UNTUK INDONESIA
Masalah Ahok, Novel Bamukmin Membemper Arie Gumilar
Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin siap membentengi Arie Gumilar Pertamina sebagai advokat, agar Ahok tidak terpilih menjadi bos di BUMN.
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau Novel Bamukmin (kiri) dan kuasa hukumnya Krist Ibnu Wahyudi, di Lobi Gedung Resmob Polda Metro Jaya, Kamis(10/10/2019) malam. ANTARA/Fianda Rassat

Jakarta - Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mengaku siap membentengi Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersama (FSPPB) Arie Gumilar dengan konsultasi hukum menyoal rencana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bos di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saya klarifikasi untuk masalah Ahok, saya selalu pakai nama ACTA, karena saya wakil ketua yang pertama melaporkan Ahok.

Bukan menjadi hal baru bagi Novel untuk mengganjal suami Puput Nastiti Devi. Tahun 2016 lalu, saat Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ACTA mengadukannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta atas dugaan menghina Islam. 

Masih dalam laporan yang sama, dia juga menyebut Ahok telah berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Dalam rentang waktu sebulan, pria asal Belitung Timur itu ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama.

"Saya klarifikasi untuk masalah Ahok, saya selalu pakai nama ACTA, karena saya wakil ketua yang pertama melaporkan Ahok dan saya siap memberikan bantuan advokasi kepada Arie Gumelar dan kawan-kawan," kata Novel kepada Tagar, Senin, 18 November 2019.

Baca juga: Pekerja Pertamina Cilacap Susul Arie Gumilar No Ahok

Dalam konteks ini Novel merasa belum saatnya bersuara mewakili Persaudaraan Alumni (PA) 212. Namun, apabila diperlukan, mantan kader PBB ini juga bisa melakukan tahap mediasi dengan para tokoh alumni 212.

"Karena ada korelasinya, yaitu saya sebagai wakil ketua ACTA yang pertama melaporkan Ahok dan siap mengadvokasi perjuangan (FSPPB)," ucapnya.

Menurut Novel, memang sudah seharusnya ACTA bersikap, membantu Arie Gumilar. Dia tidak menginginkan Ahok mendapatkan jabatan strategis di perusahaan BUMN.

"Sudah kewajiban kami untuk membantu pejuang keadilan untuk menyelamatkan bangsa ini dari pelaku yang diduga terlibat korupsi di berbagai tempat," tuturnya.

AhokMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (foto: m.ayosemarang.com).

Dalam catatan Novel, Ahok seharusnya tidak hanya tersandung kasus penistaan agama saja, melainkan ada beberapa perkara yang masih menguap.

"Dan masih diduga terlibat beberapa kasus korupsi yaitu sumber waras, transjakarta, reklamasi dan lain-lain," ujar dia.

Baca juga: Novel Bamukmin Siap Bantu Arie Gumilar Lawan Ahok

Apabila, pemerintah ngoyo menjadikan Ahok sebagai pimpinan di salah satu BUMN, maka hal itu ia pandang akan menimbulkan kegaduhan. "Karena kalau dipaksakan sangat mengancam keutuhan bangsa dan anjloknya ekonomi bangsa," kata dia. 

Novel meminta pemerintah tidak memberi jalan kepada Ahok untuk memimpin di perusahaan pelat merah. Dia mengendus ada kepentingan asing di balik ini semua.

"Kalaupun terjadi, saya duga kuat mereka mendapatkan tekanan dari luar untuk kepentingan bisnis asing dan mungkin ada unsur balas budi dari posisi Ahok yang menguntungkan bagi si pemberi rekomendasi," kata Novel Bamukmin. []

Berita terkait
Novel Bamukmin Heran Ahok Residivis Jadi Bos BUMN
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyoroti status Ahok sebagai residivis, karena belakangan dikaitkan jadi bos BUMN.
Arie Gumilar Sebut Ahok Residivis, PSI Ingat Rizieq
Politikus PSI Mohamad Guntur Romli jadi teringat pentolan FPI Rizieq Shihab saat Arie Gumilar Pertamina sebut Ahok residivis.
Arie Gumilar Sebut Ahok Residivis Kriminal
Arie Gumilar dari Pertamina, menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai residivis kriminal yang akan membuat ribut Pertamina setiap saat.
0
Saya Bingung Sama Anda Nadiem Makarim
Mungkin Nadiem Makarim orang genius di tempat yang salah hingga sibuk berwacana kontroversial. Opini akademisi UGM Bagas Pujilaksono.