UNTUK INDONESIA
Mengenal Hantavirus yang Memakan Nyawa Warga China
Hantavirus kini menggemparkan masyarakat dunia karena virus tersebut telah memakan nyawa warga China.
Ilustrasi Tikus. (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Jakarta - Hantavirus kini menggemparkan masyarakat dunia karena virus tersebut telah memakan nyawa warga China belakangan ini. Padahal, hingga sekarang ini sejumlah negara masih dilanda dengan wabah virus Corona atau Covid-19. 

Bagi kebanyakan masyarakat pasti belum mengenal hantavirus itu. Namun, dikutip dari lama Centers of Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini termasuk dalam kategori zoonosis, yaitu ditularkan dari hewan terutama tikus kepada manusia.

Hantavirus di Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai New World dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Sedangkan hantavirus Old World ditemukan di Eropa dan Asia yang menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Hantavirus bisa menular melalui udara, hal ini terjadi saat partikel virus dari urin, air liur, dan kotoran hewan bergerak di udara dan menginfeksi manusia.

Penyebarannya bisa melalui daging tikus jika seseorang tak sengaja memakannya dan mungkin juga lewat gigitan hewan tersebut, namun tingkat terjangkitnya relatif kecil.

CDC menjelaskan seseorang dapat terinfeksi hantavirus bila menyentuh hidung atau mulut setelah memegang permukaan yang terkontaminasi urin, air liur, dan kotoran tikus.

Pakar juga percaya, mengonsumsi makanan yang terpapar bisa menyebabkan seseorang terserang hantavirus.

Selain itu, CDC menyatakan hantavirus di AS tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia lainnya. Kasus seperti ini belum pernah dilaporkan, periode viremia hantavirus pada manusia sangat singkat sehingga sulit untuk dideteksi keberadaannya dalam darah.

Gejala Hantavirus (HPS dan HFRS)

1. Gejala HPS

Biasanya gejala yang ditimbulkan hantavirus, seperti kelelahan, demam, pusing, sakit kepala, kedinginan, muntah, diare, serta nyeri otot khususnya di paha, punggung, pinggul, dan bahu.

Setelah fase pertama 4 sampai 10 hari, seseorang yang terpapar hantavirus bisa mengalami batuk, sesak napas, dan paru-paru mungkin terisi cairan.

Beberapa gejala tersebut memang terdengar biasa, namun perlu diketahui hantavirus mampu menimbulkan komplikasi yang serius. Bahkan tingkat kematiannya bisa melonjak drastis apabila tidak ditangani dengan tepat.

2. Gejala HFRS

Gejala untuk kasus HFRS muncul dengan cepat, seperti sakit perut, punggung, kepala, mual, kedinginan, dan demam. Penglihatan seseorang yang terjangkit HFRS juga bisa kabur serta wajahnya menjadi meradang atau memerah.

Hal ini diikuti dengan tekanan darah rendah dan syok akut, kebocoran pembuluh darah, serta gagal ginjal akut. Bila seseorang terpapar hantavirus yang menyebabkan HFRS, satu hingga15 persen pasien meninggal dunia.

Sebelumnya, Harian Berita Berbahasa Inggris dari China, Global Times, melaporkan adanya seorang warga China dari Provinsi Yunnan meninggal dunia dalam perjalanan pulang menggunakan bus ke Provinsi Shandong pada Senin, 23 Maret 2020.

Dalam laporan tersebut, warga itu wafat karena terinfeksi hantavirus, akibatnya penumpang lainnya yang berjumlah 32 orang harus menjalani tes.

Kabar tersebut kemudian menjadi perbincangan banyak orang lantaran merasa takut hantavirus akan mewabah seperti virus Covid-19.

Namun, CDC menjelaskan kasus hantavirus jarang terjadi dan mereka menyebar sebagai akibat dari kontak yang dekat dengan urin, air liur, dan kotoran hewan terutama tikus. Jadi, tak ada indikasi jika penyakit ini mengancam kesehatan masyarakat global.

Hantavirus pernah mewabah di tahun 1993 di empat kota besar Amerika Serikat, yaitu Arizona, New Mexico, Utah, dan Colorado.

Selain itu, virus ini sempat ditemukan menjangkit sejumlah orang di Taman Nasional Yosemite (Yosemite National Park) di California, AS pada tahun 2012. []

Baca juga:

Berita terkait
Wabah Virus Corona Tidak Hambat Pemindahan Ibu Kota
Proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur terus berjalan sesuai rencana meski ada pandemi virus corona (Covid-19).
Hati-hati Konsumsi Klorokuin, Obat Virus Corona
Klorokuin dianggap mampu mengobati virus Corona. Namun jangan sembarang mengonsumsinya karena termasuk kategori obat keras.
Cara Virus Corona SARS-CoV-2 Merusak Tubuh Manusia
Coronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (Covid-19). Begini cara virus itu merusak tubuh.
0
Daftar Lembaga yang Kembangkan Vaksin Virus Corona
Sejumlah lembaga penelitian sedang berusaha menemukan vaksin untuk menangkal virus corona atau Covid-19, termasuk lembaga asal Indonesia.