di Jawa didorong oleh pangsa pasar dari keseluruhan Jawa Barat (80 bps dari 45,7 persen menjadi 46,5 persen) dan pangsa pasar Jawa Tengah (200 bps dari 33,2 persen menjadi 35,2 persen).

Dari sisi laba bersih Indocement turun 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 1,12 triliun.

Menurutnya, pertumbuhan di luar Jawa didorong dari pulau-pulau utama didorong oleh pengoperasian penuh Kompleks Pabrik Tarjun setelah musim liburan pertengahan tahun ini. "Selama sebagian besar pada Q3 tahun lalu, Kompleks Pabrik Tarjun mengalami perbaikan besar pada pembangkit listriknya dan kemudian pada saat Q2 tahun 2020," kata Antonius dalam keterangan tertulis.

Pendapatan bersih Indocement turun 10,6 persen dari 11,35 triliun menjadi Rp 10, 15 triliun pada Q3 2020. Hal ini disebabkan oleh kombinasi volume penjualan dan harga jual rata-rata yang lebih rendah.

Beban pokok pendapatan perseroan turun 12,5 persen dari Rp 7,67 triliun menjadi Rp 6,7 triliun lantaran imbas penurunan volume penjualan dan penurunan harga batu bara. Termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan pada biaya produksi seperti peningkatan penggunaan batu bara bernilai kalori rendah (LCV) dan bahan bakar alternatif.

Sebagai hasil, margin laba kotor meningkat 150 bps menjadi 33,9 persen pada Q3 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 32,4 persen. Namun secara jumlah turun sebesar 6,5 persen dari Rp 3,68 triliun menjadi Rp 3,44 triliun.

Marjin EBITDA meningkat 140 bps dari 18,4 persen menjadi 19,8 persen. Sedangkan marjin laba operasi meningkat 30 bps dari 10,7 persen menjadi 11 persen untuk Q3 2020.

Penurunan juga terjadi pada pendapatan keuangan bersih yang turun 12 6 persen dari Rp 269,2 miliar menjadi Rp 235,2 miliar. "Ini disebabkan suku bunga yang relatif lebih rendah pada tahun 2020," tutur Antonius.

Dari sisi laba bersih perseroan turun 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 1,12 triliun. Persentase penurunan ini lebih rendah dari penurunan total pendapatan lantaran penghematan biaya dan upaya efisiensi.

Terkait dividen, perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp 1,8 triliun (Rp 500 per saham) pada Agustus 2020. Ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 100,3 persen. Pembayaran dividen tahun lalu dilakukan pada Juni 2019 sebesar Rp 2,03 triliun (Rp 550 per saham) atau setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 176,7 persen.

Setelah pembayaran dividen, perseroan tetap mampu mempertahankan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas menjadi Rp 6,8 triliun. Arus kas yang kuat dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang berkelanjutan untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk menjaga neraca keuangan yang kokoh.

Dengan tidak adanya utang pada bank, Indocement siap menghadapi tantangan situasi ekonomi di tengah masa pandemi yang masih berlanjut. Termasuk kondisi kelebihan pasokan semen nasional dan berbagai pilihan yang tersedia di tengah masa konsolidasi industri semen. []

Berita terkait
Cek Jadwal Pembagian Dividen Saham Sido Muncul
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membagikan dividen kepada pemegang saham untuk periode tahun buku 2020.
Gudang Garam Tidak Bagikan Dividen, Ada Apa?
Setelah bertahun-tahun loyal kepada pemegang saham, Gudang Garam (GGRM) memutuskan menyimpan seluruh perolehan laba pada 2019
Indocement Bagi Dividen Rp 1,83 T, Cek Jadwalnya
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Indocement Tunggal Prakarsa memutuskan pembagian dividen senilai Rp 1,83 triliun dari laba bersih 2019.
0
Pangsa Pasar Indocement Meningkat 26 Persen Ditengah Pandemi
Pangsa pasar PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat pertumbuhan tipis pada pangsa pasar di triwulan III 2020 dari 25,7 menjadi 26 persen.