UNTUK INDONESIA
Merasakan Makanan Seperti Ini? Bisa Jadi Anda Positif Corona
Mereka yang menduga terinfeksi virus corona bisa mengujinya dengan mengetes indera pengecap saat merasakan makanan.
Ilustrasi makan. (Foto: Unsplash)

Jakarta - Terpapar Covid-19 atau virus corona kadang tidak disadari sejumlah orang. Mereka yang menduga terinfeksi bisa mengujinya dengan mengetes indera penciuman dan pengecap.

Belakangan dua gejala yang sering dialami pasien virus corona itu menjadi menyimpang. Seperti pasien positif bernama Kate McHenry yang bercerita tentang kemampuan mencium dan mengecapnya mengalami gangguan berat ketika mengonsumsi makanan enak.

"Saya suka makanan enak, pergi ke restoran, minum-minum dengan teman-teman, tapi sekarang semua itu sudah hilang. Daging rasanya seperti bensin dan anggur prosecco rasanya seperti apel busuk. Jika pasangan saya, Craig, makan kari, saya merasa baunya sangat tak enak. Bahkan saya merasa baunya keluar dari pori-porinya, jadi saya berjuang kalau berada di dekatnya," kata Kate, dikutip Tagar dari laman BBC, Rabu 21 Oktober 2020.

Saya makan roti India, langsung melepehnya karena rasanya seperti cat.

IlustrasiIlustrasi makan sehat. (Foto: freedesignfile)

Kondisi serupa juga dialami pasien positif Pasquale Hester. Kemampuan mengecap pria asal Leeds, Inggris itu terdistorsi. Ia menyadarinya saat merayakan ulang tahunnya pada Juni 2020.

"Saya makan roti India, langsung melepehnya karena rasanya seperti cat," kata pria berusia 34 tahun tersebut.

"Kopi, bawang merah dan bawang putih adalah yang paling buruk. Yang bisa saya makan untuk beberapa hari adalah kacang polong manis dan keju," sambungnya.

Sebelum momen itu, Pasquale telah melewati hari-harinya dengan menggosok gigi dicampur garam. Pasquale melakukannya lantaran muntah-muntah karena sangat tidak nyaman merasakan pasta gigi.

Kemampuan mencium dan mengecap Pasquale kemudian pulih setelah dinyatakan sembuh usai berminggu-minggu dinyatakan terinfeksi virus corona.

Kate McHenryPasien positif yang kini telah negatif bernama Kate McHenry (kiri) bercerita tentang kemampuan mencium dan mengecapnya mengalami gangguan berat. (Foto: BBC News)

Presiden British Rhinological Society (BRS), Prof Claire Hopkins, mengungkapkan, ada kepercayaan yang berkembang di masyarakat bahwa gangguan penciuman yang dialami orang positif corona berlangsung sebentar. Meski begitu, ada kasus yang membuktikan indera pneciuman mereka yang terinfeksi membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

"Ya, ada peluang bagus untuk sembuh, tetapi ada sejumlah besar orang yang akan kehilangan bau dalam jangka waktu lama dan dampaknya terabaikan sepenuhnya," tutur Prof Hopkins.

Bau memainkan peran penting dalam memori, suasana hati dan emosi. "Mereka yang menderita disfungsi mengalami perasaan terisolasi," ujarnya.

Berita terkait
Dampak Libur Panjang pada Kenaikan Positif Corona Nasional
Masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah sepanjang libur panjang pekan depan berkaca kepada kenaikan positif corona nasional tempo lalu.
Libur Panjang Maulid Nabi, Panduan Aman ke Kafe Cegah Corona
Saat libur panjang Maulid Nabi Anda ingin pergi ke kafe, sebaiknya perhatikan panduan aman ini terlebih dahulu.
Kabar Baik Bantu Penyembuhan Pasien Positif Virus Corona
Kabar atau informasi yang memiliki nilai positif dapat membantu proses penyembuhan pasien terpapar virus corona atau Covid-19
0
Antusiasme Jokowi Resmikan Jembatan Ikonik Teluk Kendari
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Jembatan Teluk Kendari yang pengerjaannya sejak 2015 lalu. Ini menjadi ikonik sekaligus bermanfaat.