UNTUK INDONESIA
Nadiem Makarim, dari Gojek menjadi Menteri
Mendirikan Gojek pada 2010, dan kini menjelma menjadi decacorn, Nabiel Makarim diminta Jokowi duduk sebagai anggota kabinetnya. Ia mengaku senang.
Pendiri yang juga CEO Gojek Nadiem Makarim. (Foto: Instagram/@nadiemmakarimoficial)

Nadiem Makarim mulai pekan ini bakal punya panggilan baru: Pak Menteri. Datang memenuhi panggilan Presiden Jokowi Senin, 21 Oktober 2019, giliran ke tiga setelah Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, kepada wartawan Istana yang mencegatnya Nadiem tutup mulut pos apa yang akan ia pegang lima tahun ke depan.

Nadiem mengaku diminta untuk membantu Jokowi. Kepada Presiden Ia menyatakan siap melakukan inovasi demi kemajuan Indonesia -hal yang menurut Nadiem sejak dulu ia cita-citakan. “Saya sangat senang sekali hari ini,” katanya sembari tersenyum.

Tak hanya di Indonesia, Gojek sudah “masuk,” antara lain, Vietnam, Sungapura, dan Thailand.

Nama Nadiem identik dengan Gojek, perusahaan yang ia dirikan pada 2010 di bawah payung PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan kini telah menjelma sebagai decacorn. Decacorn adalah sebutan bagi perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas US$ 10 miliar atau sekitar Rp 140 triliun. Sejumlah investor raksasa telah “menanamkan” dana di Gojek. Mereka, antara lain, Google, Tencent, dan JD.com. Ketiga perusahaan itu, beberapa waktu lalu menggelontorkan dana untuk Gojek sekitar US$ 920 juta atau Rp 12, 88 triliun.

Saat pertama membuat Gojek, aplikasi sarana angkutan yang mempertemukan ojek dan penggunanya, Nadiem mengaku harus mendatangi satu persatu tukang ojek untuk mau bergabung dengan Gojek. “Banyak yang tidak mau,” ujarnya suatu kali. 

Tapi, kemudian, tak lebih dari satu tahun, nama “Gojek” melejit. Kini lebih dari satu juta tukang ojek bergabung dengan Gojek. Gojek kini sudah beranak-pinak:  GoFood, GoSend, GoBox, dan lain-lain. Tak hanya di Indonesia, Gojek sudah “masuk,” antara lain, Vietnam, Sungapura, dan Thailand.

Lahir di Singapura, 4 Juli 1984, Nadiem menyelesaikan studi bisnisnya di Universitas Harvard pada 2011. Sebelumnya ia juga pernah kuliah di Universitas Brown, juga di Amerika Serikat

Tak seperti ayahnya, Nono Anwar Makarim, yang merupakan pengacara terkenal, Nadiem rupanya lebih tertarik kepada bisnis ketimbang ilmu hukum. Bakal segera menjadi menteri, Nadiem mulai Senin, 21 Oktober 2019, ini telah melepaskan jabatannya sebagai CEO Gojek.[]

Berita terkait
Berharap Kabinet Jokowi 2019-2024
Presiden Jokowi segera mengumumkan kabinet barunya. Presiden harus tetap berkomitmen memberantas korupsi. Opini Lestantya R. Baskoro
Menanti Nama dan Kementerian Kabinet Jokowi Jilid II
Dalam berbagai kesempatan Jokowi menyebut kriteria (calon) menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II, ini membuat banyak kalangan penasaran
Nadiem Makarim Menteri Jokowi Trending Topic di Twitter
Nama Nadiem Makarim berada di urutan nomor wahid di mikroblog Twitter yang ramai dibicarakan lewat hastag #NadiemMakarim.
0
CEO Amartha Andi Taufan Jadi Stafsus Presiden Jokowi
CEO sekaligus Pendiri Amarta MicroFintech P2P lending Andi Taufan Garuda Putra ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus presiden.