Pandemi Virus Corona Menggeliat Thailand Batasi Perjalanan

Pemerintah Thailand melaporkan 527 kasus baru virus corona dan mengatakan akan memperketat pergerakan orang di berbagai penjuru negara itu
Buruh migran dan keluarganya naik truk sambil menunggu dirawat di rumah sakit khusus untuk perawatan pasien Covid-19, di Samut Sakhon, Selatan Bangkok, Thailand, 4 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Bangkok - Pemerintah Thailand Selasa, 5 Januari 2021, melaporkan 527 kasus baru virus corona dan mengatakan akan memperketat pergerakan orang di berbagai penjuru negara itu. Peningkatan kasus virus corona di Negeri Gajah Putih itu membuat pemerintah melakukan langkah-langkah untuk menghadapi pandemi.

Dari jumlah kasus baru yang dikonfirmasi Selasa, 5 Januari 2021, 439 di antaranya adalah pekerja migran yang telah diisolasi, seperti disebutkan petugas dari Pusat Penanggulangan Covid-19. Badan itu juga melaporkan, 82 kasus transmisi lokal dan enam wisatawan termasuk dalam kasus baru yang dilaporkan.

Thailand sedang kesulitan menanggulangi lonjakan mendadak jumlah kasus setelah berbulan-bulan hampir tidak ada kasus penularan domestik. Rumah-rumah sakit lapangan didirikan di beberapa wilayah yang mencatat banyak kasus.

seorang polisiSeorang polisi memberi sinyal pada kendaraan untuk berhenti di pos pemeriksaan di perbatasan provinsi Samut Sakhon dan Bangkok, di Thailand, 4 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota Bangkok, kini memberlakukan berbagai pembatasan. Pemerintah mengatakan akan membatasi perjalanan antarprovinsi yang terdampak virus untuk barang, kargo dan manusia, serta mendirikan pos pemeriksaan di beberapa jalan.

Meskipun telah membatalkan berbagai kegiatan dan pertemuan publik, serta menutup sekolah, bar, dan tempat bersosialisasi lainnya, pemerintah belum mengambil tindakan seketat yang diberlakukan pada Maret lalu, ketika menyatakan telah berhasil menghentikan transmisi lokal.

Pusat-pusat perbelanjaan masih tetap buka dengan memberlakukan jarak sosial, sementara makan dalam ruangan di restoran diperbolehkan hingga pukul 9 malam.

pm thailandPM Thailand Prayuth Chan-ocha di Gedung Parlemen Thailand, di Bangkok, 27 Mei 2020. (Foto: dok/voaindonesia.com-AP).

PM Prayuth Chan-ocha menganjurkan orang-orang untuk tinggal di rumah. “Kami tidak ingin melakukan lockdown nasional karena kami tahu apa masalahnya, jadi bisakah Anda menahan diri untuk tidak bepergian,” katanya.

“Ini terserah semua orang, jika tidak ingin terinfeksi tinggal di rumah selama 14 hingga 15 hari. Jika Anda berpikir seperti ini maka semuanya akan aman, dan pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan.”

Pemerintah juga telah berusaha keras untuk memperoleh lebih banyak vaksin setelah sebelumnya bersikap tenang-tenang saja.

seorang perempuanSeorang perempuan mengenakan masker, saat berjalan melewati patung Buddha emas di Bangkok, 5 Januari 2021, setelah pemerintah Thailand memberlakukan pembatasan wilayah akibat pandemi Covid-19. (Foto: voaindonesia.com - Jack TAYLOR/AFP)

Prayuth mengatakan pada hari Senin, 4 Januari 2021, bahwa Thailand sedang berusaha untuk mendapatkan 63 juta dosis vaksin. Jumlah itu sebetulnya tidak memadai, bahkan untuk setengah dari jumlah penduduk negara itu yang mencapai sekitar 70 juta, karena setiap orang membutuhkan sedikitnya dua dosis vaksin yang dibeli negara itu dari Pfizer-BioNTech.

Thailand sejauh ini hanya bisa memastikan akan mendapat sekitar 28 juta dosis vaksin (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Thailand Tuduh Migran Ilegal Penyebab Lonjakan Virus Corona
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha, menyalahkan perebakan virus corona terkait pekerja migran di pasar ikan terbesar di kerajaan itu
Thailand Tarik Turis Muncul Lonjakan Kasus Baru Virus Corona
Thailand longgarkan pembatasan, catat lonjakan angka kasus harian baru tertinggi Covid-19 yang berasal dari sektor industri makanan laut
Thailand Gabung AstraZeneca Produksi Vaksin Virus Corona
Perusahaan Thailand bergabung dengan AstraZeneca memproduksi vaksin virus vorona (Covid-19) untuk Asia Tenggara
0
Sejumlah Aturan Baru PPDB 2021 untuk SD Hingga SMK
Kemendikbudristek menetapkan delapan aturan baru dalam PPDB 2021 mulai dari perubahan batas usia hingga daya tampung sekolah pada zonasi peserta.