UNTUK INDONESIA
Lanjutan Perseteruan Livi Zheng-Joko Anwar
Perseteruan antara sutradara Joko Anwar dan Livi Zheng bermula dari perdebatan soal Penghargaan Oscar di sebuah program televisi.
Sutradara Livi Zheng berbicara di Podcast milik Deddy Corbuzier. (Foto: YouTube/DeddyCorbuzier)

Jakarta - Perseteruan antara sutradara Joko Anwar dan Livi Zheng agaknya bakal masih akan berlanjut. Pasalnya, Livi berbicara cukup pedas saat diundang menjadi tamu di program Podcast milik konten kreator YouTube, Deddy Corbuzier.

Perempuan 30 tahun itu menganggap sejumlah sineas dalam negeri termasuk Joko Anwar dan John de Rantau, tidak paham mengenai ajang penghargaan The Academy Award alias Piala Oscar.

Diketahui, Livi pernah dipertemukan dengan sederet pelaku perfilman nasional seperti kritikus film Adrian Jonathan, mantan wartawan Maman Suherman, aktris Nadine Alexandra termasuk  sutradara Joko Anwar dan John de Rantau yang didapuk sebagai panelis di program televisi MetroTV dengan tajuk 'Belaga Hollywood', pada Minggu malam, 1 September 2019.

Dalam acara itu, Livi dicecar banyak pertanyaan mengenai pengakuan prestasinya di sejumlah media massa, termasuk klaim karya filmnya yang disebut berhasil menembus Hollywood, masuk nominasi Oscar dan bersaing dengan epos superhero Marvel, Avengers Endgame.

Ditanya oleh panelis, Livi menjelaskan bahwa dua karya filmnya yang berjudul Bali: Beats of Paradise dan Brush with Danger memang berhasil masuk seleksi nominasi Oscar. Padahal, tidak mudah untuk sebuah film dapat masuk seleksi nominasi di ajang penghargaan perfilman dunia tersebut.

Panelisnya enggak ngerti soal Oscar.

Dalam mendukung klaim dan argumennya, Livi bahkan membawa bukti yang dicetaknya dari laman 347 Feature Films in Contention for 2018 Best Picture Oscar, di situs resmi Oscar.org.

Menanggapi hal itu, Joko Anwar berusaha meluruskan pengakuan Livi dengan menyebut klaim tersebut tidak nyata. Pasalnya, film-film Livi disebut Joko hanya memenuhi persyaratan administrasi.

"Saya enggak pernah denger namanya film tembus masuk seleksi Oscar, enggak ada sebenarnya," kata Joko di acara QNA tersebut.

"Yang ada adalah in contention artinya illegible, artinya berhak untuk diikutsertakan atau ikut serta untuk Oscar. Illegible artinya memenuhi syarat-syarat administrasi. Artinya bukan syarat-syarat kualitas," kata dia lagi.

Joko Anwar mengatakan, ia menyayangkan klaim Livi yang menurutnya terlalu berlebihan. Dia menilai, langkah-langkah yang selama ini ditempuh Livi cenderung menyesatkan dan memberikan contok buruk bagi perkarya-pekarya baru yang ingin berkarier di dunia perfilman.

Livi ZhengLivi Zheng, sutradara Hollywood asal Indonesia. (Foto: Ist)

Argumen pedas juga meluncur dari sutradara Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Jhon De Rantau. Ia menyebut Livi bermulut besar, saat perempuan berwajah oriental itu berusaha membuktikan kesuksesannya di Hollywood dengan mengatakan karya-karyanya telah dibahas oleh banyak media asing.

"Saya kagum dengan kepercayaan diri Livi yang sangat tinggi. Seharusnya seorang sutradara seperti ini memang," ujar Jhon.

"Cuma, saya kembali lagi bilang bahwa karyanya enggak sebesar omongannya sekarang. Saya menangkap itu. Maaf ya Livi, saya melihat anda jauh lebih besar bacot-nya daripada apa yang anda bikin." kata Jhon lagi.

Baca juga: Kronologi Klaim Film Livi Zheng Didebat Joko Anwar

Kini, di program Podcast milik Deddy, Livi meluapkan opininya terhadap panelis yang pernah mencecarnya dengan banyak pertanyaan mengenai Oscar.

Setengah menyindir, ia menilai para pegiat perfilman itu sebagai orang-orang yang tidak mengerti perihal penghargaan Oscar.

"Pada saat itu sih aku menyuguhkan fakta aja. Kan yang dipertanyakan juga selain Hollywood-nya, itu Oscar. Tapi panelisnya enggak ngerti soal Oscar. Gimana mau menjatuhkan aku mengenai Oscar, tapi mereka enggak ngerti," kata Livi yang disambut tawa oleh Deddy Corbuzier.

Usai menjawab pertanyaan tersebut, Deddy yang ternyata adalah sahabat lama dari Livi, mempertanyakan apakah perempuan kelahiran 3 April 1989 itu mengenal dan mengetahui profesi dari deretan panelis yang mencecarnya.

"Iya (mereka) sutradara kan?, tahu nama-nama filmnya tapi belum nonton," kata Livi.

Dia pun melanjutkan opininya mengenai pengetahuan panelis mengenai Oscar. Sekali lagi, Livi menyebut kalau salah satu dari panelis justru lebih ngotot meski menurutnya tidak memiliki pemahaman mengenai ajang perhargaan paling bergengsi bagi pegiat perfilman itu.

"Jadi kemarin ada satu panelis ngomong, film saya bukan feature film, (lalu) saya bilang, film saya feature film, dia ngotot. 'Film kamu bukan feature film'," kata Livi.

"Katanya Oscar, di website Oscar, bisa dicek sendiri, Feature film itu film yang durasinya di atas 40 menit. Jadi feature film itu based on duration, bukan genre, jadi bisa documentary, bisa drama, bisa action. Cuma, ini panelisnya itu enggak ngerti gitu loh, dia ngotot," ujar Livi.

Baca juga: Indahnya Pulau Bali di Mata Sutradara Livi Zheng

Diberitakan sebelumnya, kontroversi Livi Zheng bermula sewaktu namanya mulai dibahas media-media tanah air karena karyanya disebut-sebut berhasil menembus Hollywood. Padahal karya-karya miliknya tidak terlalu dikenal oleh banyak penikmat film maupun pegiat film di dalam negeri.

Demi memuaskan rasa penasaran, beberapa warganet bahkan mulai melakukan investigasi dan fact checking terhadap pemberitaan terkait heboh sosok perempuan kelahiran Blitar itu yang dikabarkan begitu megah dan sarat prestasi.

Nama Livi Zheng kian tenar setelah tulisan opini investigasi terkait dirinya menjadi viral di media sosial Twitter. Ia pun kemudian dirundung oleh warganet dan dianggap telah berbohong perihal klaim-klaim prestasi yang ternyata semu.

Belakangan, Livi melaporkan sejumlah media daring yang dianggap memuat tulisan yang menyudutkannya ke pihak Dewan Pers. []

Berita terkait
Tonton Film Kartun Warkop DKI di Ulang Tahun ke-46
Memperingati ulang tahun ke-46, kelompok lawak Warkop DKI dibuat versi kartun oleh rumah produksi film Falcon Picture.
Rekam Jejak Akting Tara Basro Hingga Film Gundala
Tagar merangkumkan rekam jejak lima judul film yang turut melambungkan nama Tara Basro termasuk Gundala.
Perbedaan Target Penonton Film Gundala vs Joker
Selain perbedaan karakter baik dan jahat pada keduanya, Film Gundala dan Joker juga memiliki perbedaan pangsa pasar anak-anak dan dewasa.
0
Kebakaran Hutan di Pulau Seram Mulai Mereda
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mulai mereda.