Jakarta - Media Australia, theaustralian.com.au membuat pemberitaan yang mencuri perhatian seluruh dunia. Pasalnya menampilkan headline Loser Prabowo claims victory on Indonesia, secara terang-terangan menyebutkan Prabowo sosok pecundang.

Apa ini sebuah sindiran atau ledekan terhadap Prabowo yang telah mengklaim kemenangan pada Pemilu 2019. Padahal, total hasil suara Pilpres saja belum dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago mengatakan, hal yang wajar jika media luar memberitakan terkait apa yang dilakukan Prabowo.

"Bagi dunia mengklaim diri sendiri itu sesuatu yang tidak etis. Kenapa? karena di dunia itu kan yang menilai kita itukan orang luar bukan diri kita sendiri. Ini yang jadi masalah sebenarnya. Jadi hampir disemua belahan duniakan, real count atau survei itu juga kan menjadi patokan yang mendasar. Walaupun kita tidak bisa bilang itu 100 persen," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago saat dihubungi Tagar News, Minggu 21 April 2019.

Irma menambahkan, dengan Prabowo mengklaim dirinya sendiri menang, sudah dipastikan menjadi perhatian media luar. Karena Prabowo dinilai terlalu agresif untuk menang, hingga mengabaikan semua hasil survei.

"Agresif terhadap kemenangan dirinya sendiri gitu, mengabaikan semua yang lain. Kan gak bisa juga. Kita merasa menang hanya karena hitungan diri kita sendiri. Sementara survei-survei selama ini bukan surveinya kami. Kami punya survei sendiri tapi kita gak klaim," ucap dia.

Dia sangat menyayangkan Prabowo yang mengklaim kemenangannya berdasarkan hasil survei tim internalnya saja. Bahkan menjadikan itu menjadi dasar kemenangannya di Pilpres 2019.

"Hampir seluruh survei itu memenangkan Jokowi. Kalau dia gak percaya survei, kenapa dia percaya survei internal dia kan gitu. Sementara survei-survei yang ada ini kan bukan survei internalnya Pak Jokowi. Survei internal kami malah tidak kami keluarkan. Kenapa? karena itu kami jadikan dasar pijakan kami untuk bekerja gitu," ujarnya.

"Selama ini survei kami itu gak jauh beda dengan yang dikeluarkan teman-teman dari rata-rata survei itu. Gak jauh beda. Malah punya kita itu lebih tinggi 1-2 persen dari surveinya. Tapi kita kan gak keluarin. Karena kita selalu jadikan untuk bekerja saja. Jadi kami gak pernah mengklaim diri sendiri. Itu yang harus dipahami," pungkasnya.

Sebelumnya, media Australia, theaustralian.com.au, melansir laporan dengan nada ledekan terhadap kandidat presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam judulnya, media itu terang-terangan menyebutnya sebagai sosok pecundang.

"Loser Prabowo claims victory on Indonesia," bunyi judul media itu dalam laporannya, Sabtu 20 April 2019. Makna harfiah dari judul itu adalah "Pecundang Prabowo mengklaim kemenangan atas Indonesia".

Isi pemberitaan tersebut perihal aksi Prabowo Subianto yang terus bersikeras mengklaim bahwa dia adalah pemenang yang sah dari pemilihan presiden (pilpres) Indonesia 2019 yang digelar 17 April lalu. []

Baca juga: