Rilis Album Una In Perpetuum, Band Kausa Tampil Lebih Garang

Grup band cadas Kausa, resmi merilis album kedua mereka yang diberi tajuk Una In Perpetuum pada 9 Oktober 2020 lalu.
Grup band cadas, Kausa. (Foto Tagar/Eyewitness Records)

Jakarta - Grup band cadas Kausa, resmi merilis album kedua mereka yang diberi tajuk Una In Perpetuum pada 9 Oktober 2020 lalu. Peluncuran karya berisi total 10 buah lagu tersebut, ditandai dengan dirilisnya video klip single berjudul Jangan Diam!!! Hantam!!!.

Dalam album terbarunya, Kausa melakukan eksplorasi besar-besaran lantaran tak ingin terikat pada satu genre. Alhasil, band yang digawangi oleh Buluk alias Lukman Laksmana (Vokal & Gitar), Danar Laksana (Bass), Fafa (Lead Gitar), dan Ivan Chairil Anwar (Drum) ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang sama sekali berbeda dari karya sebelumnya.

Raungan gitar Fafa misalnya, terasa terpengaruh oleh nada-nada metal dan postrock. Melodi-melodi ringan di album pertama pelan-pelan ditinggalkan dan mulai menjamah nada-nada yang lebih berat dan saling bersautan dengan suara gitar dari Luks.

Pada departemen drum dan bass, Ivan dan Danar juga menawarkan nada-nada baru yang tidak sama dengan album pertama, terlebih pada sisi hentakan drum. Pada 10 lagu garang di album ini, ketukan-ketukan Ivan yang sebelumnya tidak dimainkan di album pertama, coba dia tumpahkan.

Sedangkan Danar yang bertindak sebagai penjaga tempo, mencoba bersanding harmonis dengan ketukan-ketukan drum yang dihasilkan Ivan.

Kausa BandArtwork album Una In Perpetuum milik grup band cadas, Kausa. (Foto Tagar/Eyewitness Records) 

Selain itu menurut mereka, intonasi vokal yang dipilih luks juga jauh berbeda dari karakternya di band manapun dia berada sebelum Kausa. Di album ini Luks seperti menemukan taman bermain baru untuk jelajah vokalnya namun tetap meninggalkan karakter khasnya yaitu harmonisasi bernyanyi.

"Di album kedua ini Kausa menyuguhkan musik yang lebih heavy dan jelajah lirik yang lebih berani. Dari segi lirik juga goresan tulisannya terasa lebih tajam menyentuh semua aspek dalam kehidupan," kata Kausa dalam keterangan tertulisnya kepada Tagar, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dalam liriknya, 10 lagu di album Una In Perpetuum yakni Corvus, Masygul Galabah, Haru Biru, Totaliter, Sabda, Marakubra, Aku Pernah di Neraka, Merah, Jangan Diam!!! Hantam!!!, dan Strata Setara, mengangkat isu serius dari problem sosial hingga teriakan optimisme.

Tembang-tembang lantang itu mencoba bercerita tentang sisi-sisi kehidupan, ketidakadilan, bencana alam, perbudakan, serta kehidupan.

Album penuh Una In Perpetuum sudah bisa didapatkan melalui pemesanan daring lewat akun Instagram Eyewitness Records. Sementara video klip lagu Jangan Diam!!! Hantam!!! dapat ditonton di saluran YouTube resmi band Kausa. []

Tonton wawancara eksklusif Tagar TV bersama Buluk Superglad yang membahas terbentuknya Kausa band, serta industri konten video YouTube:



Berita terkait
Berkarier Solo, Che Cupumanik Rilis Lagu Dunia Orang Dewasa
Che Cupumanik mantap menjajaki karier baru sebagai solois dengan merilis lagu solo perdananya yang berjudul Dunia Orang Dewasa.
Band Rumahsakit Rilis Ulang Album Perdana ke Format Digital
Grup band indie Rumahsakit resmi merilis ulang album perdana mereka Rumahsakit (Self-titled) ke versi digital, pada Jumat, 2 Oktober 2020.
Konser Dream Theater di Jakarta 2020 Resmi Dibatalkan
Promotor Rajawali Indonesia memutuskan untuk membatalkan jadwal konser grup cadas Dream Theater di Jakarta pada 2020 ini.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.