UNTUK INDONESIA
Menanti Nama dan Kementerian Kabinet Jokowi Jilid II
Dalam berbagai kesempatan Jokowi menyebut kriteria (calon) menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II, ini membuat banyak kalangan penasaran
Presiden Jokowi didampingi Wapres K.H. Ma’ruf Amin menerima ucapan selamat dari Ketua MPR Bambang Soesatyo usai dilantik sebagai Presiden RI Periode 2019-2024, di Gedung MPR-DPR-DPD RI, Senayan, Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: setkab.go.id/JAY/Humas)

Oleh: Syaiful W. Harahap

Pagi ini, 21 Oktober 2019, rakyat Indonesia kembali memusatkan perhatian menunggu pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan nama-nama menteri yang akan memimpin kementerian pada Kabinet Kerja Jilid II.

Rakyat penasaran karena begitu banyak formasi menteri yang disebut-sebut sebagai bocoran beredar luas di berbagai saluran komunikasi mulai dari media massa, media online sampai media sosial (medsos). Tapi, itu semua hanya bocoran yang tidak bisa dikonfirmasi karena tidak jelas sumbernya.

Prediksi, ramalan atau penerawangan banyak orang terkait dengan nama menteri dan kementerian yang akan disampaikan Jokowi jadi informasi yang berseliweran di dunia maya.

Jika memakai takaran Jokowi tentang menteri-menteri yang akan membantunya dan Wapres Dr (HC) KH Ma’ruf Amin, maka ada beberapa kata kunci yang memang bisa saja mengarah ke nama seseorang. Kriterai ini sering disampaikan Jokowi dalam berbagai kesempatan.

Pertama, berusia muda. Jokowi menyebut-nyebut ada menteri dengan rentang umur 20-an tahun. Selain itu ada pula menteri pada rentang umur 30-an tahun. Ini jadi bagian kaum profesional berusia muda.

Kedua, tidak hanya bisa merancang program tapi yang lebih penting bisa mengeksekusi program dengan indikator delivered, seperti dikatakan Jokowi pada pidato pelantikan di Sidang MPR, 20 Oktober 2019. Artinya tidak hanya mementingkan proses dengan pertanggungawaban akuntabilitas yang prosedural, tapi yang lebih penting adalah program dieksekusi dan dirasakan oleh rakyat. Ini pun bisa jadi bagian kaum profesional berusia muda.

Ketiga, menguasai teknologi terutama teknologi informasi atau IT (information technology) sesuai dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan teknologi internet yang masuk ke semua sendi kehidupan, terutama bisnis. Perusahaan-perusahaan startup dengan dukungan IT sehingga aktivitas bisnis dilakukan melalui koneksi internet (daring). Ini jadi bagian kaum profesional berusia muda.

Keempat, menguasai manajerial yang akan mengelola personalia dan anggaran serta organisasi kementerian agar efisien dan efektif. Ini juga jadi bagian kaum profesional berusia muda.

Kelima, integritas. Jokowi tidak ingin menteri hanya menguasai teknologi, mampu mengeksekusi dengan kapabilitas dan kualifikasi yang mumpuni, tapi Jokowi menginginkan menteri yang mempunyai integritas yang tinggi. Tidak salah lagi ini juga bisa jadi bagian profesional (muda).

Keenam, perbandingan antara profesional dan kader partai politik (Parpol). Komposisi yang disebut Jokowi adalah Parpol 45% sehingga dari kalangan profesional 55%. Jokowi sendiri pernah mengatakan proporsi parpol banding profesional 40:60 atau bisa sebaliknya karena faktor politis.

Ketujuh, yang jadi masalah besar adalah ada jatah untuk Parpol di luar koaliasi yang selama ini jungkir-balik mendukung Jokowi. Disebut-sebut ada kursi menteri untuk Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Kedelapan, jatah untuk daerah, dalam hal ini disebut wakil dari Tanah Papua. Jokowi sendiri memastikan hal ini ketika menerima siswa-siswi sekolah dasar (SD) dari Papua di Istana Merdeka, 11 Oktober 2019. Ketika itu Jokowi mengatakan: "Saya pastikan ada (menteri asal Papua)." Siswa-siswi SD yang hadir pun bertepuk tangan.

Kesembilan, ada perubahan nomenklatur kementerian. Ini bisa pemekaran kementarian dan penambahan wakil menteri atau menteri muda. Memang, menteri muda tidak otomatis ditempati kalangan berusia muda tapi hanya istilah bagi badan yang tidak terkait dengan kementerian.

Bedasarkan kriteria dan batasan yang diberikan Jokowi dalam berbagai kesempatan, maka kini kita tinggal menunggu nama menteri, menteri muda dan kementerian yang akan menjalankan roda pemerintah bersama Jokowi/Ma’ruf pada priode 2019-2024. []

Berita terkait
Jokowi dan Nama-nama Menteri Kabinet Kerja Jilid II
Kian dekat pelantikan Jokowi/Ma’ruf jadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 kian banyak pula yang penasaran menunggu nama-nama menteri
Berharap Kabinet Jokowi 2019-2024
Presiden Jokowi segera mengumumkan kabinet barunya. Presiden harus tetap berkomitmen memberantas korupsi. Opini Lestantya R. Baskoro
Jokowi Menggapai Tahun Emas Indonesia Tahun 2045
Dalam pidato pelantikan sebagai presiden, Jokowi mengingatkan agar menteri tidak sekedar bikin program tapi mengeksekusi agar dirasakan masyarakat
0
Polda Sumatera Utara Usut Desa Fiktif di Nias Barat
Polda Sumatera Utara melakukan penyelidikan desa fiktif penerima Dana Desa, di Kabupaten Nias Barat.