Jakarta - Memasuki pekan kedua puasa Ramadan ketahanan tubuh mulai diuji. Mereka yang sehat dapat menjalani ibadah puasa tanpa masalah. 

Namun berbeda dengan yang punya masalah kesehatan, atau tidak menjalankan pola hidup sehat selama puasa. Sejumlah masalah ini membatalkan puasa.

"Setiap orang tentu ingin menyelesaikan puasa dengan baik dan tetap sehat. Tapi, secara umum sebagian dari masyarakat muslim sudah ada yang batal puasa. Pengamatan saya sebagai dokter, sebagian besar pasien yang datang ke saya karena masalah pencernaan," kata akademisi dan praktisi klinis Prof Ari Fahrial Syam, dikutip Tagar, Senin 13 Mei 2019.

Prof Ari mengatakan pasien ada yang tidak biasa makan sebelum Subuh sehingga batal karena hanya sahur dengan air putih. Selain tidak biasa sahur, berikut tiga penyakit yang bisa membatalkan puasa.

1. Nyeri Ulu Hati

Kondisi nyeri ulu hati biasanya dibarengi mual dan muntah. Menurut Prof Ari, keadaan ini menjadi penyebab utama batalnya puasa pada minggu pertama. 

Nyeri ulu hati seharusnya tidak sampai membatalkan puasa, tapi bisa sangat mengganggu bagi yang tidak memperhatikan kesehatan. Prof Ali kembali mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan saat sahur dan buka serta tidak lapar mata.

2. Diare

Diare menjadi penyebab kedua seringnya batal puasa di minggu pertama. Diare umumnya terjadi di pagi hari akibat konsumsi makanan yang tidak tepat, misal asupan yang terlalu asam dan pedas. 

Penyebab lain adalah konsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri. Prof Ari mengingatkan masyarakat memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi.

3. Peningkatan Asam Lambung

Setelah berpuasa selama 6-8 jam terjadi peningkatan produksi asam lambung pada perut yang kosong. Kondisi ini sebetulnya biasa terjadi pada pekan pertama, namun bisa jadi gejala gangguan maag jika tidak ditangani dengan baik. Selain memilih makanan yang tepat, Prof Ari menyarankan segera ke dokter untuk mendapat penanganan sehingga bisa menyelesaikan puasa dengan baik.  []

Baca juga: