UNTUK INDONESIA

Menteri KKP Edhy Prabowo Diciduk KPK Terkait Ekspor Benur

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memastikan penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo terkait dugaan korupsi ekspor benur alias benih lobster.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: Instagram/@edhy.prabowo)

Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, memastikan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait dugaan korupsi ekspor benur alias benih lobster.

"Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, dikutip Tagar pada Rabu, 25 November 2020.

Gufron menuturkan, Edhy Prabowo diciduk bersama keluarganya di Bandara Soekarno - Hatta, Banten, pada Rabu dini hari, beserta sejumlah pegawai KKP sepulang perjalanan dari Amerika Serikat.

Saat ini, petugas KPK telah membawa politikus partai Gerindra itu ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang ditangkap tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam keterangannya di Jakarta juga membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap Edhy dan beberapa orang lainnya.

"Benar, kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi," ucapnya. []


Berita terkait
Modus Penyelundupan Bibit Lobster di Bandara Juanda
Avsec Bandara Internasional Juanda menggagalkan penyelundupan benih lobster yang akan dikirim ke Bandara Hang Nadim, Batam.
Pasang Surut Bisnis Lobster Bantaeng karena Corona
Bisnis penjualan Lobster di masa pandemi Corona di Kabupaten Bantaeng mengalami pasang surut. Ini penyebabnya.
Ketua KPK Diledek, How Democracies Die Dibaca Anies Baswedan
Ketua KPK Firli Bahuri menjadi objek ledekan warganet karena mengomentari buku How Democracies Die yang dibaca Gubernur DKI Anies Baswedan.
0
Menteri KKP Edhy Prabowo Diciduk KPK Terkait Ekspor Benur
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memastikan penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo terkait dugaan korupsi ekspor benur alias benih lobster.