UNTUK INDONESIA
Arie Gumilar Sebut Ahok Residivis Kriminal
Arie Gumilar dari Pertamina, menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai residivis kriminal yang akan membuat ribut Pertamina setiap saat.
Arie Gumilar ikut Reuni 212, 2 Desember 2018. (Foto: Facebook Arie Gumilar)

Jakarta - Beredar video Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersama (FSPPB), Arie Gumilar tengah berorasi menyinggung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai seorang residivis kriminal yang akan membuat ribut Pertamina setiap saat.

Orasi Arie di dalam ruangan disaksikan kurang lebih ratusan orang. Dia meminta kepada seluruh anggota FSPPB yang hadir agar memikirkan secara logis, dampak apabila Ahok menjadi petinggi di perusahaan pelat merah ini.

Ahok punya rekam jejak kriminalis ya. Rekam jejak kriminal yang mengakibatkan Ahok 1 tahun 8 bulan 15 hari. Artinya apa? residivis sebaiknya juga tidak menjadi pimpinan di perusahaan strategis.

"Pertamina adalah perusahaan yang besar. Pertamina adalah perusahaan yang strategis yang tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali dan itu harus aman, tenteram, lancar," katanya.

Dikatakan dia, jika seorang yang selalu berperangai kasar, selalu berbicara kotor, selalu buat kegaduhan dan selalu buat keributan, masuk di tubuh Pertamina, maka perusahaan BUMN itu akan ribut setiap saat.

"Kalau kita ribut di dalam, bagaimana kita bisa berikan pelayanan kepada masyarakat. Pertamina adalah punya rakyat, tujuan Pertamina adalah untuk memberikan pelayanan kepada rakyat. Ini yang kami jaga," ucapnya lantang.

Tak hanya itu, Arie mengaku penolakan mereka terhadap Mantan Gubernur DKI Jakarta itu semata bukan karena faktor agama. Melainkan, rekam jejak suami Puput Nastiti Devi yang pernah menjalani masa tahanan dengan kasus penodaan agama.

Basuki Tjahaja PurnamaMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emelia Nomleni berdialog dengan sejumlah tokoh agama serta akademisi dari NTT di Kota Kupang, NTT, Selasa, 13 Agustus 2019. (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

"Bukan semata-mata karena Ahok ini dilihat dari agamanya, tidak. Tetapi juga bahwa Ahok punya rekam jejak kriminalis ya. Rekam jejak kriminal yang mengakibatkan Ahok 1 tahun 8 bulan 15 hari. Artinya apa? residivis sebaiknya juga tidak menjadi pimpinan di perusahaan strategis," ucap Arie.

Selanjutnya, Arie mengaku viralnya penentangan dia terhadap pria yang maunya disapa BTP itu disebabkan buzzer. Dia mulai disoroti masyarakat terlibat dalam Gerakan 212.

"Dan ini sudah mulai viral, serangannya juga semua masif. Secara pribadi saya juga mulai diserang, di-bully oleh buzzer-buzzer, tapi enggak apa-apa itu resiko dari seorang pemimpin serikat pekerja," kata dia.

Kemudian, dia juga mengaku mendapat sebuah link berita yang menyebutkan bahwa serikat pekerja yang dipimpinnya merupakan serikat yang radikal.

"Bahkan barusan saya dapat link berita di-capture, ternyata saat ini serikat pekerja saat ini sudah dikategorikan organisasi radikal. Lawan ya," katanya dihadapan seluruh tamu undangan.

Dia juga meminta agar melakukan aksi jika nantinya Ahok betul-betul akan memimpin Pertamina.

"Jadi kalau misalkan dampak dari aksi federasi terhadap penolakan Ahok masuk ke Pertamina, ini kemudian berdampak eskalasinya menjadi eskalasi aksi nasional. Siap teman-teman untuk aksi. Lawan," ujar Arie Gumilar. []

Berita terkait
Novel Bamukmin Siap Bantu Arie Gumilar Lawan Ahok
Novel mengatakan, memberikan bantuan hukum kepada Arie Gumelar mewakili Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Bela Ahok, Guntur Romli: Arie Gumilar Radikalisme
Politikus PSI Mohamad Guntur Romli menyebut presiden serikat kerja Pertamina Arie Gumilar terpapar virus radikalisme karena menolak Ahok.
Arie Gumilar Penentang Ahok di Pertamina
Arie Gumilar pemimpin serikat karyawan Pertamina ogah perusahaannya tersebut mendapat bos semacam Ahok. Siapa Arie Gumilar? Ini profilnya.
0
Belasan Rumah di Sampang Diterjang Puting Beliung
Belasan rumah warga Dusun Pangnengah dan Patapan Tengah, Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Sampang, diterjang puting beliung.