UNTUK INDONESIA
Bali Cyling Maraton 2020 Bagi yang Hobi Bersepeda
Bali menggenjot pariwisata dengan menggelar Bali Cycling Marathon 2020. Event ini diharapkan diikuti para pesepeda yang sedang menjamur.
Bali menggenjot pariwisata dengan menggelar Bali Cycling Marathon 2020 pada Oktober mendatang. Event bersepeda maraton ini diharapkan diikuti para pesepeda yang saat ini sedang menjamur. (Foto: Dok/Tree Point)

Denpasar - Bali terus berbenah dan berusaha keluar dari bayang-bayang muram pariwisata. Terutama dengan belum diizinkannya wisatawan mancanegara pelesiran ke Bali. Kegiatan sport tourism atau olahraga wisata pun digenjot seperti Bali Cycling Marathon 2020 yang akan digelar Oktober mendatang. 

Bersepeda menjadi kegiatan yang lagi hits belakangan ini. Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan mengayuh pedal sepeda seperti menjadi kewajiban bagi tua-muda, pria maupun wanita dari berbagai kalangan. 

Hal ini yang yang dibidik Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Denpasar untuk menggelar event olahraga sambil menggiatkan recovery pariwisata Bali. Karena wisataan dari luar Indonesia belum diizinkan masuk ke Bali, maka upaya menggenjot wisatawan Nusantara terus berlanjut.

Berangkat dari keinginan kami untuk berbuat sesuatu bagi Bali, khususnya pemulihan pariwisata

Dengan menggandeng Tree Point, ISSI Denpasar menggelar bersepeda maraton pada 17-18 Okotober 2020. Kegiatan yang bertajuk Bali Cycling Marathon 2020 itu diperkirakan mampu menggaet peserta hingga 700 orang.

Ketua panitia Bali Cycling Marathon 2020 Jappy Sanger yang dikonfirmasi Tagar, Senin 24 Agustus 2020, menuturkan penyelenggaraan event ini sebagai upaya menggiatkan pemulihan pariwisata Bali. Menurut dia sport tourism diharapkan bisa mendorong tumbuhnya wisata di Pulau Dewata yang menurun tajam karena Covid-19.

"Berangkat dari keinginan kami untuk berbuat sesuatu bagi Bali, khususnya pemulihan pariwisata," kata Jappy Sanger di Denpasar, Senin 24 Agustus 2020.

Jappy melanjutkan Bali Cycling Marathon diharapkan kembali menggeliatkan pergerakan ekonomi mikro di Bali. Para peserta misalnya, minimal membeli air mineral atau jaje (jajan camilan) selama dalam perjalanan.

Gelaran dengan konsep 'A Leisure, Sport and Tourism Event' ini, menurut Jappy, sebagai satu pilihan kegiatan yang mengakomodasi masyarakat untuk kegiatan di luar ruang. Terutama dengan adanya pandemi Covid-19, masyarakat mulai menggemari hobi bersepeda. 

Saat ini grup-grup pesepeda dari berbagai daerah bermunculan bak jamur di musim hujan. Kelompok itu bermunculan ini dari mulai komunitas resmi hingga perumahan dan kampung-kampung.

Dengan menampung para pesepeda yang kian menjamur, menurut Jappy, kegiatan ini terbuka bagi semua kalangan dan jenis sepeda, sport hingga ontel. Apalagi, bersepeda maraton itu termasuk kategori nonkompetisi.

Peserta Bisa Ikuti 3 Trek Berbeda

Dalam Bali Cycling Marathon, peserta mengikuti jalur sesuai trek yang dipilih, yakni short track, medium dan long track. Sejumlah titik wisata bisa dieksplorasi melalui event ini. Panitia menyediakan rute short track, dari Plaza Renon yang akan finis di air terjun Blangsinga, Kemenuh, Gianyar. Rute yang ditempuh pesepeda sekitar 25 km.

Untuk pilihan medium track, rute akan berakhir di Bukit Asah, Karangaasem dengan jarak tempuh sekitar 50 km. Sementara long track akan menjadi tantangan bagi para pesepeda karena melewati jalur Plaza Renon-Keramas-Sidemen-Sibetan-Prasi dan finis di Bukit Asah Karangasem sejauh sekitar 85 km.

Sepanjang perjalanan, peserta akan disuguhkan pemandangan alam yang memukau. Hamparan sawah menghijau, pemandangan gunung hingga pantai akan dilewati para pesepeda. 

"Di titik akhir Bukit Asah, kita akan camping selama semalam," ujarnya.

Seperti juga event yang akan digelar di Bali, kegiatan bersepeda ini harus mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. Protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat. 

"Kami membuat regulasi yang akan diterapkan selama event. Saat gowes, peserta tidak perlu pakai masker karena orang yang berolahraga memang perlu oksigen. Bila peserta tidak percaya diri jika tidak pakai masker, maka solusi dari mereka sendiri," kata dia lagi. 

Baca juga: 

Bali Inisiasi Kejurnas Tenis Meja di Masa Pandemi

Bantu Pulihkan Wisata Bali dengan Saring Berita Hoaks

Selain itu, akan ada pendamping dari panitia di tiap rute baik short, medium atau long track. Pendamping akan selalu mengingatkan peserta untuk tetap jaga jarak dan tidak bergerombol.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Bali sepenuhnya mendukung event Bali Cyling Maraton ini. Apalagi kegiatan tersebut sejalan dengan program Kementerian Parekraf untuk pariwisata outdoor.

"Saatnya kita memberdayakan wisatawan domestik. Namun yang kita tekankan adalah pemberlakuan protokol kesehatan," tutur Kepala bidang pemasaran Dinas Pariwisata Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini. []

Berita terkait
Jokowi Gowes Sepeda Sambil Berbagi Masker
Presiden Jokowi pada pagi ini, Sabtu, 22 Agustus 2020 berkeliling menggowes sepeda di area Istana Kepresidenan sambil berbagi masker.
Apakah Pariwisata Bali Siap Terima Wisatawan Asing
Di tengah pandemi virus corona baru yang masih menggeliat di dunia pariwisata Bali dikabarkan akan membuka diri untuk wisatawan asing
Kejuaraan Tenis Meja Awali Geliat Sport Tourism Bali
Sport tourism di masa adaptasi kebiasaan baru menggeliat dengan dibukanya ajang Kejuaraan Tenis Meja Open PRG Cup II di Denpasar, Bali.
0
Warga Jakarta dan Warga Wuhan Melancong di Masa Pandemi
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, minta warga Jakarta tidak melancong ke Puncak dan Cianjur, tapi komuter Jabar bebas ke Jakarta