UNTUK INDONESIA
Lezatnya Mi Lobster, Kuliner Khas Simeulue Aceh
Mi lobster menjadi kuliner khas Kabupaten Simeulue, Aceh. Rugi rasanya bila berkunjung tidak sempat mencicipinya.
Pengunjung memperlihatkan mi lobster yang sudah siap disajikan di Warung Mie Sinan, Kabupaten Simeulue, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Simeulue dikenal sebagai satu-satunya kabupaten penghasil lobster di Provinsi Aceh. Belum lengkap rasanya ketika berkunjung Simeulue, tidak mencicipi nikmatnya mi lobster.

Beberapa waktu lalu, Tagar berkesempatan mengunjungi Kabupaten Simeulue. Sebagai pengunjung, tentunya mengunjungi sejumlah objek wisata di sana, termasuk mencoba kuliner mi lobster.

Salah satu warung yang menyediakan mi lobster adalah Warung Mie Sinan. Warung ini milik Adnan, 38 tahun. Ia menjual mi lobster sejak 2016.

Saya sudah maniak, karena tidak ada di daerah lain di Aceh, dan rasanya beda. Mi rasanya luar biasa, ini patut kita senangi.

Saban hari, Adnan biasanya mampu menghabiskan 30 sampai 40 kilogram lobster. Harganya pun bervariasi, umumnya setiap pengunjung memesan dengan harga Rp 50 ribu per porsinya.

"Per porsi biasanya saya menjual dengan harga Rp 50 ribu, itu lobsternya dua ons, rata-rata yang memesan dipakai mi kuning,” katanya.

Ia menuturkan, ada juga pengunjung yang memesan agar lobsternya lebih banyak dan harganya juga bertambah sesuai dengan permintaan pemesan.

Di warung Adnan, ada beberapa jenis lobster yang disediakan. Mulai dari lobster batu, lobster bambu, dan lobster kipas. Ketiga jenis ini memiliki keunggulan masing-masing.

"Lobster yang dibikin di sini yaitu mi lobster batu agak standar, kalau lobster bambu kadar amis kurang, sedangkan lobster kipas bentuk kecil, manis dan lebih enak," tuturnya.

LobsterMi lobster yang sudah siap disajikan di Warung Mie Sinan, Kabupaten Simeulue, Aceh. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Salah seorang pengunjung, Saifullah mengaku ketagihan mi lobster tersebut. Karena itu, setiap berkunjung ke Kabupaten Simeulue, ia selalu menyempatkan diri untuk menikmati kuliner ini.

"Saya sudah maniak, karena tidak ada di daerah lain di Aceh, dan rasanya beda. Mi rasanya luar biasa, ini patut kita senangi di salah satu pulau di Aceh punya kuliner seperti ini,” katanya.

Menurut Saifullah, mi lobster di Simeulue memiliki potensi luar biasa dan tentunya sangat cocok dikembangkan oleh pengusaha-pengusaha warung mi lainnya di Aceh. Dengan begitu, kuliner ini dapat ditemui dengan mudah di berbagai kabupaten dan kota di Tanah Rencong.

“Sangat bijak jika menjadi contoh, dan sebagai bentuk menumbuhkan kemandirian ekonomi. Kita berharap ke depan akan dikenal se Indonesia bahkan luar negeri, potensi ekspor lobster dari pulau ini sangat tinggi," tuturnya. []


Berita terkait
Kuliner Islandia Pikat Wisatawan Piala Eropa 2020
Islandia menjadi salah satu peserta babak play off Piala Eropa 2020, memiliki banyak kuliner khas yang nikmat dan lezat.
Air Mata di Balik Yopia, Kuliner Tradisional Rembang
Yopia sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga Waras. Air matanya berderai ketika ingat zaman susah jualan kuliner khas Rembang itu.
Enam Kuliner dengan Rasa Menjanjikan Asal Mojokerto
Wisatawan bisa icip-icip kuliner khas Mojokerto yang memberikan rasa yang menjanjikan kenikmatan di lidah.
0
Lezatnya Mi Lobster, Kuliner Khas Simeulue Aceh
Mi lobster menjadi kuliner khas Kabupaten Simeulue, Aceh. Rugi rasanya bila berkunjung tidak sempat mencicipinya.