UNTUK INDONESIA
Lawan di Piala AFC Fokus Latihan, PSM Apa Kabar
Piala AFC segera menyelesaikan babak penyisihan pada akhir September ini. Para pesaing sudah persiapan, PSM Makassar belum memanggil pemainnya.
Piala AFC segera menyelesaikan babak penyisihan pada akhir September ini. Para pesaing sudah persiapan, namun PSM Makassar belum memanggil pemainnya. Tampak gelandang PSM Bayu Gatra (tengah) di laga Piala AFC melawan Shan United. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra/ama)

Makassar - Piala AFC yang baru menjalani penyisihan grup akan dilaksanakan dengan dipusatkan di satu negara pada akhir September 2020. PSM Makassar sendiri belum melakukan persiapan meski tinggal hitungkan pekan. Sedangkan 3 pesaingnya sudah fokus latihan di tengah pandemi Covid-19.  

PSM yang berada di Grup H bersaing ketat dengan Tampines Rovers dari Singapura, Kaya FC (Filipina), dan Shan United (Myanmar). Semua tim masih menyisakan 3 laga. 

Tampines Rovers kini memimpin klasemen dengan 7 poin, disusul Kaya FC yang memiliki 5 poin. PSM sendiri berada di peringkat 3 dengan 4 poin dan Shan United berada di posisi buncit tanpa mengoleksi poin.

Dan, kami kembali latihan penuh setelah 2 bulan berlatih secara berkelompok dengan 5 orang

Persaingan masih ketat karena jarak poin yang sangat dekat. Ini yang menjadikan para pesaing tim Juku Eja sudah melakukan persiapan. Bahkan mereka menggelar uji coba sebagai pematangan persiapan karena Piala AFC sudah makin dekat. 

Tampines Rovers, salah satu rival berat PSM, sudah kembali menjalani latihan bersama sejak 1 September 2020. Sebelumnya selama 2 bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19, pemain berlatih secara berkelompok yang terdiri 5 orang.  

"Dan, kami kembali latihan penuh setelah 2 bulan berlatih secara berkelompok dengan 5 orang," demikian tertulis di akun resmi Instagram Tampines Rovers. 

Para pemain Tampines Rovers menjalani latihan di Stadion Jalan Besar Singapura. Di Piala AFC, Si Kijang (julukan Tampines Rovers) sukses memetik 2 kali kemenangan dan sekali imbang. Tampines hanya membutuhkan 2 kali kemenangan untuk lolos semifinal Piala AFC zona ASEAN.

Kaya FC tak mau ketinggalan dengan Tampines Rovers. Tim asal Filipina sudah mulai latihan setelah libur beberapa bulan karena virus corona. 

"Hari pertama setelah 6 bulan berlalu. Kami akhirnya kembali ke tempat yang seharusnya," tulis akun instagram resmi Kaya FC.

Demikian pula Shan United yang sudah melakukan persiapan. Meski menjadi juru kunci Grup H, tak membuat Shan United menyerah begitu saja. Terbukti klub asal Myanmar ini sudah lama latihan. Bahkan mereka sudah menjalani pertandingan di liga domestik.

PSM Belum Latihan 

Kesiapan 3 tim lawan ini berbeda dengan PSM. Juara Piala Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melakukan persiapan. Meski sudah memasuki September, klub belum memanggil Bayu Gatra dkk untuk kembali ke Makassar demi menjalani latihan. 

Persiapan tim tentu bakal mepet karena pemain harus menjalani tes kesehatan sebelum kembali berlatih. Pasalnya, PSM dijadwalkan berlaga pada tanggal 23, 26 dan 29 September. 

"Jadwal pertandingan kami pada tanggal 23, 26 dan 29 September," kata Media Officer (MO) PSM, Sulaiman Abdul Karim.

Mengenai latihan perdana, Sule sapaan akrabnya, masih belum ditetapkan. Hanya saja, pemain Juku Eja wajib melakukan latihan sendiri di rumah masing-masing selama pandemi. Mereka mendapat tugas dari pelatih untuk menjaga kebugaran tubuh. []

Berita terkait
PSM Runyam, Pemain Kabur dan Pelatih Tak Datang
PSM Makassar menghadapi problem internal. Saat tim belum memulai latihan, beberapa pemain bakal kabur. Pelatih Bojan Hodak pun belum datang.
Fakta Kenapa Muhammad Rahmat Tinggalkan PSM Makassar
Pemain sayap Muhammad Rahmat menjadi salah satu pilar PSM Makassar selama 11 musim. Ada fakta-fakta menarik saat dia meninggalkan PSM.
Piala AFC Mulai September, PSM Belum Panggil Pemain
Piala AFC tinggal satu bulan. Namun PSM Makassar belum melakukan persiapan. Tim juga belum memanggil pemain untuk menjalani latihan.
0
Gus Menteri Ajak Santri Perkokoh Tradisi Pesantren
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta seluruh santri memegang kokoh tradisi pesantren. Sebab, ini adalah budaya yang hanya ada di Indonesia.