Mensos Harap Bansos Gairahkan Pariwisata Pulau Bali

Mensos Juliari berharap, berbagai bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah, efektif menggairahkan kembali industri wisata di Pulau Bali.
Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara sampaikan bansos kepada warga di Pulau Bali, Jumat (21 Agustus 2020). (Foto: Instagram/@kemensosri)

Jakarta - Menteri Sosial Juliari P. Batubara tak kuasa menyampaikan keprihatinannya setelah menyaksikan suasana lengang diberbagai sudut Pulau Bali. Ia berharap, berbagai bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah, efektif menggairahkan kembali industri wisata di Pulau Dewata.

Hal itu disampaikan Juliari saat melaksanakan kunjungan kerja di Bali, Jumat (21 Agustus 2020). Ia menyatakan, pandemi telah memukul hampir semua negara, termasuk Indonesia. Semua sektor mengalami penurunan, termasuk sektor wisata di Bali.

Oleh karena itu, dengan berbagai bantuan sosial (bansos) seperti Bansos Tunai (BST), diharapkan menggairahkan perekonomian di Bali

"Puluhan tahun saya mengenal Bali, baru kali ini saya melihat Bali sesepi ini. Ini konsekuensi kita membatasi perjalanan wisata, termasuk wisatawan asing. Kalau dibuka begitu saja, konsekuensinya meningkatkan penyebaran virus. Oleh karena itu, dengan berbagai bantuan sosial (bansos) seperti Bansos Tunai (BST), diharapkan menggairahkan perekonomian di Bali," kata Mensos Juliari di Jakarta melalui siaran pers yang diterima Tagar, Minggu, 23 Agustus 2020.

Jumat kemarin (21 Agustus 2020), ia mengaku telah mengecek penyaluran BST dan Program Sembako di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, Bali. Sektor wisata Bali yang terpukul pandemi, menjadi perhatiannya.

Ia menekankan, pandemi tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. Selama vaksin belum ditemukan, situasi seperti ini akan terus dihadapi. Untuk mengatasi hal ini, katanya, pemerintah terus meningkatkan dukungan dan bantuan kepada masyarakat.

"Selain berbagai bansos dari Kementerian Sosial, bantuan juga diberikan oleh kementerian lain. Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada karyawan non-PNS yang bergaji di bawah Rp5 juta, sebesar Rp600 ribu. Ini di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kemudian juga ada BLT bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang disalurkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM," ucapnya.

Mensos Juliari mengingatkan, berbagai program jaring pengaman sosial (JPS) tersebut, bisa berjalan baik bila ada kerja sama dengan mitra Kemensos, seperti PT Pos, dan juga yang tak kalah penting adalah peran pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan berbagai program JPS ini membantu menggairahkan industri pariwisata di Bali. Kuncinya adalah kerja sama dan koordinasi yang baik, terutama dengan pemerintah," katanya.

Tak hanya itu, ia merasa gembira kala Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, dan secara umum semua pemerintah daerah, memberikan kerja sama yang baik.

"Saya ingatkan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden, agar permasalahan di lapangan segera diselesaikan di lapangan," ucap Juliari.

Dalam kesempatan itu, dia juga bertemu dengan Bupati Klungkung dan Bupati Karangasem. Juliari menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dengan berbagai program yang membantu lapisan masyarakat yang paling terdampak di Bali.

Di Provinsi Bali penerima BST sebanyak 99.653 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 8.960 KPM dengan penyalur Himbara tersebar di 9 Kabupaten/Kota. Kemudian penerima bantuan Program Sembako sebanyak 179.769 KPM, tersebar di 9 Kabupaten/Kota.

Untuk Kabupaten Klungkung, jumlah penerima BST 7.718 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 458 KPM dengan penyalur Himbara. Total BST Kabupaten Klungkung senilai Rp2.452.800.000/bulan. Jumlah Penerima Program Sembako Kabupaten Klungkung sebanyak 10.235 KPM dengan nilai bantuan Rp2.047.000.000/bulan.

Untuk Kabupaten Karangasem, jumlah penerima BST 6.710 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 538 KPM dengan penyalur Himbara, dengan nilai total BST Rp2.174.400.000/bulan. Penerima Program Sembako Kabupaten Karangasem sebanyak 10.235 KPM dengan nilai bantuan Rp2.047.000.000/bulan.

Dengan bansos diharapkan mendukung dan menggerakkan ekonomi lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi setempat, sehingga dapat mengatasi permasalahan akibat pandemi COVID-19. Dalam hal ini tentu saja menggairahkan sektor pariwisata di Bali.[]

Berita terkait
Kemensos Pastikan PNS dan Dewan Tak Terima Bansos
Kemensos meminta setiap daerah melakukan pendataan penerima bantuan sosial (Bansos) melibatkan usur pemerintah desa.
Bali Cyling Maraton 2020 Bagi yang Hobi Bersepeda
Bali menggenjot pariwisata dengan menggelar Bali Cycling Marathon 2020. Event ini diharapkan diikuti para pesepeda yang sedang menjamur.
Apakah Pariwisata Bali Siap Terima Wisatawan Asing
Di tengah pandemi virus corona baru yang masih menggeliat di dunia pariwisata Bali dikabarkan akan membuka diri untuk wisatawan asing
0
Renovasi Gedung Kementerian BUMN, Erick Thohir Minta Anggaran Rp 33,3 M
Erick Thohir meminta anggaran tambahan kementeriannya sebesar Rp 33,34 miliar. Sehingga, total pagu anggaran Kementerian BUMN 2022 Rp 244,8 miliar.