UNTUK INDONESIA
Menakar Kepantasan Adian Napitupulu Jadi Menteri Jokowi
Menakar kepantasan dan kelayakan Adian Napitupulu jadi Menteri Jokowi. Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai Adian sebagai aktivis dan politisi.
Adian Napitupulu. (Foto: Instagram/@adianna70fans)

Jakarta - Politikus PDIP Adian Napitupulu mengaku telah menolak jabatan menteri di Kabinet Kerja II, meski dia dipinang langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengaku bingung saat ditanyai soal pos menteri yang pas untuk Adian.

Bukan tanpa sebab dia berkata demikian. Ujang menilai sepak terjang Adian lebih mencolok sebagai aktivis. Di lain sisi, pos menteri dia soroti harus diduduki orang-orang yang memiliki kapabilitas dan berprestasi.

Kita butuh sosok yang betul-betul ahli dan ada prestasinya. Di situ Adian ini prestasinya apa?

"Saya belum tahu yang cocok untuk kapasitas dirinya (Adian), tetapi yang tahu pasti Pak Jokowi, karena background aktivis. Kita butuh sosok yang betul-betul ahli dan ada prestasinya. Di situ Adian ini prestasinya apa? kan penting," kata Ujang kepada Tagar, Senin, 21 Oktober 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini kemudian mencontohkan dipanggilnya Nadiem Makarim, Wishnutama, dan Airlangga Hartanto ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ujang berujar, Nadiem dipanggil ke sana lantaran menjadi sosok penting di balik berdirinya Gojek. Begitupun dengan Wishnutama yang dia pandang merupakan ahli di bidang pertelevisian. Kemudian, politikus Golkar Airlangga Hartanto yang dia anggap ahlinya di bidang perindustrian.

"Kalau Adian, dia politisi dan aktivis, lalu ahli di bidang apa? Itu penting. Dia anggota DPR secara politik bisa-bisa saja (menteri), tetapi harus ditempatkan di tempat dan keahliannya" ujar dia.

Menurut Ujang, pos menteri apabila berkonstruksinya dari jabatan politik, maka bisa ditempati oleh siapapun politisi, tetapi membutuhkan keahlian khusus, karena bakal mengurus kementerian tertentu.

"Sekarang begini dulu saja, apakah dia (Adian) dipanggil ke istana atau tidak. Kalau dia dipanggil ke istana dari hari ini sampai besok atau sampai malam hari, karena kabinet akan diumumkan hari Rabu. Artinya, itu memiliki kans besar untuk menjadi menteri," tutur pria yang sempat menjadi Staf Khusus Ketua DPR RI itu.

Ujang menjelaskan, jabatan menteri tergantung dari hak prerogatif presiden. Kemudian, tergantung juga dari penerimaan publik.

"Jadi presiden juga berhak mengangkat siapapun termasuk Adian Nipitupulu, tetapi di saat yang sama dia juga harus memerhatikan masukan-masukan publik," kata dia.

Sebelumnya, Adian mengaku enggan menerima tawaran dari Presiden Jokowi untuk menjabat menteri. Dia beralasan tidak merasa mampu untuk menempati jabatan tersebut.

"Betul. Karena gue tidak merasa punya talenta di situ," kata Adian Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. []

Berita terkait
Alasan Adian Napitupulu Merasa Tak Pantas Jadi Menteri
Adian Napitupulu mengatakan menjadi menteri Jokowi harus memiliki beberapa kriteria. Hal itu diakui Adian belum ada di dirinya.
Ketika Jokowi Meminta Adian Napitupulu Jadi Menteri
Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengatakan alasan kenapa menolak jadi menteri Jokowi.
Adian Napitupulu Tolak Menteri, Gue Bukan Erick Thohir
Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menegaskan dirinya tetap menolak menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi Jilid II.
0
4 DPD Golkar di Yogyakarta Sepakat Musdalub
Empat dari lima DPD Partai Golkar di Yogyakarta meminta DPP untuk segera menggelar Musdalub DPD I Partai Golkar DIY.