Jakarta - Apakah benar bagi orang yang sedang berpuasa membersihkan telinga dengan cara mengoreknya dapat membatalkan puasanya? 

Pertanyaan itu selalu muncul setiap bulan puasa Ramadan. Sebab, mereka tidak mau puasa mereka batal karena masalah sepele.

Apa hukumnya membersihkan telinga ketika kita sedang berpuasa. Membersihkan telinga dengan menggunakan jari kelingking tidaklah membatalkan puasa. Berbeda halnya jika kita membersihkan telinga dengan korek kuping (cotton bud). 

Sebab korek kuping mampu menjangkau rongga dalam telinga sedangkan jari kelingking tidak mampu menjangkaunya. Sebagaimana yang dibahas oleh beberapa ulama, yaitu Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibary dalam kitabnya, Fath al-Mu’in:

(و) يفطر (بدخول عين) وإن قلت إلى ما يسمى (جوفا): أي جوف من مر

Artinya: “Batal puasa disebabkan masuknya benda ‘ain (yang jelas, dapat dilihat) sekalipun hanya sedikit kedalam (bagian) yang disebut Jauf; rongga dalam”

Sementara itu, Syeikh Taqiyuddin Abu Bakar Al-Husaini juga membahasnya di dalam kitabnya, Kifayatul Akhyar (Hlm. 286, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut):

واعلم أنه لا بد للصائم من الإمساك عن المفطرات وهو أنواع : منها الأكل والشرب وإن قل عند العمد وكذا ما في معنى الأكل والضابط أنه يفطر بكل عين وصلت من الظاهر إلى

الباطن في منفذ مفتوح عن قصد مع ذكر الصوم وشرط الباطن أن يكون جوفا وإن كان لا يحيل وهذا هو الصحيح

Artinya: “Ketahuilah, seyogyanya orang yang berpuasa itu menahan dirinya dari segala sesuatu yang dapat membatalkan. Dan itu bermacam-macam, diantaranya adalah makan dan minum dengan segaja walaupun sedikit. Begitupun dengan perkara yang dimaknai makan. Kesimpulannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda, dari luar badan ke dalam badan, melalui lubang yang terbuka, dengan sengaja, dan sedar akan puasanya. Syarat sesuatu disebut ‘bagian dalam badan” ialah ada dalam Jauf (rongga dalam). Walapun benda yang masuk tak berubah warna dan demikianlah yang sahih.”

Dengan demikian, membersihkan telinga dengan sengaja menggunakan korek kuping hukumnya sama halnya hukum mencicipi makanan saat puasadengan sengaja yaitu membatalkan puasa. 

Namun, apabila membersihkan telinga tanpa korek kuping atau tidak sengaja menggunakan jari kita maka tidak membatalkan puasa, karena tidak masuk hingga rongga dalam. Allah SWT pun berfirman.

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS Al-Baqarah: 187).

Baca juga: