UNTUK INDONESIA
Nelayan Maros dari Kalimantan Diantisipasi
Kedatangan nelayan Maros dari Kalimantan perlu diantisipasi. Kedatangan sejumlah nelayan ini diperkirakan Rabu, 1 April 2020.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif. (Tagar: Tagar/Aan)

Maros - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Muzayyin Arif meminta Pemerintah Kabupaten Maros untuk mengantisipasi kedatangan ratusan nelayan Maros yang baru saja tiba dari Pulau Kalimantan di Kampung Bontoa. Kedatangan sejumlah nelayan ini diperkirakan Rabu, 1 April 2020.

“Pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan alat skrining virus Corona guna mengantisipasi kedatangan nelayan dalam jumlah banyak yang diperkirakan enam ratus sampai seribu orang dari pulau Kalimantan yang akan pulang kampung di Bontoa,” kata Muzayyin dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2020.

Setelah dilakukan skrining, nelayan yang baru tiba ini akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Legislator asal Maros itu menyebut informasi yang dia terima dari warga Kecamatan Bontoa Maros, ratusan nelayan ini perjalanan kembali pulang setelah melaut selama beberapa bulan dan pantauan terakhir di perairan kalimantan hendak menuju pulang.

“Laporan tenaga medis di Bontoa menyebut kesulitan alat skrining, sehingga bantuan dari pemerintah sangat diperlukan dalam mengantisipasi carrier atau orang pembawa virus yang akan masuk sehingga harus dideteksi sejak dini,” tambahnya.

Ia menambahkan, meski dari Puskesmas Bontoa akan  melaksanakan pemeriksaan awal sebagai protokol tanggap darurat virus corona, namun tenaga medis yang bertugas juga harus ditunjang dengan ketersediaan alat dan tambahan tenaga sebagai langkah antisipasi.

“Setelah dilakukan skrining, nelayan yang baru tiba ini akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Tapi persoalannya, alat skrining disana kurang, hanya satu sehingga perlu tambahan, mengingat yang datang orang banyak," ujar Muzayyin.

Berkaitan dengan persoalan itu, Muzayyin secara khusus meminta kepada pemerintah Maros memberi perhatian pada masyarakat Bontoa sekaitan dengan kedatangan ratusan orang nelayan dari luar provinsi.

Berdasarkan data dari laman resmi penanganan virus Corona di Sulsel, saat ini di Kabupaten Maros jumlah warga yang positif Corona per Senin, 30 Maret 2020 berjumlah tiga orang, PDP lima orang, dan ODP sebanyak 80 orang. []

Berita terkait
PTB Maros Kembali Buka, Hanya Layani Take Away
Pemda Maros akan kembali membuka kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) mulai, Selasa 1 April 2020 besok.
Status Covid-19 di Maros Meningkat ke Level Waspada
Pemkab Maros meningkatkan level penanganan virus Corona dari darurat menjadi level waspada.
Corona di Maros Tiga Positif, ODP 77 Orang
jumlah warga di Kabupaten Maros yang positif terjangkit corona sudah menjadi tiga orang.
0
Awal Ramadan, Harga Sembako di Banda Aceh Menurun
Harga sejumlah bahan sembako di Kota Banda Aceh, Aceh terpantau masih stabil pada awal hingga 8 Ramadan 1441 Hijriah