UNTUK INDONESIA
Obat-obatan Asal Indonesia Merasuki Polandia
PT Ferron Par Parmaceuticals akan ekspor lima juta tablet Avamina SR (1 kontainer) untuk cegah dan mengurangi efek penyakit diabetes di Polandia.
President Direktur Bioton S.A. Robert Newmann menerima secara simbolik obat-obatan asal Indonesia dari Dubes Siti Nugraha Mauludiah di kantor pusat Bioton di daerah Mazowiecki, Warsawa. (Foto: Antara/Dokumen KBRI)

Jakarta - Indonesia akan ekspor lima juta tablet Avamina SR (1 kontainer) ke Polandia. Salah satu fungsi obat tersebut adalah untuk mencegah dan mengurangi efek penyakit gula.

Ekspor obat pertama itu dikerjakan perusahaan PT Ferron Par Parmaceuticals, salah satu anak perusahaan Dexa Medika 

Seremoni penerimaan obat-obatan asal Indonesia dihadiri Duta Besar (Dubes) RI untuk Polandia, Siti Nugraha Mauludiah di kantor pusat Bioton di daerah Mazowiecki, Warsawa.

President Direktur Bioton S.A. Robert Newmann mengatakan obat-obat produksi PT. Ferron Par Parmaceuticals telah melewati serangkaian uji klinis yang memenuhi standar kesehatan di Polandia dan kualitas produksi tersebut memang telah terbukti secara klinis. 

"Obat-obat dengan merek dagang Avamina ini, dibutuhkan oleh para penderita diabetes atau penyakit gula di Polandia, memiliki kecenderung meningkat dari tahun ke tahun," kata dia di kantor pusat Bioton di daerah Mazowiecki, Warsawa, Polandia, dilansir dari Antara, Kamis, 5 September 2019.

Sementara itu, Dubes Siti mengatakan kerja sama antara Bioton S.A. dengan PT. Ferron Indonesia membuka lembaran baru kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Polandia di sektor kesehatan.

Dia berharap betul kerja sama ini dapat berjalan lancar dan meningkat di masa mendatang. 

Kepala Perwakilan RI di Polandia ini juga mengajak perlunya Bioton, S.A. mempertimbangkan menanamkan investasi di Indonesia untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara ASEAN lainnya.

Menurut Siti, ada kemungkinan pihak Bioton, S.A. menambahkan jumlah pesanan obat dari Indonesia, setelah melihat kualitas obat yang dihasilkan dan kondisi pasar di Polandia yang sangat membutuhkan obat diabetes. 

"Bahkan adanya keinginan pihak perusahaan menggunakan lebih banyak moda transportasi via udara untuk mempercepat kedatangan logistik barang ke negara Eropa Tengah," kata dia

Disamping bahan mentah dari obat-obat yang banyak terdapat di Indonesia, lanjutnya, faktor utama adanya demand dari pasar yang semakin meningkat seiring dengan membaiknya kualitas hidup kelompok produktif di Polandia dan kawasan Eropa Tengah.

"Diharapkan tahun ini pengiriman obat yang sama ke Polandia dapat mencapai 15 juta tablet. Polandia menjadi negara ketiga di Eropa yang menjadi tujuan export dari produk obat-obatan Dexa Medika, setelah Inggris dan Belanda," ucap dia.

Siti berharap, sektor kesehatan dapat menjadi salah satu primadona ekspor non migas menjadi profit bagus di masa yang akan datang. []

Berita terkait
DPR Sebut Data BPJS Kesehatan Mudah Dibobol
Data peserta BPJS Kesehatan disebutkan oleh anggota Komisi XI DPR mudah dibobol yang bisa mengakibatkan kerugian negara, BPS diminta merapikan data
Pria asal Samosir Tak Bayar Berobat di RS Bhayangkara
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto akan membawa Tumpal ke Rumah Sakit Bhayangkara di Medan untuk dilakukan perawatan.
Tiga Remaja di Sidrap Racik Obat Generik Jadi Narkotika
Tiga remaja di Kabupaten Sidrap. Sulawesi Selatan, ditangkap polisi karena meracik obat generik menjadi narkotika menyerupai ekstasi.
0
Relawan Salurkan Sembako Zona Merah Corona Makassar
Relawan Indonesia bersatu melawan Covid-19 salurkan paket Sembako di daerah zona merah Corona di Makassar.