UNTUK INDONESIA
Megawati Sebut Kaltim Jangan Dibebankan Seperti Jakarta
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan pemindahan ibu kota baru ke Kaltim tidak diberi beban berat seperti Jakarta.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan pers usai pengukuhan kembali dia sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024 di Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis, 8 Agustus 2019. (Foto: Antara/Fikri Yusuf).

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak diberi beban berat seperti Jakarta. Menurutnya, perpindahan ibu kota pemerintahan tidak menyangkut pusat bisnis, manufaktur, dan sebagainya.

"Dulu waktu awal kemerdekaan yang disebut Jakarta itu hanya wilayah Menteng, Jakarta Pusat saat ini. Mereka yang tinggal di Menteng dikenal sebagai Anmen alias anak Menteng. Masyarakat yang tinggal di kawasan lainnya itu sudah di luar Jakarta," kata Megawati lewat siaran persnya, Selasa, 27 Agustus 2019, seperti diberitakan Antara.

Megawati menyatakan dukungannya terhadap keputusan pemerintah Presiden Joko Widodo yang memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim, agar perencanaan pembangunan nasional merata dan bervisi jangka panjang.

Ibu kota negara yang baru harus dibangun dengan perencanaan baik, tidak boleh mengulangi pengalaman Jakarta.

"Kalau pemerintah sudah membuat keputusan, tentunya telah dipertimbangkan secara matang," ucap dia.

Sebagai ketua umum partai politik yang menjadi pemenang pemilu, Megawati mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan secara terencana untuk jangka panjang.

"Memindahkan dan membangun ibu kota baru, itu artinya berbicara soal fungsi dan tempat. Bicara konteks ini harus jangka panjang, untuk apa kebutuhannya dan apa target yang mau dicapai dengan pemindahan ibu kota itu," ujarnya.

Megawati yang sejak kecil tinggal di Jakarta, yakni di Istana, melihat perkembangan Kota Jakarta tanpa perencanaan tata kota yang baik. Sehingga, dia berkeinginan Kaltim sebagai ibu kota baru, nantinya mengalami perkembangan yang baik dibanding dengan Jakarta.

"Ibu kota negara yang baru harus dibangun dengan perencanaan baik, tidak boleh mengulangi pengalaman Jakarta. Tata ruangnya harus direncanakan dengan baik untuk jangka panjang dan tidak boleh diubah-ubah," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati mencontohkan Kota Canberra, yaitu ibu kota negara Australia. "Canberra itu sepi karena memang kota pemerintahan. Di Amerika, kota pemerintahannya di Washington juga tidak ramai. Kalau mau ramai ke New York yang memang kota bisnis," katanya.

Menurut dia, konsep kota pemerintahan dan kota bisnis harus menjadi pemikiran yang matang oleh pemerintah. Berhubung Kalimantan Timur akan dijadikan ibu kota baru, Ketua Umum PDIP mengingatkan pemerintah untuk bijak menyikapi Kaltim yang merupakan daerah pertambangan minyak, batu bara, dan mineral, agar tidak mengganggu ibu kota di masa mendatang.[] 

Berita terkait
Peraturan Infrastruktur Telekomunikasi di Kaltim
Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan infrastruktur jaringan teknologi telekomunikasi di Kaltim tidak boleh kasat mata.
Dampak Pindah Ibu Kota ke Kaltim Terhadap Kaltara
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur berdampak positif pada pembangunan di wilayahnya.
Megawati Soekarnoputri, PDIP dan Jatah Menteri Jokowi
Megawati Soekarnoputri dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
0
Ikan Bertato Ambon Terbalik, Gemparkan Warga Maluku
Warga dusun setempat yang mengetahui temuan ikan itu, berkerumun dan melihat langsung di tepi pantai dusun.