Lantik 494 Pejabat, Bupati Bogor: ASN Harus Jadi Garda Depan

Ade Yasin melantik sebanyak 494 pejabat, dan berpesan ASN harus jadi garda depan dalam memerangi dan mengendalikan pandemi.
Bupati Bogor Ade Yasin melantik sebanyak 494 pejabat secara langsung dan virtual yang bertempat di Ruang Serbaguna I Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor pada Senin, 1 Februari 2021. (Foto: Tagar/bogorkab.go.id)

Cibinong - Bupati Bogor Ade Yasin melantik sebanyak 494 pejabat secara langsung dan virtual yang bertempat di Ruang Serbaguna I Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor pada Senin, 1 Februari 2021. Mengingat kasus Covid secara nasional maupun di bogor terus meningkat Ade berpesan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus jadi garda depan.

Seluruh Aparatur Sipil Negara harus menjadi garda depan dalam memerangi dan mengendalikan pandemi, jika TNI dan Polri memiliki pasukan elit maka pemerintah daerah juga memiliki pasukan elit yaitu para ASN untuk memerangi dan mengendalikan covid dan menyelesaikan dampaknya,

Dengan meningkatnya kasus Covid dikatakan Ade, maka ASN memiliki kewajiban untuk turut aktif dalam upaya menyelamatkan masyarakat Bogor yang terancam Covid-19, membantu masyarakat yang sehat tapi terkonfirmasi positif (OTG), menangani masyarakat yang terkonfirmasi positif dan bergejala serta menangani warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“Seluruh Aparatur Sipil Negara harus menjadi garda depan dalam memerangi dan mengendalikan pandemi, jika TNI dan Polri memiliki pasukan elit maka pemerintah daerah juga memiliki pasukan elit yaitu para ASN untuk memerangi dan mengendalikan covid dan menyelesaikan dampaknya,” tambah Ade.

Dari 494 pejabat tersebut dilantik Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II), Pejabat Administrator (Pejabat Eselon III), Pejabat Pengawas (Pejabat Eselon IV), Pejabat Fungsional Dokter Ahli Utama.

Melalui sambutannya, Ade Yasin menyatakan rotasi dan promosi pejabat merupakan bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja serta guna memperkaya pengalaman pada setiap pegawai dalam beradaptasi di lingkungan strategis dan mengembangkan potensinya dalam berkarier.

“Disamping itu juga terkait perubahan SOTK beberapa dinas sebagai konsekuensi Permendagri 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Keuangan Daerah sehingga sebagian pejabat harus dikukuhkan kembali,” ucapnya.

Ade pun berpesan untuk mulai saat ini tidak lagi sekedar mengerjakan pekerjaan yang biasa-biasa namun membiasakan untuk bekerja secara luar biasa yang tentunya dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan bekerja selama pandemi serta birokrasi harus lincah beradaptasi dengan Sistema kerja dalam tatanan normal baru.

Kemudian, dia juga berpesan kepada para pejabat yang baru saja dilantik tersebut untuk meningkatkan literasi dan kultur digital. Ade mengatakan tidak harus selalu di kantor untuk bekerja dan tidak harus selalu di Psudiklat untuk belajar.

ASN menurutnya perlu banyak membaca dan berdiskusi dengan kalangan kreatif, akademisi, dan mitra strategis lainnya supaya dapat memunculkan inspirasi atau ide inovasi yang sesuai dengan bidang pekerjaanya masing-masing.

“Jangan berhenti berinovasi, pertahankan dan kembangkan yang sudah ada, ciptakan lagi yang baru, terus berkreasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pesan Ade Yasin []

Berita terkait
Cegah Sengketa, Pemkab Bogor Ingin Aset-aset Tersertifikasi
Pemerintah Kabupaten Bogor lakukan sertifikasi aset pemerintah guna cegah adanya sengketa dan harapkan pada 2021 500 aset dapat tersertifikasi.
Pemkab Bogor Terima 25.600 Dosis Vaksin Covid-19
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menerima sebanyak 25.600 dosis vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat.
Pemkab Bogor dengan Cepat Tangani Dampak Banjir Bandang
Pemerintah Kabupaten Bogor gerak cepat tangani dampak dari banjir bandang, warga pun satu per satu dapat kembali ke kediamannya masing-masing.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.