UNTUK INDONESIA
Kunjungan Wisatawan ke Keraton Kasepuhan Cirebon
Selama bulan Maret 2020 jumlah wisatawan yang berkunjung ke keraton terbesar di Cirebon ini hanya 4.000 orang
Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat. (Foto: Tagar/Charles).

Cirebon - Jumlah kunjungan wisatawan ke Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, selama bulan Maret 2020 menurun drastis. Ini imbas dari wabah virus corona (Covid-19) yang kini telah menyebar hampir ke semua wilayah di Indonesia.

Selama bulan Maret 2020 jumlah wisatawan yang berkunjung ke keraton terbesar di Cirebon ini hanya 4000 orang padahal biasanya per bulan rata-rata 15 ribu sampai dengan 20 ribu baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke sana.

Selama bulan Maret Keraton Kasepuhan masih dibuka untuk dikunjungi wisatawan karena belum ada himbauan dari Pemda Kota Cirebon untuk menutup sementara objek wisata yang ada di Kota Cirebon.

"Belum ada himbauan (tentang penutupan objek wisata) dari Wali Kota (Cirebon). Yang ada (himbauan) itu baru dari Bupati Cirebon yang meminta untuk objek wisata religi Astana Gunung Jati ditutup untuk sementara waktu," kata Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, saat dihubungi Tagar, Minggu, 29 Maret 2020.

Menurut Sultan, Keraton Kasepuhan pun mengambil inisiatif sendiri untuk menutup sementara waktu Kuningan wisatawan ke Keraton Kasepuhan mulai tanggal 30 Maret -8 April 2020. "Seluruh aktivitas di Keraton Kasepuhan ditutup untuk sementara waktu mulai besok (Senin, 30 Maret) sampai nanti tanggal 8 April 2020," kata Sultan.

Selain penutupan, langkah lainnya yang dilakukan Keraton Kasepuhan dalam mencegah penyebaran virus Corona yakni melakukan penyemprotan desinfektan pada Senin, 30 Maret 2020.

Selama penutupan, para Abdi Dalem diminta untuk diam di rumah kecuali petugas keamanan dan ketertiban dana petugas kebersihan tetap menjalankan tugas mereka seperti biasa.

"Selama penutupan, para pemandu wisata akan mengikuti pelatihan bahasa asing untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka. Mentornya dari internal keraton,"kata Sultan Arief sapaan akrab PRA Arief Natadiningrat.

Berbeda dengan Keraton Kasepuhan, objek wisata Taman Air Gua Sunyaragi masih tetap dibuka. Menurut Sultan, selain belum adanya himbauan penutupan tempat wisata dari Pemda Kota Cirebon, taman air Gua Sunyaragi tempatnya relatif terbuka, aman karena tidak tertutup. "Sehingga di sana bisa langsung kena sinar matahari karena lokasinya terbuka," tutur Sultan Arief. []

Berita terkait
Raja Cirebon Sebut Raja Keraton Agung Sejagat Bohong
Raja Kesultanan Cirebon, Sultan Arief menyatakan klaim Toto Sinuhun sebagai pewaris sah Majapahit adalah kebohongan.
0
Rencana Wali Kota Malang Beri Bansos ke Mahasiswa
Wali Kota Malang merencakan memasukkan sejumlah mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung sebagai penerima Bansos Covid-19.