Kulit Salak Bisa Diolah Jadi Permen Antidiabetes

Salacca Soft Candy dikembangkan atas keprihatinan mereka terhadap nasib petani salak yang terdampak pandemi.
Buah Salak. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta – Tiga mahasiswa UGM memperkenalkan hasil inovasi mereka, Salacca Soft Candy, ini adalah permen kaya kandungan gizi yang dibuat dari limbah kulit salak.

Ketiga mahasiwa itu adalah Aulia Nur Aeni Kholisoh (Fisipol), Ginna Ervarizki (FIB), Nafis Muhimmatul Ulya dan Vera Nurohmah Indrawati (Biologi).

Salacca Soft Candy dikembangkan atas keprihatinan mereka terhadap nasib petani salak yang terdampak pandemi. Aulia mengatakan, sejak pandemi petani alami penurunan pendapatan, padahal salak merupakan komoditas andalan mereka.

Karena itulah, Aulia dan kedua rekannya mencari solusi mengolah buah salak jadi produk olahan yang tahan lama dan bernilai ekonomis. Muncul ide memanfaatkan buah sekaligus kulit salak untuk diolah menjadi permen yang sehat dan aman dikonsumsi, termasuk mencegah diabetes.

"Dari beberapa literatur disebutkan kulit salak mengandung zat bioaktif seperti flavonoid, fenolik, antioksidan, dan zat aktif lain yang berfungsi menyetabilkan kadar gula darah dengan menghambat enzim α-glukosidase," kata Aulia, Senin, 6 September 2021.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan dengan bimbingan Bayu Dardias Kurniadi, mereka membuat permen dari sari buah dan ekstrak kulit salak, ditembahkan madu murni 38 persen untuk menambah rasa legit.

Pemilihan madu sebagai pemanis tidak hanya menambah rasa manis, karena madu mengandung zat antioksidan, yang berfungsi sebagai imun booster saat pandemi.




Dari beberapa literatur disebutkan kulit salak mengandung zat bioaktif seperti flavonoid, fenolik, antioksidan, dan zat aktif lain yang berfungsi menyetabilkan kadar gula darah dengan menghambat enzim α-glukosidase.




Ginna menuturkan, pembuatan produk Salacca Soft Candy pemanfaatan kulit salak yang dapat dikonsumsi semua kalangan baik usia anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Selain itu, membantu menekan tingginya angka penderita diabetes melitus.

Dalam satu kemasan Salacca Soft Candy mengandung zat antioksidan 1.045,2688 ppm, flavonoid 0,0253 persen dan fenolik 0,1358 persen. Selain itu, juga mengandung protein total 0,1763 persen dan vitamin C 53,0581 milligram per 100 gram.

"Protein ini berfungsi sebagai zat pembangun, sedangkan vitamin C berfungsi sebagai imun booster," kata Ginna.

Produk Salacca Soft Candy sendiri saat ini telah diluncurkan ke pasar. Dijual dengan harga Rp 8.000, pembeli sudah bisa mendapatkan satu kemasan permen seberat 50 gram dengan manfaat kandungan antidiabetes melitus di dalamnya. []


Baca Juga :

10 Buah Terlarang Bagi Penderita Diabetes

Cara Sehat Makan Sahur dan Berbuka Bagi Diabetes

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Diabetes Terbanyak

Nasi Putih Sebabkan Diabetes, Mitos atau Fakta?





Berita terkait
Mencegah dan Mengobati Diabetes dengan Jahe
Jahe adalah salah satu tanaman obat terbaik dan efektif yang digunakan dalam pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 2.
Waspadai 11 Gejala Diabetes pada Anak dan Remaja
Orang tua harus mewaspadai gejala diabetes pada anak mereka, yang terkadang sulit dideteksi.
Cornflakes, Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes
Sarapan dengan Cornflakes bisa membantu penurunan risiko penyakit kronis, salah satunya diabetes.
0
Kulit Salak Bisa Diolah Jadi Permen Antidiabetes
Salacca Soft Candy dikembangkan atas keprihatinan mereka terhadap nasib petani salak yang terdampak pandemi.