UNTUK INDONESIA
Kopi Mafia yang Viral di Aceh Barat Daya
Di Aceh Barat Daya sedang euforia kopi mafia. Tak ketinggalan para penikmat kopi yang suka nongkrong di Dogan Spot Coffee.
Menikmati kopi mafia bersama sahabat di Dogan Spot Coffee di Aceh Barat Daya, Kamis, 22 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Aceh Barat Daya - Seorang pria asyik dengan ponsel pintar, duduk dekat pintu utama Dogan Spot Coffee di Jalan At-Taqwa, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Tak lama kemudian seorang barista mendekatinya, menghidangkan segelas kopi berbusa putih kecoklat-coklatan.

"Silakan, Bang," katanya kepada pria itu.

Pada Kamis siang itu, 22 Agustus 2019, suasana kafe terasa lengang. Sesekali terdengar suara mesin penggiling biji kopi. 

Tempat ngopi milik Ikram Miza ini berkonsep klasik, bisa mengambil posisi duduk di dalam ruangan, bisa juga di luar ruangan sambil menikmati pemandangan sekitar dan sentuhan angin yang berembus sepoi-sepoi.

Kopi MafiaSeorang barista melayani pelanggan di Dogan Spot Coffee, Aceh Barat Daya, Kamis, 22 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Yang sedang viral di sini adalah kopi dingin segar yang diberi nama kopi mafia. 

"Kopi Mafia salah satu minuman andalan kami," ujar Ikram Miza.

Awal tahun 2019 ia menemukan ide membangun kafe dengan minuman khas yakni Kopi Mafia. Setelah melalui berbagai proses, ia membuka kafe ini pada 3 Agustus 2019. 

Duduk berhadapan dengan Ikram Miza, Tagar mencoba kopi mafia. Dinginnya pas di tengah cuaca panas siang itu.

Kopi ini rasanya manis, asam, rasa madu, rempah-rempah serta dingin. Selebihnya sulit digambarkan dengan kata-kata, yang jelas ingin terus meneguknya sampai habis.

Kopi MafiaKopi Mafia racikan Ikram Miza. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Ikram menjelaskan bahan dan tata cara pembuatan kopi mafia, sehingga pembaca Tagar bisa meracik sendiri di rumah.

"Kopi ini berbahan madu, rempah pilihan ditambah sedikit es batu," kata Ikram.

Cara membuat untuk segelas kopi mafia, lanjut Ikram, masukkan biji kopi secukupnya ke dalam mesin giling. Biji kopi yang sudah menjadi bubuk kemudian dicampur madu dan rempah-rempah, takarannya sesuai selera. Diaduk dengan air panas setengah gelas. Kemudian masukkan es batu. Diaduk rata. Segelas kopi mafia enak dan dingin siap dinikmati.

Sayang, rempah-rempah yang dimaksud wujudnya apa, Ikram enggan menjelaskan secara spesifik. Katanya itu rahasia dapurnya. Yang pasti, katanya, semua kandungan dalam kopi mafia adalah bahan-bahan yang halal.

"Kopi ini sesuai selera warga Aceh Barat Daya. Alhamdulillah kini menjadi buruan muda-mudi dan pria dewasa di Abdya," kata Ikram.

Kopi MafiaIkram Miza pemilik Dogan Spot Coffee di Aceh Barat Daya. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Untuk segelas kopi mafia, para pelanggan cukup membayar Rp 15 ribu rupiah. Ramah kepada dompet, bukan?

Untuk memperkenalkan kopi mafia ke seluruh pelosok desa, Ikram memanfaatkan aplikasi media sosial. Dan tentu dari mulut ke mulut para sahabatnya. Hingga kini kopi mafia viral di Aceh Barat Daya. []

Berita terkait
Warung Kopi dan Gaya Bersosialisasi Warga Jakarta
Warung kopi kekinian di Jakarta tak lagi hanya untuk melepas rasa haus dan lapar. Sosialisasi menjadi bagian penting dalam warung kopi.
Asyiknya Menikmati Kopi Buatan Barista Napi di Bantul
Ini tentang sebuah kafe di lingkungan rumah tahanan Bantul, Yogyakarta. Narapidana menjelma barista siap menyajikan kopi bercita rasa wow.
Desa Labbo di Bantaeng, Ada Kopi dan Cerita Sejarah
Labbo merupakan desa tertua di Kabupaten Bantaeng. Desa ini menyimpan banyak cerita sejarah dan kearifan lokal.
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.