UNTUK INDONESIA
Nabi Ismail AS, Saat Tapak Kaki Sentuh Tanah Gersang
Dari perjalanan kehidupan Nabi Ismail akan diketahui arti di balik semua ritual dalam prosesi ibadah haji, juga ibadah kurban.
Ilustrasi - Gurun Gersang. (Foto: Pixabay/falco)

Jakarta - Nabi Ismail AS adalah putra Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar. Kelahiran Nabi Ismail sangat dinantikan dan membuat hati Nabi Ibrahim sangat gembira karena sudah begitu lama mendambakan seorang anak. Saking senangnya, air mata Nabi Ibrahim menetes saat bersujud syukur hingga membasahi janggutnya. 

Hari-hari Nabi Ibrahim dipenuhi rasa senang ketika melihat senyum Ismail kecil. Nabi Ibrahim memandikan, menidurkan, serta mengajak Ismail berjalan-jalan.

Dikisahkan, kebahagiaan itu membuat Siti Sarah, istri pertama Ibrahim merasa cemburu dan murung. Dari kondisi ini, Nabi Ibrahim memindahkan Siti Hajar dan Nabi Ismail jauh dari Palestina. Nabi Ibrahim mengantarkan Siti Hajar dan Nabi Ismail AS di suatu lembah gersang yang sunyi tak ada seorang pun di sana. Tepat di antara dua bukit, bukit tersebut yaitu Shafa dan Marwa, Nabi Ibrahim AS mendirikan sebuah tenda kecil yang sederhana.

Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Alquran).

Ketika Nabi Ibrahim pergi kembali ke Palestina, bayi Ismail menangis keras karena haus. Siti Hajar berjuang sendiri di antara dua bukit di bawah terik matahari menyengat mencari sumber air. Berjalan dan berlari sambil menggendong Ismail yang menangis. Ibunda mencari sumber air sampai kemudian menemukannya. Hingga sekarang ritual ini disebut Sa’i.

Mukjizat Allah SWT diberikan kepada Nabi Ismail AS sehingga keluarlah air dari tanah garukan telapak kaki Nabi Ismail AS yang hingga sekarang masih abadi dengan sebutan air zamzam. Bertahun-tahun kemudian tempat itu berkembang menjadi kota Mekkah.

***

Suatu saat Nabi Ibrahim bermimpi yang merupakan wahyu dari Allah untuk menyembelih Ismail, ini merupakan cobaan dari Allah untuk Ibrahim dan Ismail. Akhirnya Nabi Ibrahim mendatangi Ismail untuk meyampaikan perintah Allah bahwa ia harus menyembelih putranya. Ismail dengan lapang dada bersedia menjalankan perintah dalam mimpi ayahnya tersebut.

Mendengar jawaban anaknya, Nabi Ibrahim terkejut tak menyangka anak kesayangannya itu begitu ikhlas menerima perintah Allah SWT. Namun, tak mudah bagi Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Iblis yang mengetahui rencana itu menggoda Ibrahim agar membatalkan perintah itu. Begitu pula yang terjadi ketika setan menggoda Ismail, mereka juga mengalami kegagalan.

Melihat hal itu Nabi Ibrahim AS geram dan mengambil batu untuk menimpuk iblis. Kemudian Allah SWT mengabadikannya dalam rukun ibadah Haji yang sekarang dikenal dengan melempar Jumrah.

Pada hari pelaksanaan penyembelihan, yaitu tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim dan putranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah. Nabi Ibrahim telah menyiapkan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Ismail tak merasa kesakitan ketika disembelih. Ismail meminta sang ayah menutup mata agar tidak merasa iba ataupun ragu melaksanakan perintah Allah SWT.

Namun, ketika Nabi Ibrahim mulai menempelkan pedang di kulit tenggorokan Nabi Ismail, pedang tersebut selalu terpental. Selanjutnya Allah SWT menggantinya dengan seekor domba yang mana peristiwa ini dikenal oleh umat muslim sebagai Idul Adha (Hari Raya Kurban).

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Malaikat Jibril yang membawa domba serta menukarnya dengan Nabi Ismail. Pada saat itu, dituliskan bahwa semesta beserta isinya mengucapkan takbir demi mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran yang dimiliki Ismail dan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah yang berat tersebut.

Bertahun-tahun kemudian Nabi Ismail beranjak dewasa, tumbuh menjadi pemuda yang saleh, cerdas, dan tampan. Kemudian turunlah perintah Allah SWT kepada Ibrahim untuk membangun kakbah di dekat telaga zamzam.

Ketika bekerja Nabi Ibrahim AS selalu berpijak kepada satu batu untuk meletakkan batu ke tempat yang lebih tinggi hingga telapak kaki Nabi Ibrahim membekas di batu, yang saat ini dinamakan “Maqam Ibrahim”. Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyucikan kakbah dari segala macam berhala. Agar tempat itu dijaga kesuciannya untuk yang berthawaf dan beribadah.

Ismail Diangkat Menjadi Nabi 

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Alquran). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam 19: 54). 

Setelah sekian lama, Ismail mendampingi ayahnya berdakwah, ia akhirnya diangkat menjadi seorang nabi dan rasul. Ismail sangat taat kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, menepati janji, dan bijaksana. Nabi Ismail berdakwah di Mekkah, mengajarkan kepada umatnya agar menyembah Allah SWT dan bertakwa kepada-Nya. 

Nabi Ismail wafat di Mekkah, tempat wafatnya dinamakan Hijr Ismail. Nabi Ismail mempunyai 12 anak lelaki dan seorang anak perempuan yang dinikahkan dengan anak saudaranya, yaitu Al-Ish bin Ishak. Dari keturunan Nabi Ismail lahir Nabi Muhammad SAW. Keturunan Nabi Ismail juga menurunkan bangsa Arab Musta’ribah. []

Baca juga:

Berita terkait
Kenapa Nabi Selalu Laki-laki, Bukan Perempuan
Dalam Alquran hanya ada 25 nabi yang diceritakan untuk diimani umat Islam. Semua laki-laki. Tidak ada perempuan. Kenapa?
Perjalanan Nabi Nuh AS Selama 950 Tahun di Dunia
Nabi Nuh AS hidup di dunia selama 950 tahun. Apa yang terjadi padanya sebelum dan sesudah mukjizat bahtera di tengah banjir besar menggulung dunia.
Perjalanan 62 Tahun Nabi Muhammad SAW
Bagaimana kisah Nabi Muhammad SAW ketika dilahirkan, seperti apa masa kecilnya, saat remaja hingga dewasa. Ini perjalanan hidup Rasulullah SAW.
0
Nabi Ismail AS, Saat Tapak Kaki Sentuh Tanah Gersang
Dari perjalanan kehidupan Nabi Ismail akan diketahui arti di balik semua ritual dalam prosesi ibadah haji, juga ibadah kurban.