UNTUK INDONESIA
PAN Heran, WNI yang Diobservasi di Natuna Dicibir
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengimbau agar masyarakat tidak menstigma buruk 238 WNI yang diobservasi dan dikarantina di Natuna.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Antara/www.dpr.go.id)

Jakarta - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengimbau agar masyarakat tidak menstigma buruk 238 warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Natuna. 

Dia mengatakan, seharusnya keberadaan WNI di Natuna diapresiasi masyarakat, karena mereka bersedia menjalani proses observasi, juga dikarantina selama dua pekan.

Namun, mereka mau diobservasi dan dikarantina demi kepentingan banyak orang

“Kesediaan mereka untuk diobservasi mestinya malah dipuji. Itu menandakan bahwa mereka siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan dikhawatirkan masyarakat," katanya kepada Tagar, Selasa, 11 Februari 2020.

Saleh menyesalkan adanya stigma buruk yang diperlihatkan masyarakat kepada WNI yang baru saja dipulangkan dari Wuhan, China. Sebab, mereka semua dalam kondisi sehat.

Keinginan pemerintah agar dilakukan observasi terlebih dahulu, dikatakan dia, juga untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

"Saya menghimbau agar masyarakat tidak memberikan label atau stigma buruk kepada mereka yang dikarantina. Sebab, sama halnya dengan warga negara lainnya, mereka ini justru juga sehat. Namun, mereka mau diobservasi dan dikarantina demi kepentingan banyak orang," ujarnya.

Selanjutnya, masa inkubasi virus corona diyakini dia hanya dalam rentang waktu 14 hari. Hal itu Saleh ketahui menurut aturan dan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO

Kendati demikian, anggota Fraksi PAN ini meminta agar pemerintah tetap berhati-hati. 

"Semua negara mestinya memakai standar itu. Apalagi Indonesia, mestinya lebih berhati-hati lagi. Pasalnya, Indonesia adalah negara keempat terbesar di dunia. Karena itu, upaya proteksi, advokasi, dan pembinaan masyarakat harus benar-benar ditingkatkan," ucapnya.

"Mereka yang baru pulang dari Wuhan memang sehat. Tetapi karena mereka baru pulang dari tempat di mana berkembang virus corona, mau tidak mau mereka harus diobservasi, dievaluasi, dan dipantau perkembangannya. Ini tidak hanya berguna bagi orang lain, tetapi lebih berguna lagi bagi diri mereka dan keluarga," tambahnya.

Saleh juga menghimbau, jika selama 14 hari WNI telah dinyatakan terbebas dari virus corona, maka pemerintah harus segera mengembalikan mereka kepada keluarganya masing-masing.

"Harapannya, setelah 14 hari mereka semua dinyatakan bebas dari virus corona dan bisa bergabung bersama keluarganya masing-masing," kata Saleh. []

Berita terkait
WNI yang Dikarantina di Natuna Sehat, Boleh Pulang
Seluruh WNI yang telah dikarantina di Natuna dinyatakan dalam kondisi baik dan sehat. Mereka boleh pulang ke daerahnya masing-masing.
Karantina Natuna, Biaya 1 Kali Makan WNI Rp 100 Ribu
Dana sekali makan 237 WNI dari Wuhan, China, yang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau Rp 100 ribu.
Diobservasi di Natuna 13 Warga Jabar Segera Pulang
Dari 238 WNI yang dievakusi dari Wuhan saat ini diobservasi di Natuna, 13 warga Jabar, kemungkinakan akan dipulangkan pada 16 Februari 2020
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.