UNTUK INDONESIA
Menu Buka Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah
Buka puasa merupakan waktu yang paling dinanti bagi seorang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Baik itu puasa wajib maupun puasa sunah.
Buah Kurma. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Buka puasa merupakan waktu yang paling dinanti bagi seorang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Baik itu puasa wajib maupun puasa sunah. 

Maka orang yang berpuasa dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya ketika waktu berbuka sudah berkumandang. Hal itu sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW.

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره ، وفرحة عند لقاء ربه

Artinya: “Orang yang puasa mendapatkan dua kebahagiaan: bahagia saat berbuka, dan bahagia saat bertemu dengan Robb-nya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Syaikh Abdulkarim Al-Khudhair menerangkan,

فرحة عند فِطْرِهِ يعني في الإنسان جِبِلَّة خِلْقَة إذا قُدِّم الفُطُور ينتظر أذان المغرب، ويبدأ، يفرح هذا موجُود عند النَّاس كُلِّهم

Artinya: "Bahagia saat berbuka, maknanya adalah naluri manusia ketika dihidangkan bukaan, dia menunggu azan, lalu dia mulai menyantap menu buka puasa. Kebahagiaan semacam ini ada pada semua orang,"

Sementara, untuk menu berbuka akan lebih indah jika kita meneladani apa yang dikerjakan Rasulullah ketika menjalankan puasa. 

Rasul memiliki kebiasaan ketika berbuka, yakni selalu mengutamakan beberapa menu yang hingga kini hendaknya perlu diikuti oleh umatnya. Berikut menu yang sangat digemari Rasul ketika berbuka

  1. Kurma muda (ruthob)
  2. Kurma masak (tamr)
  3. Air putih

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Ternyata, pada ketiga menu yang dianjurkan Rasulullah tersebut setelah diteliti memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh dan kejiwaan manusia. Berikut manfaat dari ketiganya

Manfaat Kurma

Seorang ulama klasik sekaligus pakar kesehatan di masanya, Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah mengungkapkan,

وفي فطر النبي – صلى الله عليه وسلم – من الصوم على الرطب، أو على التمر أو الماء – تدبيرٌ لطيف جدًّا؛ فإن الصوم يخلي المعدة من الغذاء، فلا تجد الكبد فيها ما تجذبه وترسله إلى القوى والأعضاء. والحلو أسرع شيءٍ وصولاً إلى الكبد وأحبُّه إليها، ولا سيما إن كان رطبًا، فيشتد قبولها له، فتنتفع به هي والقوى، فإن لم يكن فالتمر؛ لحلاوته وتغذيته، فإن لم يكن فحسوات من الماء تطفئ لهيب المعدة وحرارة الصوم، فتنتبه بعده للطعام، وتأخذه بشهوة

"Pada kebiasaan berbukanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kurma muda, kurma masak atau air, terkandung hikmah yang sangat menarik.

Saat puasa, lambung kosong dari makanan. Sehingga hati tidak mendapatkan suplai nutrisi untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Menariknya, makanan manis lebih mudah dicerna oleh hati dan lebih disukai hati. Lebih-lebih jika makanan manis itu berupa kurma muda, maka hati lebih cepat menerima nutrisinya. Sehingga tubuh mendapatkan manfaat berupa suplai energi/kalori.

Jika kurma muda tidak ada, pilih opsi berikutnya yaitu kurma masak, karena rasanya juga manis dan mengandung nutrisi penting. Jika tidak ada pula, berbukalah dengan meneguk air. Karena air dapat memadamkan dahaga lambung kita dan panasnya puasa. Sehingga lambung siap menerima makanan setelah itu,” (Imam Ibnul Qayyim dalam At-Tibbun An-Nabawi)

Hal senada juga disampaikan ilmuan dokter dan muslim modern dr. Ahmad Abdurrauf Hasyim, dalam bukunya Ramadhan wat Thiib (Ramadhan dan ilmu kesehatan) ia menerangkan

"Yang sangat diperlukan bagi orang yang ingin berbuka puasa adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh darah, lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga. 

Zat-zat yang mengandung gula yaitu glukosa dan fruktosa memerlukan 5-10 menit dapat terserap dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Dan keadaan tersebut terjadi pada orang yang sedang berpuasa. Jenis makanan yang kaya dengan kategori tersebut yang paling baik adalah kurma khususnya ruthab (kurma basah) karena kaya akan unsur gula, yaitu glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh,” (Dikutip dari situs al-manhaj.or.id) []

Berita terkait
Sejarah Puasa Sunah Senin Kamis
Selain menjalankan ibadah wajib, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah. Salah satunya puasa sunah Senin dan Kamis.
Puasa Senin-Kamis dan Salat Malam yang Membawa Berkah
Puasa Senin-Kamis dan salat malam memang berat dijalankan, tapi ternyata manfaatnya sangat besar dalam melindungi diri dari celaka dan penyakit
Sepuluh Puasa Sunah dalam Islam
Puasa sunah merupakan salah satu bagian ibadah yang dilakukan untuk mendapatkan cinta atau kasih sayang dari Allah SWT.
0
Mesranya Ahok dan Puput Nastiti Devi di Hari Pernikahan
Beredar foto mesra Ahok dan Puput di hari pernikahan mereka di media sosial.