UNTUK INDONESIA
Nama Pulau versi Rahmat Baequni dengan versi Sejarah
Ustaz Rahmat Baequni yang menganggap desain Masjid Ridwan Kamil simbol Iluminati, kini ditertawakan usai mengulas nama pulau.
Ustaz Rahmat Baequni dengan seorang rekan di sebuah kesempatan di Yogyakarta. (Foto: Instagram/ustadzrahmatbaequni)

Jakarta - Ustaz Rahmat Baequni adalah pengkhotbah yang namanya pernah dibicarakan publik karena menganggap desain Masjid Al Safar (rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil) adalah simbol Iluminati. kini dia kembali disebut-sebut usai mengulas nama-nama asli pulau di nusantara, atau lebih tepatnya dicibir atau ditertawakan.

Cibiran tersebut berasal dari isi rekaman video terakhir Rahmat Baequni. Di video tersebut dia memaparkan asal usul nama-nama pulau di Indonesia.

Ini mirip dengan Gaj Ahmada itu ya? Semuanya mau di-Islam-kan dengan cocokologi? Selama ada literatur atau bukti sejarah oke saja sebagai bahan kajian. Tapi kalau tak ada, ya begitu deh.

Rekaman pemaparan tersebut diunggah salah satunya oleh pengguna akun jejaring sosial Twitter, @narkosun, Kamis 13 Juni 2019.

"Jamaah twiteriyah yang budiman. Jadi begini asal muasal nama-nama pulau di Indonesia. Asyamatiro: Syumatra – Sumatra; AI Jawwu: Jawa; Barru'un - Barnau – Borneo; Makassaro - Kassaro yu kassiru; Jaziratul Muluk – Maluku; Billadul nurul islami - Papua Nugini," tulis akun @narkosun.

Dalam rekaman tersebut, ustaz itu menerangkan nama Jawa berasal dari bahasa Arab: Al Jawwu. Artinya tempat yang tinggi dan dingin. Dan keterangan beberapa pulau lainnya.

Rekaman itu mendapat tanggapan dari Rais Syuriah PCINU Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.

"Ini mirip dengan Gaj Ahmada itu ya? Semuanya mau di-Islam-kan dengan cocokologi? Selama ada literatur atau bukti sejarah oke saja sebagai bahan kajian. Tapi kalau tak ada, ya begitu deh. Coba kita tanya Kang Prof @ofathurahman apa ada naskah Nusantara klasik yang mendukung pernyataan tersebut," cuit Gus Nadir lewat akun Twitternya.

Menanggapi colekan Gus Nadir, Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjawab lewat akun media sosialnya bahwa di manuskrip abad 13, kata Jawah bukan merujuk ke Jawa, tapi Nusantara.

Beda Dua Versi

Tentu saja asal nama pulau versi Rahmat Baequni sangat berbeda dari versi sejarah Indonesia. Berikut Tagar mengumpulkan dari berbagai sumber, perbedaan dari keduanya.

Nama-nama asli pulau di Nusantara versi Rahmat Baequni

- Asyamatiro menjadi Syumatra, yang sekarang disebut Sumatra.

- AI Jawwu, yang sekarang menjadi Jawa.

- Barru'un menjadi Barnau, yang sekarang disebut Borneo (Kalimantan).

- Makassaro dari kata Kassaro yu kassiru, yang sekarang bernama Makasar (bagian dari Sulawesi).

- Jaziratul Muluk, yang kemudian diubah oleh orang Portugis menjadi Maluku.

- Billadul nurul islami, yang sekarang menjadi Papua Nugini.

Nama-nama asli pulau di Nusantara versi Sejarah 

- Samudera (nama kerajaan Samudera Pasai), menjadi Sumatera  

Sebelumnya banyak yang menyebut dengan Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora. Orang Belanda dan Inggris pada abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, Sumatera

- Pulau Jawa, diambil dari nama tanaman jáwa-wut yang terkenal di pulau ini. Sumber lain menyatakan bahwa kata Jawa berasal dari Proto-Austronesia yang berarti rumah.

- Borneo dan Kalimantan

1. Borneo dari kata Kesultanan Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan kerajaan besar dan luas (mencakup Serawak dan sebagian Sabah). Para pedagang Portugis dan orang Eropa menyebutnya Borneo. Namun penduduk asli menyebutnya sebagai pulo Klemantan.

2. Menurut Crowfurd dalam Descriptive Dictionary of the Indian Island (1856), kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer.

Selain itu, masih ada beberapa versi lain tentang asal muasal kata Kalimantan.

- Awalnya, orang Portugis menyebut Sulawesi sebagai Celebes. Kata itu berarti 'sulit untuk dicapai' karena pulau tersebut dikelilingi arus laut dan air dan sungai yang deras. 

Nama modern Sulawesi berasal dari kata-kata sula (pulau) dan wesi (besi). Itu merujuk pada ekspor besi dari Danau Matano yang kaya akan bijih besi.

- Pada masa kolonial Belanda, wilayah pulau Papua dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea).

Setelah berada di wilayah hukum Indonesia, Papua dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport. Nama itu digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Irian adalah singkatan dari Ikut Republik Indonesia, Anti Nederland.

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Papua Barat.

Kata Papua berasal dari bahasa melayu yang artinya adalah rambut keriting. Hal itu merucuk pada penampilan fisik suku-suku asli di pulau itu. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Kesbangpol Tanggapi Wacana Dana Parpol DKI Naik 2020
Kemungkinan dana parpol DKI naik 2020 bisa saja terjadi, jika keadaan keuangan bagus.