UNTUK INDONESIA
Korek Api, Penyebab Mahasiswa Makassar Dikeroyok
Hanya karena persoalan sepele, sejumlah mahasiswa di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar terlibat perkelahian.
Sejumlah mahasiswa Muhammadiyah Makassar terlibat perkelahian, Rabu 4 Desember 2019. (Foto: Tagar/Screenshot Video Viral)

Makassar - Aksi kekerasan dan perkelahian antar mahasiswa kembali terjadi, kali ini di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM) yang berada dekat perbatasan Kota Makassar-Kabupaten Gowa, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sul-Sel), Rabu 4 Desember 2019, sore tadi. Perkelahian diduga hanya karena ketersinggungan cara meminta korek api.

Kejadian ini pun viral setelah video detik-detik perkelahian antar mahasiswa ini tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi 18 detik memperlihatkan seorang mahasiswa berambut gondrong dan berpakaian hitam diserang serta dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa yang berbeda fakultas sehingga kejadian perkelahian itu disaksikan mahasiswa lainnya.

Salah satu mahasiswi yang menyaksikan langsung kejadian itu, Nur Indah, 20 tahun menceritakan, bahwa kejadian pengeroyokan ini terjadi hanya karena gara-gara cara meminjam korek api mengakibatkan dua orang mahasiswa adu mulut hingga berujung pada pengeroyokan.

Sebagai mahasiswa disini, saya merasa tidak aman karena sering sekali terjadi aksi bar-bar ketika perkuliahan sering terjadi keributan.

Aksi main keroyokan ini terjadi diduga hanya persoalan sepele sehingga terjadi ketersinggungan dan terjadilah aksi pengeroyokan. Namun berhasil dilerai staf dan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kejadiannya tadi siang sekitar jam 13.00, saat itu saya mau masuk kuliah. Kemudian cowok berambut pendek ini berteriak seperti marah. Awalnya berdebat tetapi emosi terus memukul cowok berambut gondrong, terus cowok berambut pendek ini bilang begitu cara mu minta korek. Jadi hanya gara-gara pinjam korek si rambut gondrong sampai dikeroyok,” kata Nur Indah.

Tak sampai disitu, lanjut Indah karena emosi yang sudah tak dapat dibendum oleh mahasiswa yang berambut pendek ini kemudian langsung menghujamkan bogem mentahnya kepada mahasiswa yang berambut gondrong. Walau pun sempat dipisahkan tetapi aksi pemukulan tersebut tetap dilakukan.

Kemudian tiba-tiba datang tiga orang mahasiswa rekan dari mahasiswa yang berambut pendek ini dan langsung menyerang mahasiswa yang berambut gondrong sehingga dia terlempar akibat terkena tendangan.

“Sempat dipisahkan, yang jelas ada tiga orang tendang si gondrong. Lalu dia tantang kembali mahasiswa yang pukul dirinya untuk mengajak duel dan dia bilang tidak di dalam kampus tapi di luar kampus,” bebernya.

Akibat kejadian itu sejumlah mahasiswa UMM pun mengeluhkan tidak adanya tindakan tegas dari pihak kampus. Peristiwa kekerasan ini bukan pertama kalinya, namun sudah beberapa kali terjadi, namun pihak kampus UMM tidak memberikan tindakan sanksi yang tegas, karena sudah mengganggu kenyamanan mahasiswa lainnya yang ingin fokus belajar.

Salah satu mahasiswi, Sarah berusia 21 tahun ini merasa dirinya tidak nyaman dengan keadaan kampus yang terbilang lemah dari segi keamanan sehingga dirinya pun terganggu dan kesulitan pada saat mengikuti proses belajar mengajar.

“Sebagai mahasiswa disini, saya merasa tidak aman karena sering sekali terjadi aksi bar-bar ketika perkuliahan sering terjadi keributan. Tidak ada solusi cerdas dari pihak birokrasi. Tidak ada tindakan tegas makanya tetap terjadi keributan seperti ini,” kata Sarah. []

Baca juga:

Berita terkait
Demi Sekolahkan Anak, Janda di Makassar Jual Sabu
Alasan ekonomi karena ditinggal sang suami sehingga ibu tiga orang anak di Makassar menjadi seorang pengedar narkotika jenis sabu.
Pekerja Rusunawa Makassar Tewas Ditikam
Seorang pekerja bangunan di kota Makassar meninggal dunia usai ditikam oleh mandor di tempatnya bekerja.
Hujan di Makassar, BMKG Minta Waspadai Petir
Kota Makassar sudah diguyur hujan deras disertai angin kencang dan suara petir dan kilat, BMKG mengimbau kepada warga agar waspada terhadap petir.
0
RUU Cipta Kerja, Baleg DPR: Jangan Korbankan Manusia
Wakil Ketua Baleg DPR Ahmad Baidowi mengingatkan penyusunan Omnibus Law RUU Cipta Kerja harus memperhatikan aspek manusia.