UNTUK INDONESIA
Luhut Binsar Pandjaitan dan Tuduhan The Real President
Ada yang menuduh Luhut Binsar Pandjaitan adalah the real president Indonesia. Luhut yang sangat dipercaya Presiden Jokowi. Ini profilnya.
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Jakarta - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi sekaligus Menteri Perhubungan Ad-Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, mengeluarkan keputusan untuk membatalkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghentikan operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP), serta bus pariwisata dari dan ke Jakarta, di tengah wabah virus corona Covid-19.

Atas kejadian itu, politkus Gerindra Fadli Zon menyebut Luhut merupakan the real president Indonesia. Fadli menyampaikan komentar tersebut melalui akun media sosial Twitter miliknya. 

"Pak Luhut ini bertindak spt 'the real President' ya?" kata @fadlizon, Senin malam, 30 Maret 2020.

Profil Luhut Binsar Panjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan lahir di Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947 dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida. Ia merupakan putra pertama dari lima bersaudara. Ayahnya yang sebelumnya hanya seorang sopir bus memiliki nasib yang baik hingga kemudian bisa bekerja di sebuah perusahaan sekaligus sekolah di Amerika Serikat

Ia menempuh pendidikan di SMA Penabur, Bandung dan turut mendirikan organisasi Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang berjuang dan mengumpulkan pelajar dan mahasiswa menentang Orde Lama dan PKI. Sejak kecil, Luhut dididik dengan keras untuk bersikap jujur, belajar, kerja keras, dan kerjakan yang terbaik.

Pada tahun 1967, Luhut masuk Akademi Militer (AKMIL) Cabang Angkatan Darat yang lulus pada waktu tiga tahun dengan predikat terbaik dengan menyabet pernghargaan Adhi Makayasa.

Sebagai prajurit, loyalitas sudah menjadi darah daging saya. Keputusan Presiden akan saya laksanakan sesuai kemampuan saya. Saya hanyalah bagian kecil dari sistem.

Bukber Jokowi-GolkarPresiden Joko Widodo (kedua kanan), Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) berbincang saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama Partai Golkar, di Jakarta, Minggu (19/5/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menjemput Kemenangan Ramadan. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Luhut kemudian berkarier di militer dengan pangkat letnan dua dan bertugas di Kopassus. Di kesatuan ini, kariernya meroket tinggi hingga menjadi salah satu pendiri Detasemen Penanggulangan Teror. Pada tahun 1997-1999, Luhut diberi promosi pangkat bintang tiga, saat dipercaya sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung.

Luhut mendapat promosi pangkat jenderal berbintang tiga saat ia dipercaya sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung. Kemudian ia menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Indonesia tahun 2000-2001, era Presiden Abdurrahman Wahid dan dianugerahi pangkat jenderal berbintang empat purnawirawan.

Selanjutnya, pada tahun 2004, Luhut mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan bernama PT Toba Sejahtera yang kini perusahaan itu telah memiliki anak usaha yang bergerak di sektor minyak, gas, perkebunan, dan kelistrikan.

Tidak ingin setengah-setengah, Luhut bergabung dengan Partai Golkar dan dipercaya sebagai wakil Ketua Dewan pertimbangan mendampingi Akbar Tandjung, pimpinan Aburizal Bakrie. Namun pada pilpres 2014, ia mengundurkan diri dari Golkar karena mendukung capres Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sementara Golkar saat itu mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Ketika Jokowi terpilih, Luhut menjadi orang yang dipercaya untuk menempati jabatan yang baru dibentuk dan otomatis orang pertama yang menduduki posisi itu, yakni Kepala Staf Kepresidenan RI untuk periode 2014-2019. Ini yang kemudian membuat banyak orang menyebutnya sebagai pembisik presiden.

Pada 12 Agustus 2015, Luhut kemudian dinaikkan posisinya menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menggantikan Tedjo Edhy Purdjiatno. Setahun kemudian, pada perombakan kabinet berikutnya, ia dilantik menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya menggantikan Rizal Ramli.

"Sebagai prajurit, loyalitas sudah menjadi darah daging saya. Keputusan Presiden akan saya laksanakan sesuai kemampuan saya. Saya hanyalah bagian kecil dari sistem. Kalau saya bisa mengerjakan banyak hal itu karena kehebatan para staf dan perwira-perwira yang membantu saya selama ini," tulis Luhut dalam akun Facebook, Rabu, 27 Juli 2016.

Keluarga

Istri : Devi Simatupang

Anak : 4 Orang

Pendidikan

SMA Penaburan, Bandung

Akademi Militer 1970

Karier

  • Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1971).
  • Komandan Kompi A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1973).
  • Komandan Kompi A Pasukan Kontingen Garuda (KONGA VI) Wilayah Port Said, Port Fuad, Port Suez, Mesir (Desember 1973 - Oktober 1974).
  • Ajudan Pribadi Brigjen TNI Yogi S Memed (Komandan Brigade Selatan, Wilayah Terusan Suez) Kontingen Garuda (KONGA VI), Mesir (Desember 1973 - Oktober 1974).
  • Pendiri dan Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1981)
  • Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Rajawali Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat, BAIS ABRI (1983)
  • Komandan Sekolah Pusdik Para Lintas Udara Pusshandalinud/Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus/Pusdikpassus, Kopassus (1987).
  • Komandan Group 3 Sandhi Yudha Kopassus, (1990)
  • Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), (1993)
  • Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur
  • Wakil Komandan Pusat Persenjataan Infanteri
  • Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI-AD (1996-1997)
  • Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) (1997-1999).
  • Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999 - 2000)
  • Menteri Perindustrian Dan Perdagangan RI Pada Kabinet Persatuan Indonesia (2000 - 2001)
  • Pengusaha di bidang energi dan pertambangan, PT Toba Sejahtera (2004)
  • Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar (2010-2014)
  • Kepala Staf Kepresidenan RI (2014-2015)
  • Menko Polhukam 2015-2016
  • Menko Maritim 2016-2019
  • Menko Maritim dan Investasi 2019-sekarang. []

Baca juga:

Berita terkait
Fadli Zon Tendensius Sebut Luhut The Real President
Pernyataan politisi Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan bak the real president dinilai tendensius.
Nasib Bus AKAP ke Jakarta di Tangan Luhut Pandjaitan
Pemrov DKI Jakarta berharap kepada Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan terkait nasib bus AKAP dari dan ke Ibu Kota.
Sebut Luhut The Real President, Ruhut Sindir Fadli Zon
Politisi PDIP Ruhut Sitompul menyindir anggota Komisi I DPR Fadli Zon lantaran menilai Menkomarives Luhut Binsar bak The Real President.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.