UNTUK INDONESIA
Mendikbud Nadiem Makarim Tambah Kuota Jalur Prestasi
Mendikbud Nadiem akan tambah kuota penerimaan siswa lewat jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dari 15 persen jadi 30 persen
Mendikbud Nadiem Makarim saat meninjau SDN Gentong, Pasuruan, Kamis 7 November 2019. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akan menambah kuota penerimaan siswa lewat jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis zonasi dari maksimal 15 persen menjadi 30 persen.

"Ke depan arah kebijakan diperlonggar, yang sebelumnya jalur prestasi persentasenya 15 persen menjadi 30 persen," katanya saat menyampaikan empat pokok kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2019.

Dengan demikian, nantinya kuota penerimaan siswa lewat jalur zonasi minimum 50 persen, jalur afirmasi untuk siswa penerima Kartu Indonesia Pintar 15 persen, siswa pindahan lima persen, dan jalur prestasi 30 persen.

"Ini merupakan kompromi antara aspirasi orang tua dan semangat pemerataan," kata Nadiem, seperti dilaporkan Antara. Ia mengatakan bahwa pelonggaran kebijakan tersebut ditujukan untuk mewujudkan pemerataan dalam sistem zonasi, mengingat masih ada daerah yang kesulitan menerapkannya.

"Zonasi sangat penting, kami mendukung penuh inisiatif zonasi. Tapi ada beberapa daerah yang kesulitan dalam menerapkan sistem zonasi ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam hal ini daerah tetap memiliki kewenangan dalam menentukan proporsi final kuota penerimaan siswa dan menetapkan wilayah zonasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga berharap pemerintah daerah bisa bergerak bersama dengan pemerintah pusat dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan.

Selain itu, Nadiem menyampaikan empat pokok kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" yang meliputi perubahan pada ujian sekolah berstandar nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi. []

Berita terkait
Mas Mendikbud Belajar Bahasa Inggris Cukup Setahun
Pelajaran bahasa Inggris diajarkan sejak SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi tapi lulusan perguruan tinggi pun belum tentu bisa bahasa Inggris
Asesmen Kemendikbud Terkait Sinyalemen Bank Dunia
Terkait dengan laporan Bank Dunia tentang tingkat learning poverty di Indonesia, pihak Kemendikbud mengatakan akan lakukan asesmen untuk lihat data
Kemendikbud Terus Usulkan Warisan Budaya ke UNESCO
Kemedikbud terus mengusulkan warisan budaya ke Unesco. Setelah batik, kini megusulkan pencak silat, pantun dan gamelan.
0
Mengenaskan, Jenazah di Jeneponto Ditandu 10 Km
Kepala Desa Bontorappo melarang warganya menggunakan ambulans untuk mengangkut jenazah. Imbasnya, jenazah warga ditandu sejauh 10 Km.