UNTUK INDONESIA
Kriminalitas Berpeluang Meningkat Akibat Corona
Kriminalitas diprediksi meningkat akibat dampak Corona. Selain itu, kebijakan pembebasan napi asimilasi juga disebut menjadi penyebabnya.
Pria yang babak belur dihajar warga di Kota Yogyakarta ternyata napi asimilasi Corona dari Lapas di Solo. (Foto: Dok. Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta – Dampak dari pandemi Covid-19 berpotensi meningkatkan tindakan kriminal karena desakan kebutuhan ekonomi. Terlebih munculnya kebijakan pembebasan narapidana (napi) asimilasi di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Faried Jayen Soepardjan mengatakan peningkatan perbuatan kriminal seperti pencurian bukan sekedar isu. Menurutnya itu merupakan fakta, salah satu penyebabnya karena banyak orang terdesak ekonomi karena kehilangan pekerjaannya akibat dampak wabah Covid-19.

“Adanya kebijakan pembebasan napi asimilasi itu saya tidak ingin berkomentar. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini kita tidak bisa saling menyalahkan. Tapi jelas dampak kejahatan pasti ada di lapangan,” kata pria yang banyak membina mantan napi ini pada Sabtu 25 April 2020.

Jayen mengatakan secara psikologi, para napi yang telah bebas tidak akan betah di rumah. Mereka pun berkegiatan di luar, berkumpul dengan rekan-rekannya yang kemudian berpotensi melakukan tindakan kejahatan.

“Saya kira mereka tidak akan mungkin di rumah saja setelah bebas. Ketika tidak punya uang, apalagi yang akan dilakukan. Saya tidak akan menyalahkan siapa pun, mari bersama mengatasi dampak dari wabah ini,” katanya.

Seperti yang terjadi di Kota Yogyakarta pada Kamis, 16 April 2020, seorang pria babak belur dihakimi warga di Jalan KH. Ahmad Dahlan. Pria tersebut ternyata napi asimilasi dari Lembaga Pemasyarakatan Surakarta, yang kembali berulah.

Napi tersebut begitu keluar dari penjara langsung beraksi kriminal dengan mencuri empat motor di Yogyakarta maupun Solo. Napi asal Purworejo, Jawa Tengah ini juga mencuri ponsel milik driver ojek online.  

Saya kira mereka tidak akan mungkin di rumah saja setelah bebas. Ketika tidak punya uang, apalagi yang akan dilakukan.

Jayen menyebut sesuatu dari instruksi pengurus pusat, pihaknya juga telah meminta kepada jajarannya untuk membantu meningkatkan keamanan di wilayah. Salah satu caranya yakni dengan kembali menggeliatkan ronda atau jaga malam.

“Tentu tetap harus sesuai protokol kesehatan. Seperti dengan memakai masker, menjaga jarak, maupun cuci tangan memakai sabun saat akan kembali ke rumah,” ujarnya.

Jayen mengungkapkan banyak para anggotanya juga terdampak wabah Covid-19 ini. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk terus menjaga keamanan wilayah. “Para anggota kami dari berbagai sektor pun banyak yang terdampak. Namun kami siap untuk menjaga kondusifitas,” ucapnya.

Sejak Maret 2020 lalu, pihaknya juga terus melakukan berbagai kegiatan melawan wabah Covid-19. Beberapa di antaranya yakni pembagian sembako, masker, hingga penyemprotan disinfektan. Selain itu juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahannya.

Kegiatan tersebut dilakukan di beberapa lokasi yang ada di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, maupun Kulon Progo. “Masih ada yang belum menggunakan masker saat kegiatan di luar rumah. Jadi kami juga juga berikan edukasi kepada warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan, tingkat kriminalitas di wilayahnya sejauh ini cenderung menurun. Namun demikian dengan tekanan ekonomi yang tinggi dan banyaknya pengangguran bisa berpotensi menyebabkan kriminalitas meningkat belum ditambah ribuan napi dibebaskan dari penjara.

"Salah satu cara menekan angka kriminalitas adalah segera digulirkan program jaring pengaman sosial baik pembagian sembako dan juga menciptakan lapangan pekerjaan dengan padat karya tunai agar masyarakat yang terdampak Covid-19 memiliki penghasilan," katanya pada Selasa 21 April 2020. []


Berita terkait
Fakta Pria Babak Belur Dihakimi Warga di Yogyakarta
Pria yang babak belur di Yogyakarta ternyata napi asimilasi dari Lapas Solo. Begitu keluar penjara langsung berbuat kriminal.
Kronologi Pria Babak Belur Dikeroyok di Yogyakarta
Pria yang babak belur dihakimi warga sebelumnya diduga melakukan pencuian ponsel dan sepeda motor. Polisi masih mendalami kasus ini.
Pria Babak Belur Dihakimi Warga di Yogyakarta
Seorang pria babak belur dihakimi massa di Kota Yogyakarta. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.