Meeting of Minds Forum 2019 Solusi Milenial Dunia

Meeting of Minds Forum 2019 digelar di The Tribata Darmawangsa, Jakarta mulai dari 11-12 Desember 2019.
Konferensi pers di sela The Meeting of Minds Forum yang digelar di The Tribrata Jakarta 11-12 Desember 2019. (Foto: Tagar/Rivaldi Dani Rahmadi)

Jakarta - Meeting of Minds Forum 2019 digelar di The Tribata Darmawangsa, Jakarta mulai dari 11-12 Desember 2019. Dalam forum ini membahas isu-isu masalah yang dihadapi generasi muda di dunia.

Saatnya bagi kita untuk menyatukan berbagai kemampuan di tingkat nasional dan internasional.

Tujuan dari acara yang diselenggarakan oleh Heritage Amanah Internasional ini ingin menyatukan pemikiran, kemampuan, dan keahlian lintas budaya dan bangsa untuk mengatasi berbagai ketimpangan serta kemelut yang selama ini membelenggu masyarakat di berbagai penjuru dunia.

Pembahasan yang akan dibicarakan diantaranya adalah masalah perubahan iklim, konflik skala besar, ketidaksetaraan, kemiskinan, konflik agama, korupsi, ketersediaan pangan dan air, kurangnya pendidikan, serta keselamatan dan kurangnya lapangan pekerjaan.

Konferensi ini bertema "Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan". Pertemuan dua hari ini dipimpin Ketua Bersama MeMinds Prof. Dr. Ismail Serageldine, seorang Pustakawan Emeritus Alexandria yang juga mantan Wakil Presiden Bank Dunia, didukung oleh Ketua Bersama MeMinds Forum 2019 Salina Nordin CHFC, yang merupakan pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Heritage Amanah Internasional.

Menurut Ismail, MeMinds Forum 2019 akan mempertemukan beragam generasi dengan latar belakang budaya, pendidikan, dan profesi untuk membahas tentang isu-isu yang selama ini menjadi keprihatinan dunia.

Selain masalah perubahan masalah iklim, MeMinds Forum 2019 juga akan mengeksplorasi lebih jauh tentang perekonomian syariah dan wakaf yang kini tumbuh pesat di berbagai belahan dunia.

"Saatnya bagi kita untuk menyatukan berbagai kemampuan di tingkat nasional dan internasional untuk menyelesaikan tantangan global maupun lokal, mulai dari kemiskinan, perubahan iklim, hilangnnya keanekaragaman hayati, deforestasi, erosi tanah, polusi udara, serta tanah dan air yang merusak lingkungan kita," kata Ismail.

Yenny Wahid selaku Director of Wahid Institute mengatakan banyak sekali persoalan-persoalan di dunia yang harus diatasi secara bersama-sama. Karena adanya globalisasi, dan persoalan yang ada mulai dari lingkungan hidup, kemiskinan, kesenjangan, lalu persoalan teknologi, dan sebagainya itu berdampak secara global. 

"Nah, jadi perlu adanya pertemuan di mana para ahli termasuk juga pakar-pakar bisa berbicara dan berdiskusi tapi juga ada interaksi dengan masyarakat yang bisa membicarakan, mencari solusi dari berbagai masalah yang ada," ucap Yenny Wahid

Jadi forum the meeting of minds ini, lanjut dia, merupakan forum dari latar belakang perspektif yang berbeda, latar belakang usia yang berbeda, latar belakang geografis yang berbeda, lalu kewarganegaraan yang berbeda, tapi memang fokusnya diarahkan kepada fokus antara asia dan negara-negara timur tengah ini adalah dua kekuatan yang selama ini belum terlalu berkaitan. 

"Jadi ini sekarang ada upaya untuk menghubungkan antara dua region ini sehingga bisa menjadi kekuatan besar yang kita harapkan akan ada banyak solusi-solusi berbagai masalah bisa muncul dari kedua region ini," ujarnya.

Dari semua pembahasan yang dibicarakan terdapat salah satu masalah yang cukup memprihatinkan yaitu kesehatan. Tania selaku Head of Yayasan Muda Giat Peduli dan Heritage Future Leader sadar bahwa kesehatan di Indonesia itu penting untuk diurus.

"Harapannya dari anak muda sebenernya dari forum ini kita bisa mendiskusikan point of view anak muda dan juga dari mentor-mentor seperti Sir Tim Hunt, Dr. Ismail Serageldine, dan nantinya kita bisa menemukan sesuatu jawaban bareng-bareng," ucap Tania. 

Menurut dia, tidak ada forum yang memberikan mentorship yang benar untuk anak muda mendapatkan jawaban apa yang menjadi solusi. 

"Seperti salah satu penyakit yaitu kanker payudara ini kita dari yayasan first campaign, karena ini nomor satu yang mematikan di dunia," ucapnya. 

Makanya, lanjut dia, harus sadar dengan kesehatan di Indonesia itu penting sekali untuk diurusi, dari situ bisa membuat langkah untuk memotivasikan orang-orang.

"Kita introduce ke mentor-mentor seperti ibu Yenny Wahid, mungkin mereka mendapatkan tidak hanya filantropi tapi juga edukasi tentang bisnis," kata Tania kepada Tagar, Rabu 11 Desember 2019. []

Berita terkait
Kaesang Pangarep Ajak Milenial Pintar Berinovasi
Putra bungsu Jokowi Kaesang Pangarep mengajak milenial berinovasi dalam mengembangkan usaha bisnis.
Tips Milenial Melamar Pekerjaan dan Nyaman Bekerja
Kaum milenial sering mengeluhkan lamaran pekerjaan ditolak, atau merasa tidak nyaman di tempat kerjanya yang baru. Ini tips menjawab itu.
10 Masalah Serius Milenial Dunia Dibahas di Jakarta
Jakarta akan menjadi tempat pertemuan multilateral membahas Facing Global Disruption.
0
Kisah Ganjar Pranowo Bantu Istri Ajudan Bung Karno
Berikut kisah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membantu istri ajudan Bung Karno, Elizabeth Koesno melunasi rumah kontrakannya.