UNTUK INDONESIA
Mantan Karyawan Dalangi Perampokan Toko Emas di Bali
Dua pelaku perampokan toko emas di Badung berhasil diringkus aparat Polda Bali. Ternyata aksi tersebut diotaki mantan karyawan toko emas itu.
Petugas dari Polda Bali meringkus dua pelaku perampokan toko emas di Badung. Satu pelaku merupakan mantan karyawan toko emas tersebut. (Foto: Dok Polda Bali)

Denpasar - Karyawan sebuah toko emas di Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali tak menyangka jika salah satu perampok yang menggondol sejumlah perhiasan di toko mereka adalah mantan rekan kerjanya. Pelaku pencurian dengan kekerasan ini menjarah emas dengan modus menghancurkan etalase kaca tempat perhiasan.

Terungkapnya pelaku perampokan adalah eks karyawan toko emas didapat setelah yang bersangkutan diringkus petugas kepolisian. Pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Buleleng.

KS, satu pelaku merupakan mantan karyawan toko, dia menjadi otak dalam aksi pencurian ini.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Komisaris Besar Polisi Dodi Rahmawan, pelaku berinisial KS merupakan mantan karyawan toko yang satu setengah tahun yang lalu dipecat lantaran melakukan hal sama.

"Dua orang pria berinisial NS, 38 tahun, dan KS 48 tahun terbukti mencuri emas di sebuah toko perhiasan I Gede Padnya, 60 tahun di Jalan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Kerugiannya mencapai Rp 170 juta,” kata dia, Sabtu, 26 September 2020.

“KS, satu pelaku merupakan mantan karyawan toko, dia menjadi otak dalam aksi pencurian ini,” sambungnya.

Dodi menjelaskan saat beraksi KS berlagak jadi pembeli di toko emas bekas tempat kerjanya. Ketika berada di depan toko, ia tanpa basa basi langsung memecahkan kaca etalase menggunakan paving blok. Selanjutnya mengambil satu kotak cincin emas dan pergi berlari menuju timur toko. 

“Menurut keterangan saksi, saat sedang berjaga di toko, sekitar pukul 11.56 Wita, tiba-tiba ada orang yang datang menggunakan jaket putih, celana panjang, syal, masker, dan sarung tangan yang dikira sebagai pengunjung atau pembeli,” ujarnya.

Baca juga: 

Dari aksinya itu, KS dan NS berhasil menggondol 13 buah cincin emas dengan berat masing-masing cincin 15 gram, serta satu buah potongan gelang emas dengan berat 20 gram.

”Saksi mencoba untuk mengejar pelaku,namun pelaku berlari ke arah timur menuju temannya yang menggunakan motor Vario dan kabur menuju arah timur,” ucap dia. 

Berdasarkan penyelidikan di lapangan, kedua pelaku ternyata kabur ke kampung halamannya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt Buleleng. Polisi pun langsung bergerak menuju tempat persembunyian dan menangkap mereka.

“Barang bukti hasil kejahatan sementara di sembunyikan pelaku dalam tanah menunggu situasi aman,” pungkas Dodi. []

Berita terkait
Pria Asal Semarang Tewas Membusuk di Selokan Benoa Bali
Basarnas Denpasar mengevakuasi jasad warga asal Semarang yang diperkirakan sudah meninggal sejak beberapa waktu lalu.
Bali I Miss U, Wisata Sehat dengan Budaya Patuh Protokol Kesehatan
Perempuan Indonesia Maju (PIM), Pertiwi Indonesia, dan Prakarsa Nusantara menginisiasi sebuah kampanye pariwisata bernama Bali I Miss U.
PUPR Bangun Jalan Pintas Mengwitani - Singaraja di Bali
Mendukung pengembangan pariwisata kawasan Bali Utara, Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja.
0
Jika Terlibat Bentrok, Mahasiswa UNM Kena Sanksi
Universitas Negeri Makassar (UNM) akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku bagi mahasiswa yang terlibat Demo bentrok.