Lewat Lomba Menulis Surat untuk Kartini 2021, Kominfo Ajak Jaga Ruang Digital

Kemkominfo mengajak generasi muda menjaga ruang digital, menghindari cyberbullying, hoaks, disinformasi juga penipuan secara online.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba. (Foto:Tagar/Kemkominfo)

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Mira Tayyiba mengajak generasi muda untuk menjaga ruang digital agar bersih, sehat, beretika dan digunakan secara produktif. Ajakan itu disampaikan kepada peserta Lomba Menulis Surat untuk Kartini 2021 yang digelar Kemkominfo.

"Jadi walaupun adik-adik ini bersosial media, tolong bapak dan ibu mendampingi juga. Hindari cyberbullying, hindari hoaks, disinformasi apalagi sampai adanya penipuan secara online, hati-hati juga kita jangan sampai menyebarkan kebencian atau hate speech, jangan sampai kita ikut menyebarkan paham radikalisme dan terorisme di ruang digital," tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Rabu, 22 April 2021.

Saya sampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat dan kreatifitas bagi peserta yang telah mengirimkan karyanya untuk menjadi bagian dari lomba ini, 581 karya dan dikirimkan untuk kemudian dilihat, direview dinilai oleh Dewan Juri.

Menurut Mira, dalam ruang digital generasi muda juga perlu memperhatikan dan menjaga data pribadi yang bersifat privat. Sekjen Kominfo menilai masih banyak masyarakat yang kerap mengunggah data pribadinya ke media sosial.

"Pada waktu kemarin vaksin banyak yang pose di media sosial dengan Sertifikat Vaksin, padahal ada barcode yang bisa dibaca data pribadinya. Jadi, silahkan menggunakan ruang digital dengan seoptimal mungkin, karena apapun bisa dilakukan tetapi harus tetap menjaga ruang digital untuk bersih dan sehat, dan jaga data pribadi kita," ungkapnya.

Mira juga menyatakan bahwa semangat Kartini harus terus bergelora pada setiap generasi dan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Sebab saat ini, perempuan juga turut berperan serta dalam roda perekonomian keluarga, daerah, hingga bangsa.

"Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat, maka di era digital ini para Kartini modern dapat merambah dunianya melalui teknologi digital. Karena teknologi digital membuka banyak peluang besar bagi perempuan atau siapa saja untuk belajar, menambah pengetahuan dan mengembangkan diri," sebutnya.

Adapun Kementerian Kominfo tengah menyelesaikan pemerataan pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) sinyal 4G di lebih dari 12 ribu desa/kelurahan yang belum terjangkau dari total lebih dari 83 ribu desa/kelurahan di seluruh Indonesia. 

"Proyek ini diselesaikan rencananya tahun depan atau dipercepat 10 tahun, karena rencana awalnya di 2032," ucap Mira.

Selain itu menurutnya, di akhir tahun 2023 Kementerian Kominfo akan meluncurkan Satelit Multifungsi SATRIA-1 yang memiliki kapasitas besar sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, pembangunan jaringan infrastruktur juga perlu didukung bersamaan dengan peningkatan keterampilan digital. Kementerian Kominfo sendiri memiliki program pelatihan Digital Talent Scholarship atau DTS.

"Jadi peserta didik bisa belajar mengenai keahlian digital seperti Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things dan sebagainya. Kami sangat mendorong adik-adik yang sudah lulus SMA atau sederajat untuk bisa partisipasi di program DTS ini," tegas Sekjen Kementerian Kominfo.

Apresiasi 581 Karya

Dalam rangka lomba Menulis Surat untuk Kartini, Kemkominfo menerima 581 karya dari peserta didik di seluruh Indonesia. Sekjen Kemkominfo Mira Tayyiba mengapresiasi semangat dan kreatifitas dari peserta tersebut.

"Saya sampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat dan kreatifitas bagi peserta yang telah mengirimkan karyanya untuk menjadi bagian dari lomba ini, 581 karya dan dikirimkan untuk kemudian dilihat, direview dinilai oleh Dewan Juri," ucapnya.

Menurut Mira, panitia memiliki waktu hanya kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan penyelenggaraan lomba ini. tetapi, antusiasme peserta didik layak diapresiasi, sehingga lomba menulis patut diadakan setiap tahunnya.

"Tahun depan kita bikin lagi, kita buat lagi supaya waktunya bisa lebih dialokasikan dengan baik. Kemudian kita undang juga beberapa nominasinya ke Kominfo, nanti kita buatkan acara dialog atau interaksi langsung dengan pimpinan di Kominfo," tegasnya.

Lomba menulis surat untuk Kartini diselenggarakan setiap tahunnya agar para nominasi atau peserta didik dapat memberikan inspirasi lebih kepada generasi lainnya, khususnya tema yang mengangkat tentang literasi digital.

"Jadi ini sangat menarik, waktu dulu saya sekolah memang gak ada pilihan lain selain surat untuk kita berkomunikasi. Tapi sekarang ada chat, email. Jadi saya cukup terkejut tapi juga senang bahwa adik-adik disini bisa membuat surat, artinya menulis dengan tangan, mengirimkannya melalui pos," tegas Mira. 

"Itu suatu apresiasi juga kepada apa yang sudah dilalui oleh generasi yang lebih dulu, tapi adik-adik disini mampu beradaptasi juga dengan kecanggihan teknologi digital," sambungnya.

Dalam lomba ini, Panitia dan juri Menulis Surat untuk Kartini menetapkan 20 besar pemenang dari 581 karya yang diterima untuk masing kategori, yakni kategori Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Dari 20 besar pemenang lomba masing-masing kategori, panitia dan juri mengumumkan juara 1, 2 dan 3 dalam acara Penganugerahan Lomba Menulis Surat untuk Kartini. []

Berita terkait
Menkominfo: Peluncuran Satria 1 Tetap Kuartal IV 2023
Menkominfo mengatakan, perpanjangan filing Indonesia tidak mengubah jadwal peluncuran dan COD Satria 1 pada kuartal IV 2023.
Menkominfo Paparkan 5 Aspek Kebijakan Dukung Tata Kelola 5G
Menkominfo mengatakan, Indonesia dalam tahap persiapan untuk menyediakan layanan 5G yang berkualitas bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Menkominfo: 4 Sektor Stratregis Dikembangkan untuk Akselerasi Transformasi Digital
Menkominfo menyebutkan, Pemerintah membangun dan mengembangkan empat sektor strategis berbasis digital guna meningkatkan internet link ratio.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.