UNTUK INDONESIA

Media Asing Menyoroti Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Sorotan media asing terkait dengan pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak tanggal 9 Januari 2021
Ilustrasi: Pesawat Sriwijaya Air (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak jadi sorotan media asing. Salah satu artikel menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan industri penerbangan tercepat, namun sisi keselamatan tak memadai.

Insiden pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak dengan menara pengawas pada Sabtu, 9 Januari 2021, mengundang pemberitaan dari media asing. Media Jerman, Zeit Online, menyoroti soal keselamatan transportasi udara di Indonesia yang membuat regulator di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) sempat melarang maskapai dari Indonesia terbang ke negara-negara Barat.

boeing sriwijayaPesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Denpassar di Bali pada 23 Maret 2017 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Thomas White)

"Setelah serangkaian kecelakaan, UE mencabut izin operasi maskapai penerbangan Indonesia dari 2007 hingga 2018," tulis Zeit Online. Selanjutnya Zeit Online menuliskan soal regulator di AS yang menilai keselamatan penerbangan di Indonesia tidak memadai dari 2007 hingga 2016.

1. Perangkat Lunak yang Berbeda dengan Pesawat Boeing 7373 Max

Sementara media Inggris, The Guardian, membahas tentang sistem perangkat lunak yang digunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Pesawat jenis Boeing 737-500 ini tidak menggunakan sistem perangkat lunak yang sama dengan dua kecelakaan pesawat Boeing sebelumnya yang menewaskan ratusan orang dan membuat perusahaan Boeing dalam krisis.

Sriwijaya AirPesawat Sriwijaya Air. (Foto: Tagar/Pixabay)

"Pada Oktober 2018, 189 orang tewas ketika sebuah pesawat Lion Air Boeing 737 Max jatuh ke laut beberapa menit setelah lepas landas dari Jakarta untuk penerbangan domestik. Beberapa bulan kemudian, sebuah Boeing 737 Max 8 jatuh di Ethiopia, menewaskan 157 orang di dalamnya. Departemen Kehakiman AS mendenda Boeing sebesar 2,5 miliar dolar AS pekan lalu setelah perusahaan itu didakwa melakukan penipuan dan konspirasi sehubungan dengan dua kecelakaan," tulis The Guardian.

2. Indonesia: Pertumbuhan Industri Penerbangan Cepat, Namun Keselamatan Mengkhawatirkan

Sementara media South China Morning Post (SCMP) yang berbasis di Hong Kong menuliskan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan industri penerbangan tercepat di dunia. Namun, demikian "memiliki catatan keselamatan yang buruk dalam hal kecelakaan udara."

"Sejarah penerbangannya buruk," tulis SCMP saat membahas rekam jejak dunia aviasi Indonesia. Dituliskan juga tentang insiden penerbangan Garuda Indonesia 152 tahun 1997 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, dan menewaskan 234 orang. Serta dibahas kecelakaan pesawat lain di Indonesia seperti penerbangan AirAsia 8501 dan penerbangan Lion Air 610 [yp/ae (berbagai sumber)]/dw.com/id. []

Berita terkait
Panglima TNI: Lokasi Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah ditemukan.
Pesan Terakhir Penumpang Sriwijaya Air, Minta Didoakan
Di dalam pesawat Sriwijaya SJ 182 itu , Indah bersama suaminya Muhammad Rizki Wahyudi, dan Arkana Nadhif Wahyudi (anaknya berusia 8 bulan).
Korban Sriwijaya Air Asal Pekalongan Ternyata Pilot NAM Air
Satu korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh adalah Capt Didik Gunardi. Ia adalah pilot pesawat NAM Air asal Pekalongan.
0
Alasan Pemprov Aceh Larang ASN Gelar Pesta Perkawinan
Surat Instruksi Gubernur Aceh Nomor 01/INSTR/2021 tentang larangan menyelenggarakan kegiatan pernikahan/perkawinan dan sejenisnya di Aceh.