UNTUK INDONESIA
Kota Medan Diserbu Limbah BH dan Popok Bayi
Aroma busuk menguap dari tumpukan sampah di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumatera Utara.
Tumpukan sampah pakaian dalam wanita dan pampers anak bayi di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Aroma busuk menguap dari tumpukan sampah di Jalan Sisingamangaraja, Lingkungan VII, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara.

Tumpukan sampah busuk yang berpotensi menjadi sumber penyakit itu sudah beberapa hari teronggok. Warga yang bermukim di sekitar maupun para pengendara yang melintas praktis terganggu.

Ada berbagai jenis sampah, sebagian besar adalah limbah rumah tangga. Dari mulai plastik, sisa makanan, kulit durian yang sudah busuk, sampai dengan pakaian dalam wanita seperti BH, hingga popok bayi.

Sampah diduga dibuang warga sekitar yang tidak peduli kebersihan lingkungan. Ironisnya, tempat tumpukan sampah itu merupakan taman kota.

Lokasi juga merupakan akses jalan utama dari Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang menuju ke Terminal Amplas, Kota Medan. Tak heran banyak warga yang melintasi jalur ini, selalu menutup hidung menghindari bau busuk.

Salah seorang warga yang kebetulan melintas, Erni mengaku sedih melihat tumpukan sampah yang dipastikan ulah warga yang membuang sampah sembarangan.

"Pasti yang membuang sampah di sini orang yang tidak peduli dengan kesehatan dan kebersihan, karena membuang sampah sembarangan. Padahal inikan bukan tempat sampah, ini taman dan ada bunganya. Sedih kita melihat tingkah orang yang membuang sampah ini," kata Erni.

Dia meminta pemerintah setempat cepat tanggap, sebelum sampah semakin menimbulkan dampak yang lebih luas lagi.

"Kalau pemerintah tidak segera mengangkat sampah memumpuk itu, takutnya bisa menimbulkan dampak. Kalau hujan, pasti sampah itu akan semakin berserakan dan akan membuat parit tersumbat. Orang yang membuang sampah itu harus ditindak tegas, ditangkap dan diberikan peringatan," ujar dia.

Kita dari kelurahan mendapatkan kabar kalau mobil Dinas Kebersihan sedang rusak, makanya sampah tidak diangkat

Kepala Lingkungan VII, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, bernama Suwardi mengatakan, tumpukan sampah bukan dari warganya. Karena seluruh warganya telah disediakan tempat sampah.

sampah bh di medanTumpukan sampah pakaian dalam wanita dan pampers anak bayi di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

"Warga Lingkungan VII tidak pernah membuang sampah di sembarang tempat, kita dari pemerintahan telah menyediakan tempat atau tong sampah untuk warga, jadi masyarakat di sini tidak mungkin buang sampah di sembarang tempat," kata dia.

Pengakuan Suwardi, yang membuang sampah di situ adalah warga luar. Semisal pengendara yang dengan sengaja membuang sampah ke sana.

"Pernah kita tangkap warga yang membuang sampah di situ, kita interogasi dan melihat kartu tanda penduduknya, rupanya bukan warga Kota Medan. Lalu, ada juga pengendara yang secara diam-diam membuang sampah di situ, lalu kami kejar dan kami tangkap, bukan warga kita. Kami dari pemerintah bermohon kepada masyarakat, agar jangan membuang sampah sembarangan," ucapnya.

Sekretaris Kelurahan Timbang Deli, Syamsul Surbakti mengaku bahwa mobil dari Dinas Kebersihan sudah dua hari tidak mampir ke lokasi sehingga sampah menumpuk.

"Memang sudah dua hari sampah itu tidak diangkat oleh pihak Dinas Kebersihan, biasanya sampah itu diangkut mereka dengan menggunakan mobil pengangkut sampah," kata dia.

Pihak kelurahan kata dia, sudah berkomunikasi dengan petugas Kecamatan Medan Amplas. Mencari solusi bagaimana cara mengakungkut tumpukan sampah itu.

"Kita dari kelurahan mendapatkan kabar kalau mobil Dinas Kebersihan sedang rusak, makanya sampah tidak diangkat, jadi setelah kita berkomunikasi dengan kecamatan, sampah itu akan kita angkut dengan menggunakan mobil patroli dari kecamatan. Akan tetapi, karena mobil kecamatan hanya ada dua, sementara lingkup kerjanya luas, harus sabar menunggu. Hari ini sampah itu pasti akan diangkut," tandasnya.[]

Berita terkait
Pembunuhan Hakim PN Medan, Polisi Cecar 2 Pria Aceh
Dua pria asal Aceh diperiksa intens oleh penyidik terkait kasus kematian hakim Medan.
Botol Miras dan Sampah Berserakan di Kulon Progo
Pesta malam Tahun Baru 2020 telah usai. Di Kulon Progo, sampah berserakan di pusat kota. Tidak sedikit botol miras ditemukan di sana.
Ibu-ibu di Gowa Komitmen Tanpa Sampah Plastik
Ibu-ibu di Kabupaten Gowa sepakat untuk tidak lagi menggunakan kantung plastik. Hal tersebut untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik
0
Strategi Jawa Tengah Bidik 40 Emas di PON 2020 Papua
KONI Jawa Tengah menargetkan mendapat emas minimal 40 medali. Apa saja strategi yang disiapkan?