Kritik Kerja Buruk Polisi, Tashoora Rilis Lagu Aparat

Grup band Tashoora kembali merilis single berjudul Aparat yang menyuarakan kritik keras terhadap kinerja buruk polisi di Indonesia.
Artwork lagu Aparat dari grup band Tashoora karya Gusti Arirang. (Foto: Tagar/Tashoora)

Jakarta - Grup band Tashoora kembali merilis single berjudul Aparat yang diluncurkan melalui platform pemutar musik digital pada Jumat, 16 Oktober 2020. Tembang yang menyuarakan kritik keras terhadap kinerja buruk polisi di Indonesia ini, merupakan hasil kerjasama kelompok musik asal Yogyakarta itu dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Lewat karya terbarunya itu, Tashoora mengangkat keresahan atas maraknya kasus salah tangkap di Indonesia. Mereka dengan lantang berbicara agar aparat penegak hukum melakukan pembenahan diri dan menjalankan penegakan hukum yang berdasar pada integritas dan kemampuan intelektual.

Mengangkat tema besar tersebut, Tashoora menggandeng LBH Jakarta dan membaca riset guna menangkap lebih jelas mengenai data perilaku sewenang-wenang para aparat saat menjalankan penegakan hukum. Sedangkan pada proses teknis produksi, mereka juga mendapuk Dias Widjajanto untuk mengambil peran sebagai produser.

"Kita harus menjaga mata dan memori kolektif agar aparat melakukan penegakan sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak lagi melakukan penangkapan sewenang-wenang", kata staf Kampanye Strategis LBH Jakarta, Asta, dikutip Tagar pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

TashooraPersonel grup band Tashoora. (Foto: Tagar/Tashoora)

Tashoora mengatakan, fenomena salah tangkap atau rekayasa kasus hingga saat ini masih menjadi gunung es dalam situasi penegakan hukum di Indonesia. Melalui penelitian bertajuk Kepolisian dalam Bayang-Bayang Penyiksaan, LBH Jakarta mencatat terdapat 37 kasus terkait praktik penyiksaan yang dilakukan aparat penegak hukum yang ditangani LBH Jakarta dalam kurun waktu 2013-2016.

Sebanyak 70 persen penyiksaan dialami oleh korban dengan kelas ekonomi rendah. Sementara pada penelitian sebelumnya (2008-2009) yang berjudul Mengungkap Kejahatan dengan Kejahatan, LBH Jakarta mengungkap 70-80 persen tahanan mengalami berbagai bentuk penyiksaan.

Di sisi lain, Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sepanjang tahun 2019-2020 mencatat terjadi 62 kasus penyiksaan dan mayoritas penyiksaan tersebut terjadi pada korban salah tangkap (47 kasus). Pada tahun 2019-2020 juga, kita menyaksikan ribuan massa aksi ditangkap oleh aparat di berbagai kota.

"Suara-suara protes berakhir di kalkulasi kerugian, kita dipaksa santun di tengah penindasan," kata grup band yang digawangi empat musisi muda, yakni Danang Joedodarmo, Dita Permatas, Gusti Arirang, dan Ikhwan Hastanto itu.

TashooraPersonel Tashoora, Danang Joedodarmo, Dita Permatas, Gusti Arirang, dan Ikhwan Hastanto. (Foto: Tagar/Degup Detak Records)

Lagu Aparat direkam sepenuhnya di Kios Ojo Keos, Jakarta. Proses mixing dikerjakan oleh Danang di tempat yang sama, sedangkan mastering dipercayakan kepada Anton Gendel di Sangkar Emas Mixing and Mastering, Yogyakarta.

Poster artwork dari lagu Aparat dikerjakan Gusti Arirang, sedangkan video musiknya dibikin secara mandiri oleh Danang, Dita dan Gusti di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Video dan artwork dari lagu ini sangat responsif pembuatannya. Direncanakan, dibuat dan disunting dalam waktu kurang dari 2 jam," kata Gusti.

"Seharusnya, kita juga bisa lebih responsif kalau menghadapi represi dan penangkapan yang sewenang-wenang oleh aparat," ujar Dita.

Saat ini, lagu Aparat milik Tashoora sudah dapat didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital, sementara video klipnya sudah bisa disaksikan melalui saluran YouTube LBH Jakarta. []

Berita terkait
Deretan Selebriti Komentari Undang-Undang Cipta Kerja
Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja menuai berbagai komentar warganet, termasuk deretan selebriti Indonesia.
Bersama Buruh, Jefri Nichol ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja
Bintang film Jefri Nichol tertangkap kamera ikut dalam aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja bersama mahasiswa dan buruh.
Berkarier Solo, Che Cupumanik Rilis Lagu Dunia Orang Dewasa
Che Cupumanik mantap menjajaki karier baru sebagai solois dengan merilis lagu solo perdananya yang berjudul Dunia Orang Dewasa.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.