UNTUK INDONESIA
Ormas Garbi Bikinan Eks Petinggi PKS Jadi Partai Politik
Organisasi Masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), diakui salah satu pendirinya, Fahri Hamzah, bakal bermetamorfosis menjadi partai politik.
Anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), berpose bersama. (Foto: Garbi)

Jakarta - Organisasi Masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), diakui salah satu pendirinya, Fahri Hamzah, bakal bermetamorfosis menjadi partai politik. Fahri, sebelumnya diketahui merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Embrio Garbi memang diinisiasi orang-orang besar PKS, baik yang masih aktif, telah dipecat ataupun mengundurkan diri, di antaranya ada Fahri Hamzah, Jazuli Juwaini, Mahfudz Abdurrahman, Sukamta, Mahfuz Siddiq hingga Anis Matta.

Mereka membahas ide tentang Arah Indonesia Baru (ABI) semenjak masa pemilu 2014, sewaktu Anis Matta masih menjabat sebagai Presiden PKS. Kala itu, gagasan ABI dibentuk sebagai agenda yang diusung PKS sebagai partai politik.

Gagasan kemudian mulai disosialisasikan Anis Matta ke pimpinan PKS di wilayah setelah pemilu 2014, dan terus berlanjut bahkan hingga pergantian kepengurusan di Majelis Syuro dan DPP PKS Pada 2015.

Dalam salah satu wawancara di situs berita Tempo, Mahfuz Siddiq mengatakan ABI dimusuhi oleh sejumlah pimpinan PKS era Sohibul Iman. Gagasan dituding sebagai gerakan untuk mengkudeta PKS, bahkan banyak pengurus di daerah yang dicopot karena mengikuti diskusi ABI.

Lantaran itu, Mahfuz dan kawan-kawan mengubah ABI menjadi ormas sebagai wadah perjuangan. "Ya sudah kalau memang ini dimusuhi kita cari wadah alternatif untuk perjuangkan ini. Wadahnya bukan parpol tapi ormas Garbi," kata dia.

Menurut informasi yang terpampang pada situs resminya, Garbi merupakan gerakan yang mengajak masyarakat luas dengan cita-cita mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju di bidang Ekonomi, Teknologi, dan Militer.

Garbi memiliki jargon "Islam, Nasionalisme, Demokrasi, dan Kesejahteraan". Sementara visinya adalah untuk mewadahi ide gerak anak bangsa yang akan berkontribusi mewujudkan kemajuan Indonesia sebagai kekuatan ke-5 Dunia.

Sepanjang tahun 2018, Garbi menggelar deklarasi di berbagai daerah di tanah air. Pada tanggal 15 Desember tahun yang sama, deklarasi akbar bahkan dihelat di kawasan Matraman Raya, Jakarta Pusat.

Jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu, Garbi memutuskan berada di satu barisan dengan PKS mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sembari memperingatkan seluruh kader agar tidak memilih partai politik yang tidak bisa bersahabat dengan ormas tersebut.

Selepas pilpres, barulah Garbi digadang-gadang bakal berubah bentuk menjadi partai politik. Ide itu diakui Fahri Hamzah didapat dari aspirasi para simpatisan Garbi selama satu tahun terakhir.

"Ada gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia, itu bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik," kata Fahri kepada wartawan, Kamis, 11 Juli 2019.

Sebagai partai, kelak Garbi bakal menawarkan pandangan baru mengenai optimisme, serta melawan segala bentuk ide kontraproduktif. Fahri juga menekankan Garbi membuka pintu yang lebar kepada anak bangsa yang memiliki gagasan yang sama.

"Kami ingin memulai, sebenarnya dengan satu pendekatan yang memiliki implikasi yang menumbuhkan optimisme dan imajinasi tentang kebesaran Indonesia, dengan segala potensi yang kita miliki baik alam, manusia, dan sejarahnya," kata dia.

"Kami tidak mau basis itu berdasar pada politik aliran tradisional, tetapi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan," ujar Fahri.

Selaras dengan itu, Anis Matta mengklaim ormasnya telah memiliki modal dukungan cukup besar di berbagai daerah untuk bertransformasi menjadi partai. Dia bahkan mengaku siap keluar dari PKS jika kelak transformasi Garbi benar-benar terjadi.

"Kalau sekarang, sudah tersebar di Indonesia," kata Anis kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Juli 2019.

"Sekarang saya masih terdaftar di anggota Mejelis Syuro. Tapi, saya kira kalau nanti (Garbi) menjadi parpol, otomatis saya keluar (dari PKS)," kata dia.

Baca juga:

Berita terkait
0
Kapolda Sumut: Saya Merasakan Makan Pakai Telur
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, mengakui peran media sangat strategis untuk menentukan berkembangnya suatu daerah.