Muhadjir: Manfaatkan Peluang di Masa Pandemi Melalui Inovasi

Menko PMK mengatakan mestinya masa pandemi Covid-19 dapat menjadi kesempatan memajukan bangsa melalui lompatan inovasi.
Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama empat Menko di acara Indonesia Bicara yang disiarkan secara langsung di TVRI, pada Minggu 25 Oktober. (Foto: Tagar/Kemenko PMK)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sampaikan situasi pandemi Covid-19 seharusnya dapat menjadi kesempatan untuk memajukan bangsa melalui berbagai lompatan inovasi.

Contohnya pada sektor pendidikan, menurutnya rencana digitalisasi sekolah yang telah dirancang oleh pemerintah untuk beberapa tahun kedepan dapat terwujud lebih cepat di karenakan situasi pandemi yang menuntut harus segera dapat menghadapi situasi tersebut.

“Meski target secara kualitatif hasil pendidikan di Indonesia masih harus dikoreksi, namun kondisi pandemi telah memaksa digitalisasi sekolah berjalan lebih cepat. Inovasi seperti ini bisa menjadi batu loncatan bagi kita untuk mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju,” ujar Muhadjir saat wawancara bersama dengan empat Menko di acara Indonesia Bicara yang disiarkan secara langsung di TVRI, pada Minggu 25 Oktober.

Menurutnya, dengan adanya percepatan digitalisasi pada sektor pendidikan tersebut memberikan peluang bagi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

Terlebih lagi Indonesia diperhitungkan akan segera menghadapi bonus demografi yang mana jumlah usia produktif mendominasi. Muhadjir juga mengingatkan dampak negatif apabila kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Ingat, kalau kita gagal memanfaatkan momentum bonus demografi, yang kita panen bukan bonus tapi malapetaka demografi. Jadi hikmah yang ada sekarang harus kita manfaatkan betul," ucapnya.

Kemudian, pada sektor kesehatan dia juga menyampaikan ada banyak lompatan besar yang sudah dilakukan, khususnya pada perkembangan fasilitas layanan kesehatan. Per-April jumlah RS rujukan hanya 429, tetapi per-Oktober mencapai 845 RS rujukan.

Dengan meningkatnya jumlah yang terkena Covid-19 pada Maret lalu, jumlah tempat tidur di RS, keberadaan ventilator, fasilitas laboratorium untuk uji specimen juga alami peningkatan yang signifikan.

"Jadi selain di sektor pendidikan, terobosan besar-besaran juga terjadi di sektor kesehatan. Seperti pesan presiden, kita harus memanfaatkan momentum yang tidak bagus, musibah ini, untuk kepentingan yang lebih baik," ucap Muhadjir.

Meski pada satu tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin alami banyak persoalan, pemerintah tetap optimis dan terus berusaha untuk dapat mempertahankan dan mencapai target hingga empat tahun ke depan.

Baca juga:

Muhadjir juga menyampaikan, kerja keras pemerintah untuk meraih target pembangunan harus melibatkan banyak pihak. Untuk meraih kesuksesan dalam meraih target visi misi Presiden 2019-2024, maka dibutuhkan kerja sama antar kementerian atau lembaga dan lintas Kemenko.

Pada kesempatan itu seluruh Menko yang hadir juga mengungkapkan hal yang sama. Menko yang hadir yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menko Marves Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. []

Berita terkait
Menko PMK: Kurikulum SMK Bekal Masuki Dunia Kerja
(Menko PMK), nyatakan kurikulum di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo permudah siswa dapatkan pekerjaan setelah lulus.
Menko PMK Dukung Produksi Jamu Lokal dan Pelaku UMKM
Menko PMK, Muhadjir Effendy mendukung penggunaan bahan baku jamu lokal dan dorong UMKM untuk terus berinovasi.
MenkoPMK: Penangan Stunting Perlu Komitmen Seluruh Pihak
Demi maksimalkan penanganan stunting dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak khusunya pemerintah pusat dan daerah.
0
Ma'ruf Amin: Pancasila Hadir Menjadi Titik Temu Kata Sepakat
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan bahwa Pancasila merupakan titik temu kata sepakat dan menyatukan berbagai perbedaan antara suku bangsa.