UNTUK INDONESIA
Liverpool Vs Man City Jadi Laga Terbesar di Inggris
Akankah Liverpool bisa menjauh dari Manchester City atau sebaliknya, laga tanggal 11 November 2019 diharapkan jadi laga terbesar di Inggris
Bus tim Manchester City disambut oleh penggemar Liverpool di Anfield sebelum pertandingan Liga Champions pada bulan April 2018. (Foto: theguardian.com/Matt McNulty/JMP/Rex/Shutterstock)

Liverpool – Menjelang laga antara Liverpool dan Manchester City, Minggu, 11 November 2019, di Stadion Anfield, yang jadi soal bukan teknik pertandingan di lapangan hijau. Man City masih diselimuti ketakutan karena pada bulan April 2018 sebelum perempat final Liga Champions fans The Reds melemparkan botol, kaleng dan suar ke bus yang membawa pemain City. Padahal, pengamat berharap laga Liverpool vs Man City bisa jadi laga terbesar di Inggris.

Padahal, pertandingan antara Liverpool dan Man City jadi penting artinya bagi kedua klub. The Reds yang bertengger di puncak klasemen sementara dengan 31 poin dari 11 laga, sedangkan City di posisi kedua dengan nilai 26 juga dari 11 laga. Bagi City kemenangan berarti memperpendek jarak dengan Liverpool, sedangkan bagi Liverpool kemenangan jadi berarti karena mereka akan kian jauh dari City.

Kalangan pengamat melihat pertandingan antara Liverpool dan Man City merupakan laga historis.

Manajemen City khawatir peristiwa tahun lalu terulang. Padahal, ketika itu tidak ada staf dan pemain yang cedera. Untuk itulah City meminta jalur yang aman menuju Anfield. City meminta jaminan dari Liverpool agar peristiwa 18 bulan yang lalu tidak terulang lagi.

Ilus The reds2Manajer Liverpool, Jürgen Klopp (kiri), dan Manajer Man City, Pep Guardiola, tampaknya cukup saling menyukai. (Foto: theguardian.com/Phil Noble/Reuters)

Pihak polisi Merseyside, kepolisian di Liverpool, berharap kejadian yang lalu tidak terulang. Tapi, polisi tidak bisa menjamin karena pas di hari pertandingan bisa saja terjadi fans Liverpool menyerang bus pemain City. Pihak manejemen City juga bingung kenapa polisi tidak menangkap fans Liverpool yang menyerang bus City.

Pertandingan ketika itu dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 3-0. City tidak melihat kekalahan itu sebagai persoalan besar karena yang mereka pikirkan adalah keselamatan pemain dan staf ketika mendekati stadion Anfield.

Dengan selisih 6 poin manajer City, Pep Guardiola, menyadari kekelahan akan memudarkan harapan mereka untuk mempertahankan juara Liga Premier untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Dalam 16 tahun belakangan ini atau 28 laga City tidak pernah mengalahkan Liverpool di Anfield. Kemenangan City terakhir atas The Reds terjadi pada bulan Mei 2003. Ketika itu City menang 2-1. Kedua gol dicetak oleh Nocolas Anelka. Liverpool menang 11 kali dan imbang lima kali.

Liverpool 21 kali mengalahkan juara bertahan di Anfield. The Reds tidak pernah kalah di kandang melawan juara bertahan sejak Desember 2007.

Laga ini jadi duel ke-35 di Liga Premier antara tim juara bertahan dan pemimpin klasemen. Liverpool dan City masing-masing menang sembilan kali dan 16 imbang. Terakhir City sebagai juara bertahan menekuk Liverpool pemimpin klasemen dengan skor 2-1 pada Januari 2019.

Dengan kondisi kedua klub diperkirakan hasil laga: 1 – 1 (Bahan: theguardian.com, forbes.com, dan sumber-sumber lain). []

Berita terkait
Liverpool Belum Aman Barca Ditahan Imbang di Kandang
Liga Champions menyelesaikan putaran matchday 4 untuk grup-grup E, F, G dan H, Liverpool menang tapi belum aman dan Barca ditahan imbang di kandang
Pinalti Salah Jungkalkan Spurs di Liga Inggris
Liverpool mengokohkan diri di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan 28 poin, selisih 6 poin dengan rival terdekatnya, Manchester City
Akankah Manchester City Bisa Lolos ke Babak 16 Besar
Laga Manchester City Vs Atlanta di San Siro Milan dini hari, 7 November 2019, WIB, penting bagi City karena kemenangan loloskan City ke 16 besar
0
Orang Batak Sudah Mulai Malu Berbahasa Batak
Trisna Pardede menggelar diskusi soal bahasa Batak bersama Saut Poltak Tambunan, penulis novel berbahasa Batak Si Tumoing Manapu Nipi.