UNTUK INDONESIA
Listrik Padam di Pessel, Pelayanan Puskesmas Terganggu
Pasien rawat inap di Puskesmas Sutera Kabupaten Pesisir Selatan harus rela bergelap gulita karena aliran listrik dari PLN padam.
Kondisi Puskesmas Rawat Inap Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, saat mati listrik Kamis malam 22 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Teddy Setiawan)

Pesisir Selatan - Miris, Sudah tidak ditanggung BPJS, pasien rawat inap di Puskesmas Sutera Kabupaten Pesisir Selatan harus rela bergelap gulita karena aliran listrik dari PLN padam.

Puskesmas yang baru saja diresmikan Bupati Hendrajoni pada 27 Juli 2019 itu, hingga kini belum memiliki alternatif sumber energi sekunder (genset).

"Matinya tidak sebentar, hampir 1 jam lamanya. Jadi, pasien terpaksa hanya pakai senter," ungkap Nanda (29) pada wartawan di Surantih, Kamis malam 22 Agustus 2019.

Sedangkan, sektor kesehatan merupakan salah satu dari 10 urusan wajib pemerintah. Bahkan, peristiwa padamnya lampu di Puskesmas itu tak hanya kali ini saja.

Akan tetapi, lanjut Nanda, padamnya listrik di Puskesmas itu paling sedikit mencapai 3 sampai 5 kali dalam sepekan terakhir. Kondisi seperti itu harus jadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Apalagi, akhir-akhir ini kondisi cuaca sering tidak menentu. Kadang tiba-tiba hujan lebat yang disertai badai, sehingga berpotensi terjadinya gangguan pasokan listrik dari PLN.

Dikhawatirkan jika terjadi kondisi gawat darurat, tentu akan berakibat fatal bagi pasien. Sementara, jarak antara Puskesmas Sutera dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lebih dari 40 Kilometer.

"Nah, seperti adanya tindakkan operasi atau melahirkan yang membutuhkan penerangan dan aliran listrik, misalnya. Yang jadi korban tentu pasien juga akhirnya," ujarnya sambil menghela nafas.

Sementara, Baron 53 tahun, salah seorang warga di sekitar mengamini jika seringnya terjadi mati lampu di ruang Rawat Inap Puskesmas itu.

Menurutnya, pengelola Puskesmas terkesan abai terkait persoalan itu. Padahal, kondisi padamnya listrik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) itu tidak hanya sekali ini saja. Parahnya lagi, genset yang ada tidak berfungsi.

"Masa iya Puskesmas diresmikan tanpa adanya persiapan matang seperti penyediaan alternatif sumber energi. Saya rasa telalu gegabah itu. Sebab, yang dirawat itu 'orang," tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas, dr. Harry Masrizal mengakui belum adanya altarnatif sumber energi yang memadai di Puskesmas tersebut.

Saat ini, genset yang ada hanya berkapasitas 1.000 Waat, sehingga tidak mampu mencukupi daya terpasang listrik Puskesmas yang mencapai 10.000 Watt.

Meski begitu, pihaknya telah mengajukan pengadaan genset sesuai kapasitas terpasang listrik. Jika tidak ada aral melintang, pembelian bakal dilakukan pada September 2019.

"Karena telah kami ajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. Mudah-mudahan di setujui," tutupnya.

Baca juga:

Berita terkait
Nelayan Pesisir Selatan Desak KKP Usir Kapal Pukat
Nelayan mendesak KKP menindak tegas Keberadaan kapal pukat harimau di wilayah Pesisir Selatan yang kian marak.
Polisi Selidiki Kebakaran di Pesisir Selatan Sumbar
Polisi mulai melakukan penyelidikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Pesisir Selatan Sumatera Barat.
Budaya Tarek Pukat, Sisi Indah Pesisir Banda Aceh
Budaya Tarek Pukat sisi lain dari warga Banda Aceh untuk menarik wisatawan.
0
Foto: Mahasiswa Desak Masuk, Gerbang DPR Nyaris Rubuh
Mahasiswa secara bersama-sama mengoyanglan pagar yang berada di sebesebelah kanan gerbang pintu masuk.