UNTUK INDONESIA
Muhammadiyah Siagakan 20 Rumah Sakit untuk Corona
Muhammadiyah menyiagakan 20 rumah sakit di Indonesia untuk menghadapi Corona. Muhammadiyah juga mendukung penundaan ibadah umrah ke Arab Saudi.
Ilustrasi virus Corona (Foto: pixabay)

Yogyakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut ada 20 rumah sakit Muhammadiyah yang tersebar di Indonesia yang disiagakan untuk menghadapi virus Corona atau Covid-19. Ia juga menyebut Pemerintah Indonesia semakin siap dan bersungguh-sungguh terhadap ancaman wabah Coronavirus ini.

“Pemerintah semakin siap dan bersungguh-sungguh membangun sistem pencegahan dan penanganan. Muhammadiyah siap bekerja sama dan menjadi pendukung untuk programnya. Bahkan ada 20 rumah sakit Muhammadiyah yang siap,” kata Haedar di Gedung Grha Suara Muhammadiyah pada Jumat 6 Maret 2020 petang.

Haedar mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Lebih baik untuk bersikap waspada dengan menyeimbangkan pola hidup sehat dan asuhan makan serta minum yang sehat. “Dengan asupan makan dan minum yang sehat maka daya tahan tubuh kita akan lebih baik. Saatnya kita belajar hidup sehat,” ucapnya.

Haedar juga mengungkapkan agar umat Islam di Indonesia yang tertunda ibadah haji dan umrah, untuk bersikap ikhlas. “Insya Allah kalau kemarin ikhlas apa pun yang kita hadapi akan lebih menciptakan ketenangan hati dan batin kita,” katanya.

Ia mengatakan Arab Saudi mengambil langkah dan kebijakan mengenai penundaan haji serta umrah pastinya sudah melalui pertimbangan yang matang. Umat Islam dari Indonesia pun tidak perlu memaksakan diri untuk beribadah umrah.

Muhammadiyah siap bekerja sama dan menjadi pendukung untuk programnya. Bahkan ada 20 rumah sakit Muhammadiyah yang siap.

“Saya yakin Pemerintah Saudi dan Indonesia akan membuka kembali ibadah umrah. Lebih dari itu, saya yakin umat Islam Indonesia bijaksana. Kalau haji dan umrah tidak bisa ditunaikan kita tetap beramal soleh lebih banyak dan beribadah lebih baik,” ujarnya.

Haedar mengungkapkan makna dari ibadah haji dan umrah yakni semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan berbuat kebaikan kepada manusia serta alam lingkungan. “Sehingga ketika tidak punya peluang umrah karena keadaan darurat, maka kita mengalihkan energi nurani dan spiritual untuk terus memupuk amal jariyah lebih baik. Kita tegakkan salat, zakat, puasa dan amal jariyah,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah sangat serius menangani pasien terinfeksi virus Corona jenis baru atau Covid-19. Pemerintah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan bagi pasien yang terkena virus ini. Seratus rumah sakit itu memiliki ruang perawatan yang sesuai standar internasional untuk mengisolasi pasien virus Corona.

"Saya perlu sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar telah mempersiapkan 100 rumah sakit bagi pasien terjangkit virus Corona. Rumah sakit itu punya standar isolasi yang baik untuk pasien virus Corona," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Presiden Jokowi juga mengatakan rumah sakit itu memiliki peralatan medis lengkap dengan standar tinggi untuk mengisolasi pasien corona. "Kita juga memiliki peralatan sesuai dengan standar internasional. Kita juga memiliki persiapan untuk reagen yang cukup. Kita juga memiliki tim gabungan yang ini tidak pernah saya sampaikan, tim gabungan TNI, Polri dan sipil, dalam penanganan virus corona," ujarnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Penangkal Virus Corona Cukup Rp 10.000 di Yogyakarta
Cukup mudah mencegah virus Corona. Biaya murah, Rp 10.000 untuk satu paket bernama Empon-empon Corona. Bisa dibeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta.
Rail Clinic dan Kereta Inspeksi Antisipasi Corona
PT KAI mengoperasikan rail clinic dan kereta inspeksi untuk mengantisipasi virus Corona
Tenang, Stok Masker Kain Aman di Yogyakarta
Banyak apotek di Yogyakarta stok masker kesehatan kosong. Namun masker kain tersedia, harganya lebih mahal.
0
Aktor Drakor Yang Se-jong Siap Jalani Wajib Militer
Aktor asal Korea Selatan, Yang Se-jong dipastikan bakal segera menjalani waji militer pada 13 Mei 2020 mendatang.