UNTUK INDONESIA

Korban Sriwijaya Air, Sosok Eks Ketum PB HMI di Mata Kerabat

Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir diapit mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut, Septian Chaniago dan mantan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi. (Foto: Tagar/Dokumentasi Septian Chaniago).

Medan - Mantan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Kabar itu diperkuat dengan adanya nama Mulyadi dalam manifest. Dalam manifest, selain Mulyadi tertera juga nama istrinya Makrufatul Yeti Srianingsih.

Kabar ini mendatangkan duka bagi yang mengenalnya. Termasuk kerabat semasa di HMI yang senantiasa mendoakan keselamatannya, dan berharap secepatnya mendapat kepastian kabar akan kondisinya.

"Banyak kenangan bersama beliau ini. Karena sewaktu Bang Mul (panggilan akrab Mulyadi) Ketua Umum PB HMI, saya juga sebagai Ketua Badko HMI Sumut tahun 2016-2018," ungkap Septian Chaniago, mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut, Senin 11 Januari 2021.

Bagi Septian, sosok Mulyadi ini bukan hanya sebagai seorang ketua dalam berorganisasi. Namun lebih dari itu, Mulyadi mampu menjadi sosok seorang guru, senior maupun abang yang sejati.

"Beliau ini orangnya tegas, disiplin dan sederhana. Mampu mengayomi dan mengajari dalam berorganisasi bagaikan adik sendiri. Handal dalam memberi nasihat, petuah sampai dengan marah-marah (merepet). Kalau soal merepet ini, tidak semua orang yang pernah kenal dengannya. Sehingga boleh dibilang cukup beruntung orang yang sama-sama berorganisasi yang kerap direpetin oleh beliau," ungkapnya mengenang sosok Mulyadi P Tamsir.

Sampai setelah masing-masing masa kepengurusan selesai dari Ketua Umum PB HMI dan Ketua Umum Badko HMI Sumut, karena rindu Septian mengaku kerap menemui Mulyadi di Jakarta maupun berkomunikasi melalui telepon.

"Pernah sekali sambil bersenda gurau, saya bilang ke beliau, Bang, aku rindu abang marahin. Lantas ia jawab sambil merepek, 'Buat apa aku marahin kau Tian, aku bukan Ketua Umum PB HMI mu lagi'. Mendengar itu akhirnya kami pun tertawa," kenang Septian.

Pengayom dan jiwa kepemimpinannya kelihatan selama memimpin

Menurut dia, Mulyadi adalah sosok yang bisa dibilang sangat tulus. Kerap membantu setiap orang yang datang padanya dalam hal urusan apapun yang dapat ia bantu tanpa sekali pun berharap balas budi maupun embel-embel apapun.

"Sejak tragedi SJ 182 ini, saya masih betah menunggu setiap berita-berita dari layar televisi maupun dari teman-teman himpunan, sambil berharap dan berdoa ada secercah keajaiban atau mukjizat mengenai kabar baik dari Bang Mul dan keluarganya dan penumpang lainnya. Semoga Allah SWT memberi perlindungan, dan kita masih berharap beliau selamat. Setidaknya sampai ada kepastian mengenai kondisinya," tutur Septian.

Ahmad Fadli Hasibuan, mantan Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Hukum USU 2016-2017, juga menyampaikan harapan sama, terhadap kondisi dan keselamatan Mulyadi dan penumpang lainnya.

Mulyadi itu, kata Fadli, sosok yang luar biasa baik dalam kepribadian maupun dalam menakhodai HMI pada saat menjabat Ketua Umum PB HMI.

"Pengayom dan jiwa kepemimpinannya kelihatan selama memimpin. Dinamika di HMI adalah proses pembelajaran dan juga pematangan diri untuk menjadi seorang leader, itu yang saya lihat dari sosok Bang Mulyadi ini. Disamping itu, beliau juga sosok yang ramah dan selalu memotivasi kader-kader HMI untuk tetap semangat dalam hal apapun itu apalagi berkaitan dengan umat," ucapnya.

Mulyadi P Tamsir dikabarkan menjadi salah satu penumpang dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. Dia dikabarkan terbang ke Pontianak dalam rangka acara keluarga.

Namun pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Pesawat milik maskapai Sriwijaya Air tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten sekitar pukul 14.36 WIB dengan membawa 50 penumpang terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan enam kru aktif serta enam ekstra kru. []

Berita terkait
Jasa Raharja Akan Berikan Santunan ke Korban Sriwijaya
Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding pihaknya telah berhasil mengumpulkan data dan menghubungi sejumlah 50 keluarga korban.
Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Hilang Kontak
Temuan serpihan pesawat dan barang di perairan Teluk Jakarta yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak
Media Asing Menyoroti Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Sorotan media asing terkait dengan pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak tanggal 9 Januari 2021
0
Alasan Pemprov Aceh Larang ASN Gelar Pesta Perkawinan
Surat Instruksi Gubernur Aceh Nomor 01/INSTR/2021 tentang larangan menyelenggarakan kegiatan pernikahan/perkawinan dan sejenisnya di Aceh.